Dasar Teori Pemuaian

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori

Salah satu sifat zat adalah mengalami perubahan dimensi (panjang, luas dan volume) apabila dikenai panas atau terjadi perubahan suhu. Apabila benda tersebut berbentuk batang atau kabel akan mengalami perubahan panjang. Didefinisikan suatu besaran yang disebut dengan koefisien muai panjang (α) yaitu perubahan fraksional panjang (∆L / Lo) : ∆T (Nasri, 2011).

Pada benda-benda dengan bentuk batang, perubahan ukuran panjang akibat perubahan suhu adalah nyata sedangkan perubahan ukuran luas dapat diabaikan karena sangat kecil. Perubahan panjang akibat perubahan suhu dapat dirumuskan sebagai berikut: ∆L = α . Lo . ∆T. Koefisien muai panjang tergantung pada temperatur referensi yang dipilih untuk menentukan panjang awal (Aliyah, 2012).

Benda dinyatakan memuai apabila dipanaskan dan menyusut apabila didinginkan. Besarnya pemuaian dan penyusutan tergantung pada materialnya. Perubahan dalam ∆L pada benda padat adalah berbanding lurus dengan perubahan suhu. Alfa (α) adalah kesetimbangan konstan yang disebut koefisien pemuaian linier material tertentu dengan satuan (oC-1) (Rufaida, 2013).

1.2 Tujuan

Untuk menghitung nilai koefisien muai panjang benda.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aliyah, Indah. 2012. Buku Pintar Belajar Fisika, SMA. Jakarta: Erlangga.

Nasri, M.Z. 2011. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Jambi: Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

Rufaida. 2013. Fisika Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Surakarta: Mediatama.

 

11 Comments

  1. Just a smiling visitor here to share the love (:, btw outstanding style. “The price one pays for pursuing a profession, or calling, is an intimate knowledge of its ugly side.” by James Arthur Baldwin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*