VISKOSITAS

RANGKUMAN MATERI

VISKOSITAS

Viskositas atau kekentalan merupakan sifat suatu zat cair (fluida) yang disebabkan adanya gesekan-gesekan antarmolekul zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair tersebut. Gesekan-gesekan inilah yang menghambat aliran zat cair. Viskositas menunjukkan tingkat ketahanan cairan untuk mengalir. Semakin besar viskositas maka aliran akan semakin lambat. Alat yang digunakan untuk mengukur kekentalan zat cair disebut viskosimeter. Menurut hukum Hagen Poiseuille, volume cairan (v) yang mengalir dalam pipa bulat per waktu (t) tergantung dari perbedaan tekanan (∆p) antara dua ujung pipa, jari-jari (r), panjang pipa (l) dan besar viskositas cairan (η) yang mengalir. Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut.

Dengan,
η = viskositas (kg/m.s)
π = phi (3,14)
∆p = perubahan tekanan (N/m2)
r = jari-jari pipa (m)
t = waktu aliran (s)
l = panjang pipa (m)
v = kelajuan aliran (m/s)

Hukum Poiseuille menjelaskan tentang aliran zat cair dengan viskositas konstan dalam pipa yang alirannya laminar. Aliran laminar merupakan aliran fluida yang sifatnya mendekati linier, alirannya sejajar/teratur, tidak mengakibatkan terjadinya perubahan penampang yang tiba-tiba dan tidak terlalu cepat. Sedangkan aliran turbulen merupakan kebalikan dari aliran laminar yaitu fluida mengalir ke semua arah di dalam pipa dan secara kontinu tercampur di dalam pipa/ tidak linier.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas adalah:
1. Temperatur/suhu : Koefisien viskositas akan berubah sejalan dengan temperatur.
2. Gaya tarik antarmolekul: Perbedaan kuat gaya kohesi menjadi faktor penentu kekentalan suatu fluida.
3. Jumlah molekul terlarut: Jumlah molekul terlarut memberikan komposisi yang lebih padat terhadap suatu fluida.
4. Tekanan: Pada saat tekanan meningkat,  maka viskositas fluida juga akan meningkat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*