Dasar Teori Bandul Matematis – Gerak Osilasi Ayunan Putaran

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Dasar teori

Semua benda memiliki kemampuan bergerak secara periodik apabila diberikan simpangan dan diayunkan dari satu titik tertentu. Periode gerak osilasi benda dipengaruhi momen inersia kawat (kg.m2) dan konstanta puntir (k) (Nm). Konstanta puntir adalah tetapan harga untuk logam atau benda yang dapat dipuntir. Sedangkan modulus geser adalah beda panjang suatu logam sebelum dan sesudah dipuntir (Supiyanto, 2011).

Apabila suatu benda digantungkan pada kawat puntir pada bidang horizontal (diberikan simpangan sudut) kemudian dilepaskan maka benda tersebut akan bergerak osilasi dan salah satu sistem fisis yang bergerak mengikuti gerak harmonik sederhana yaitu dengan metode puntiran (torinal pendulu modulus benda (Bulk Modulus). Modulus geser (M) adalah bilangan yang menggambarkan perubahan bentuk yang elastis. Modulus geser merupakan hasil bagi antara tegangan geser dengan regangan geser (Riadi, 2011).

Sebuah bandul puntir terdiri dari benda yang digantung dengan kawat yang disangkutkan pada titik tetap. Apabila dipuntir hingga sudut θ, kawat akan mengerjakan torka pemulih yang sebanding dengan θ dengan persamaan τ = θ . k. Berlaku hukum II Newton untuk gerak rotasi yaitu I adalah momen inersia benda terhadap sumbu sepanjang kawat. Gerak bandul puntir merupakan gerak harmonik sederhana sepanjang torka pemulih berbanding lurus dengan puntiran (Sarah, 2012).

1.2 Tujuan

Menentukan nilai konstanta pegas puntir serta momen inersia batang logam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Riadi, Selamet. 2011. Fisika Dasar. Jakarta: Universitas Mercubuana Press.

Sarah. 2012. Penuntun Praktikum Mekanika. Surakarta:Fakultas Pertanian Universitas Surakarta.

Supiyanto. 2011. Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga.

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*