Dasar Teori Percobaan Reaksi Eksoterm

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Ilmu kimia sangat erat kaitannya dengan reaksi kimia. Reaksi kimia berlangsung dengan menyerap dan membebaskan energi. Reaksi membebaskan energi disebut reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang memancarkan (melepaskan) kalor saat reaktan berubah menjadi produk. Reaktan memiliki tingkat energi yang lebih tinggi dibandingkan produk sehingga energi dibebaskan.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai reaksi eksoterm. Contohnya ketika kita membakar kayu, pembakaran bahan bakar pada kendaraan bermotor, membakar kembang api, dekomposisi tumbuhan menjadi kompos dan lain-lain. Reaksi eksoterm sering terjadi disekitar kita tetapi kita kurang mengetahui bahwa hal tersebut adalah contoh penerapan reaksi eksoterm.

Pembakaran adalah contoh mudah reaksi eksoterm yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Pembakaran adalah reaksi yang berlangsung secara cepat antara oksigen dengan unsur yang mudah terbakar dan menghasilkan titik nyala (api). Oleh karena itu, pada percobaan kali ini diharapkan dapat memahami reaksi eksoterm pembakaran dan mengenali macam-macam zat yang dapat menghasilkan api.

1.2 Tujuan

1. Dapat mengenal macam-macam zat yang dapat menghasilkan api.
2. Dapat memahami reaksi eksoterm pembakaran.

 

BAB II
DASAR TEORI

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan. Dalam hal ini sistem melepaskan kalor ke lingkungan. Pada reaksi eksoterm, suhu pada sistem akan naik. Adanya kenaikan suhu inilah yang mengakibatkan sistem melepaskan kalor ke lingkungan. Nilai  perubahan entalpi ∆H < 0 (bernilai negatif) (Sandri, 2009).

Proses pelepasan energi sebagai kalor disebut eksoterm. Semua reaksi pembakaran adalah reaksi eksoterm. Proses eksoterm menghasilkan kenaikan suhu. Proses eksoterm dalam wadah diatermik menghasilkan pembebasan energisebagai kalor dalam lingkungan (Dogra, 2000).

Pembakaran adalah proses oksidasi yang sangat cepat antara bahan bakar dan oksidator dengan menimbulkan nyala dan panas. Bahan bakar merupakan substansi yang melepaskan panas ketika di oksidasi dan secara umum mengandung karbon, hidrogen, oksigen dan sulfur. Sementara oksidator adalah segala substansi yang mengandung oksigen yang akan bereaksi dengan bahan bakar (Mahandri, 2010).

 

DAFTAR PUSTAKA

Dogra. 2000. Kimia Fisik dan Soal-Soal. Jakarta: UI Press.

Mahandri. 2010. Kamus Kimia. Bandung: Grasindo.

Sandri, Muchtaridi. 2009. Kimia 2. Bogor: Rineka Cipta.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*