Cara Membuat Pupuk Organik (Pupuk Kompos) di Rumah

Bercocok tanam bagi bagi sebagian orang dijadikan sebagai hobi, namun ada juga yang menjadikannya sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang.

Salah satu elemen pentiing dalam bercocok tanam ialah pupuk. Terdapat dua jenis pupuk yaitu pupuk organik dan pupuk kimia dan pupuk organik sendiri ada dua macam yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos.

Pupuk kandang merupakan salah satu pupuk organik yang terbuat dari sisa kotoran hewan ternak. Umumnya pupuk kandang kebanyakan terbuat dari kotoran kambing, ayam, kelinci dan sapi.

Sedangkan pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang terbuat dari sampah atau tumbuh-tumbuhan organik dan pupuk kompos memiliki berbagai macam jenis tergantung dari bahan utama yang digunakan untuk membuat pupuk.

Jenis pupuk kompos yang cukup praktis dan mudah dibuat adalah pupuk organik daun.

Anda yang memiliki hobi bercocok tanam, tak jarang daun-daun menjadi salah satu permasalahan. Sebaliknya anda justru dapat memanfaatkan daun kering yang sudah banyak itu menjadi pupuk daun.


Cara Membuat Pupuk Organik


√ Cara Membuat Pupuk Organik (Pupuk Kompos) di Rumah
Liputan6.com

Berikut merupakan cara membuat pupuk organik pupuk kompos yang dapat anda coba!

1. Bahan-bahan untuk membuat pupuk kompos

Image Source: kabartani.com

– Rumput
– Daun yang gugur
– Sampah sisa pertanian
– Sisa sayuran
– Kotoran kambing
– Bakteri EM4 10 ml
– Larutan Gula
– Wadah penampungan

2. Cara membuat pupuk organik kompos

Image Source: suherlin.com

Langkah 1

Siapkan sampah organik atau bahan-bahan seperti yang sudah disebutkan (rumput, daun gugu, sisa sayuran atau sampah sisa pertanian) lalu potong hingga bentuk yang kecil-kecil. Anda dapat memotongnya dengan cara yang manual atau menggunakan mesin pencacah sampah organik jika anda memilikinya.

Langkah 2

Campurkan sampah organik yang sudah dipotong-potong/dicacah/di hancurkan dengan kotoran kambing dengan komposisi 3:1 yaitu dengan skala 3 untuk sampah organik dan skala 1 untuk kotoran kambing. Pencampuran bahan-bahan tersebut akan mudah dilakukan jika menggunakan mixer kompos.

Langkah 3

Siapkan gelas berisi larutan gula dengan kapasitas larutan bergantung atau sesuai dengan banyaknya bahan yang digunakan untuk membuat pupuk organik.

Langkah 4

Siapkan 10ml larutan bakteri EM4 sebanyak 10 ml. larutan ini bisa anda dapatkan dengan membelinya di toko pertanian dan cara penggunaannya dapat dilihat di dalam botol serta penggunaannya juga disesuaikan dengan banyaknya pupuk kompos yang akan dibuat.

Langkah 5

Sampah organik yang sudah dicampur kotoran kambing, kemudian siram menggunakan larutan gula dan larutan bakteri EM4 yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian campurkan sampai merata hingga bahan menjadi lembab dan basah. Anda juga dapat memberikan percikan air secukupnya agar semua bahan tetap menjadi basah.

Langkah 6

Pupuk kompos yang telah selesai dicampur, kemudia masukan ke dalam wadah penampungan atau bisa menggunakan bak, karung, ataupun plastik besar. Proses fermentasi dari bahan-bahan tadi sampai siap dan bisa digunakan adalah sekitar 2-3 bulan, oleh karena itu, anda dapat mempercepat prosesnya tiap 2 minggu sekali dengan cara bahan tersebut di bolak-balik dan berikan air secukupnya agar tetap basah.

