Keterpaduan Integrated Pada Materi Pemanasan Global

Model Keterpaduan Integrated

Model keterpaduan integrated adalah model keterpaduan dengan mengintegrasikan kegiatan pembelajaran ke dalam semua bidang pengembangan meliputi aspek kognitif, sosial, bahasa, moral dan fisik motorik untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal (Eliason dan Jenkins dalam Dewi, 2015).  Pada materi pemanasan global  dalam KD 3.9 menganalisis perubahan iklim dan dampaknya bagi ekosistem, dikaitkan melalui keterpaduan integrated dengan menguhungkan satu konsep dengan konsep yang lain yaitu fisika, biologi dan kimia yang terdapat dalam materi tersebut.

Konsep dominan yang dibahas pada materi pemanasan global mencakup bidang fisika yaitu tentang pengaruh pemanasan global terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh meningkatnya suhu lingkungan. Kemudian dihubungkan dengan bidang kimia yaitu efek rumah kaca yang menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti uap air, CO2, sulfur dioksida, dan metana yang merupakan salah satu penyebab terjadinya pemanasan global tersebut. Selain itu dihubungkan pula dengan bidang biologi yaitu tentang dampak ekologis pemanasan global bagi ekosistem serta gagasan tentang adaptasi/penanggulangan masalah pemanasan global dalam bentuk laporan tertulis yang dilakukan dalam kelompok diskusi. Diagram keterpaduan model Integrated sebagai berikut.

Konsep penting dalam KD. 3.9 perubahan iklim dan dampaknya bagi ekosistem

  1. Pemanasan global yaitu pengertian dan penyebab pemanasan global, dampak pemanasan global bagi ekosistem dan upaya penanggulangan masalah pemanasan global.
  2. Perubahan iklim yaitu pengaruh pemanasan global terhadap perubahan iklim.
  3. Efek rumah kaca yaitu proses terjadinya efek rumah kaca dan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan.

Konsep prasyarat yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum mempelajari materi pemanasan global

Konsep yang harus dikuasai terlebih dahulu yaitu materi ekosistem meliputi:

  • Pengertian ekosistem
  • Satuan makhluk hidup dalam ekosistem
  • Komponen-komponen ekosistem
  • Ketergantungan antarkomponen ekosistem
  • Macam-macam ekosistem
  • Fungsi ekosistem. Salah satunya untuk mencegah global warming (pemanasan global).
  • Keseimbangan ekosistem. Peranan terhadap pengelolaan ekosistem akibat pemanasan global baik secara alami atau tindakan manusia.

Materi Pemanasan Global

Pemanasan global adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan secara bertahap serta sebuah perubahan yang diyakini secara permanen mengubah iklim bumi. Lebih dari 100 tahun yang lalu, temperatur rata-rata suhu di permukaan bumi meningkat sekitar 0,6 0C. Peningkatan temperatur inilah yang disebut dengan pemanasan global. Aktivitas manusia merupakan penyebab terjadinya pemanasan global. Aktivitas manusia selalu menghasilkan berbagai zat sisa buangan yang salah satunya berupa gas. Sebagian besar orang berpikir bahwa atmosfer dapat menyerap gas-gas buangan tersebut secara tidak terbatas dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan. Akan tetapi, pada kenyataannya atmosfer bumi tidak dapat menyerap  keseluruhan gas-gas buangan tersebut sehingga menyebabkan perubahan mendasar pada atmosfer dan juga kondisi kehidupan di bumi.

Segala bentuk aktivitas manusia selalu berdampak bagi lingkungan, baik itu membawa dampak positif ataupun dampak negatif. Dampak negatif dari aktivitas manusia bagi lingkungan adalah terjadinya pemanasan global. Berbagai aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil, sisa pembakaran hasil industri, emisi gas buang kendaraan bermotor, emisi metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar laut arktik, deforestation (penebangan liar) dan pembakaran hutan untuk pengalihfungsian menjadi lahan pertanian, pemukiman dan industri, penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) dalam refrigator (pendingin), dan penggunaan pupuk kimia dalam pertanian menyumbangkan CO2 ke atmosfer dalam jumlah yang banyak. Meningkatnya konsentrasi CO2 akan mempengaruhi kadar panas di bumi. Lebih dari beberapa periode CO2 di atmosfer meningkat sekitar 20%. Setiap tahun kadar CO2 di atmosfer terus meningkat dan bumi menjadi semakin lebih panas.

