Gaya Belajar Visual, Auditorial dan Kinestetik (VAK)

Seseorang biasanya memiliki cara terbaik untuk belajar. Ada yang lebih mudah belajar ketika mendengarkan musik, ada pula yang lebih menyukai belajar dengan cara menyendiri atau belajar di tempat hening. Adakalanya seseorang lebih mudah fokus belajar ketika melakukan kegiatan-kegiatan yang aktif bergerak seperti praktikum, demonstrasi dan lain-lain. Mengapa demikian? Hal tersebut dipengaruhi oleh gaya belajar yang dimiliki seseorang. Setiap orang memiliki cara termudah yang paling disukai ketika belajar.

Gaya belajar setiap orang berbeda-beda. Gaya belajar sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses pembelajaran. Dengan mengetahui tipe gaya belajar yang dimiliki seseorang dapat membuat proses belajar yang dilakukan menjadi lebih efektif (Mite, 2016). Jadi dapat disimpulkan bahwa gaya belajar merupakan cara termudah yang dimiliki seseorang dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi yang diterima (Bire, 2014).

Menururt DePorter & Hernacki (2015), gaya belajar terbagi ke dalam tiga tipe yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, mengamati, memandang dan sejenisnya. Ciri-ciri gaya belajar visual adalah kuat terhadap gambar dan ungkapan yang berciri visual. Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar dengan cara mendengar. Ciri gaya belajar tersebut menekankan pada kekuatan indera pendengaran dengan suara dan ungkapan yang berciri pendengaran. Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh. Ciri khas orang bergaya belajar kinestetik yaitu lebih mudah berpikir ketika dalam keadaan bergerak, tidak diam.

Karakteristik gaya belajar visual adalah rapi dan teratur, berbicara dengan cepat, perencana dan pengatur jangka panjang, teliti terhadap detail, mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar, mengingat dengan asosiasi visual, biasanya tidak terganggu oleh keributan, lebih suka membaca daripada dibacakan dan mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya. Karakterisitik gaya belajar auditorial adalah mudah terganggu oleh keributan, menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca, senang membaca dengan keras dan mendengarkan, kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam berbicara, belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat dan suka berbicara, berdiskusi dan menjelaskan segala sesuatu panjang lebar.  Karakterisitik gaya belajar kinestetik adalah berbicara dengan perlahan, selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak, menghafal dengan cara berjalan dan melihat, tidak dapat duduk diam untuk waktu lama, tidak dapat mengingat geografi kecuali jika memang telah pernah berada di tempat itu, belajar melalui memanipulasi dan praktik dan menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca (DePorter & Hernacki, 2015).

Seseorang memiliki kecenderungan terhadap salah satu gaya belajar tetapi tidak menutup kemungkinan seseorang memiliki gabungan dari dua atau lebih gaya belajar. Memperhatikan gaya belajar yang diminati siswa diharapkan dapat membantu guru menyelenggarakan pembelajaran secara aktif. Siswa belajar berdasarkan modalitas belajar akan mencapai nilai lebih tinggi daripada belajar tidak sejalan dengan gaya belajar yang dimiliki siswa (Mahmudah dalam Mustariza & Turdja’i, 2015).

DAFTAR PUSTAKA

Bire, A. L. (2014). Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial, Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Kependidikan, 44(No 2), 168–174.

DePorter, B. & Hernacki, M. (2015). Quantum Learninng: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa Learning.

Mite, Y. (2016). Hubungan Antara Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Siswa SMA Katolik Santa Maria Malang Berbasis Skor Terkoreksi dalam Pembelajaran Biologi melalui Pembelajaran Group Investigation (GI) Tahun Ajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian Dan Pengembangan, 1(5), 822–827.

Mustariza, F., & Turdja’i. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran dan Gaya Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar PAI (Pendidikan Agama Islam) (Studi Eksperimen Peserta Didik Kelas 5 Di SD Islam Perwanida Nurul Fajar). Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(1), 20–33. https://doi.org/10.32832/tek.pend.v4i1.472.

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*