Gas CO2 adalah salah satu gas rumah kaca. Tidak hanya aktivitas manusia saja yang menghasilkan gas CO2 tersebut namun aktivitas alam seperti letusan gunung berapi, kebakaran hutan dan rawa-rawa, proses fotosintesis, proses pembusukan hingga proses bernafas merupakan sumber gas rumah kaca alami.  Gas-gas rumah kaca baik yang dihasilkan secara alami maupun akibat aktivitas manusia menyebabkan terjadinya efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah proses pemanasan alami yang terjadi ketika gas-gas tertentu di atmosfer bumi memerangkap panas. Terdapat banyak gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi seperti uap air, karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida, dan metana. Gas-gas tersebut memiliki peranan penting untuk kelangsungan kehidupan di bumi. Seperti halnya planet mars, bumi juga akan menjadi sangat dingin apabila tidak terdapat gas-gas rumah kaca di atmosfernya. Namun apabila jumlah/kadar gas-gas tersebut melebihi dari batas yang seharusnya maka akan menyebabkan suhu bumi akan terus meningkat.

Proses terjadinya efek rumah kaca yaitu ketika radiasi sinar matahari mengenai permukaan bumi, gas rumah kaca membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam bumi sehingga menyebabkan bumi menjadi panas. Namun gas rumah kaca tersebut memantulkannya kembali ke atmosfer. Akan tetapi saat kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, pemantulan tersebut terhalang oleh polutan udara sehingga terperangkap dan dipantulkan kembali ke bumi. Proses ini akan menahan beberapa panas yang terperangkap kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Apabila hal ini berlangsung terus-menerus akan menyebabkan pemanasan global di permukaan bumi. Bumi menjadi semakin hangat karena suhunya terus meningkat.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa aktivitas manusia telah mengubah kealamian dari gas rumah kaca di atmosfer. Konsekuensi dari perubahan gas rumah kaca di atmosfer sulit diprediksi, tetapi beberapa dampak yang telah nampak yaitu .

  1. Meningkatnya suhu di bumi,
  2. Perubahan iklim,
  3. Mencairnya es di kutub,
  4. Hilangnya terumbu karang,
  5. Kepunahan spesies semakin meluas,
  6. Penipisan lapisan ozon.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Ni Gusti Ayu Yenny Martha. 2015. Pengaruh Model integrated (pembelajaran terpadu) terhadap hasil belajar bahasa indonesia siswa kelas IV SD Gugus IX darmasaba. E-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD. Vol: 3 No: 1. Singaraja.

Widodo, Wahono dkk. 2017. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 2, 2017 (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2017. (vi). (186) hlm. Ilus 25 cm. Jakarta:  Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

1 Comments

  1. wawasan yg luas. Tapi kalau untuk tingkatan anak smp saya rasa bahasa masih terlalu tinggi. Saran saya, cari bahasa yg mudah dipahami. Tetap semangat menulis 🙂

  2. Sangat membantu. Semangat berkarya 👍
    Tetapi sesuai dengan diagram keterpaduannya, upaya penanggulangan belum tersampaikan.

  3. Wonderful beat ! I wish to apprentice while you amend your site,
    how can i subscribe for a blog website? The account helped me a acceptable
    deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast offered
    bright clear concept

  4. Hi, I do believe this is an excellent web site.
    I stumbledupon it 😉 I am going to revisit yet again since i have bookmarked it.
    Money and freedom is the best way to change, may you be rich and continue to guide other
    people.

  5. Incredible! This blog looks just like my old one!

    It’s on a totally different subject but it has pretty much the same page layout and design. Wonderful choice of colors!