Langkah 7

Langkah yang terakhir, agar hasil pupuk kompos maksimal dan berkelanjutan, maka ada baiknya dalam pembuatan pupuk kompos dilakukan secara berkala atau periodik. Sehingga pemanfaatannya dapat digunakan secara berkelanjutan dan juga jika anda memiliki sampah organik, sampah tersebut tidak perlu dibuang, karena anda bisa mengambil manfaatnya lalu kemudian mengolahnya menjadi pupuk kompos organik yang bermanfaat.

Macam-Macam Pupuk Organik

Selain air, pupuk merupakan kebutuhan yang dibutuhkan dan penting bagi pertumbuhan serta kesuburan tanaman. Ibarat manusia yang memerlukan makanan bergizi untuk tubuh sehat, tumbuhan juga memerlukan pupuk untuk tumbuh subur.

Tanaman memerlukan zatzat yang dinamakan unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Saat ini secara garis besar terdapat dua macam jenis pupuk, yakni pupuk organik dan anorganik atau kimia.

Salah satu jenis pupuk yang banyak dipakai untuk bertani adalah pupuk organik.apalagi kecenderungan permintaan konsumen saat ini yang memang lebih menyukai hasil pertanian organik. Tentu pupuk yang digunakan haruslah pupuk organik.

Jenis pupuk organik, selain berguna untuk menyuburkan tanaman juga dapat memperbaiki struktur dan mempertahankan kesuburan tanah secara berkesinambungan. Sayangnya, ketersediaan pupuk organik yang dipakai untuk bercocok tanam masih sangat kurang di pasaran.

Sehingga banyak petani yang masih memakai pupuk kimia. Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa membuat pupuk organik sendiri, tentunya dnegan cara yang mudah, murah, dan bisa dilakukan siapa saja.

Caranya dengan memanfaaatkan bahan baku yang murah dan mudah, seperti limbah pertanian, limbah peternakan, hingga limbah atau sampah rumah tangga. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa pupuk organik dan cara membuatnya.

Pupuk Kandang

Apa yang dimaksud dengan pupuk kandang adalah pupuk yang bahan baku utamanya merupakan kotoran ternak, yakni feses dan urine. Sebut saja kotoran sapi, kerbau, kuda, kambing, babi, unggas, dan lain sebagainya.

Dilihat dari bentuknya, kotoran ternak dibagi menjadi tiga macam. Ada kotoran ternak padat, kotoran ternak cair, dan urine. Dilihat dari cara terbentuknya, pupuk kandang dibagi dalam dua macam. Ada pupuk kandang alami dana ada pupuk kandang buatan.

Pupuk kandang alami terbentuk secara alami, dalam artian terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia. Biasanya terjadi akibat bantuan cuaca dan jasad renik tanpa campur tangan manusia kalaupun ada sedikit dan tanpa tambahan bahan-bahan lainnya.

Sementara pupuk kandang buatan sengaja diproses oleh manusia dengan menggunakan teknik tertentu dan tambahan bahan-bahan tertentu. Gunanya agar pupuk cepat terbentuk dengan unsur hara yang juga lebih variatif.

Bentuk pupuk kandang buatan juga bermacam macam, ada yang cair dan ada yang padat. Cara membuatanya juga cukup mudah.

Cukup campurkan kotoran ternak dengan aktivator, seperti EM4, MOL, Starbio, Orgadec, dan lain sebagainya. Tujuan pencampuran tersebut untuk mepersingkat waktu pembentukan atau pengomposan pupuk kandang organik.

Bahkan pupuk kandang juga bisa dibuat dengan cara sederhana tanpa aktivator. Hanya saja butuh tenaga dan waktu yang cukup lama untuk memperoduksi pupuk kandang organik seperti itu.

Pupuk Hijau

Apa yang dimaksud dengan pupuk hijau adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari dedaunan. Bisa juga dari bagian-bagian pohon yang lain. Sama halnya dengan pupuk kandang, pupuk hijau juga terbagi menjadi tiga jenis.

Pertama, pupuk hijau alami yang merupakan dedaunan dari tanaman atau pohon tertentu, seperti lamtoro dan beberapa tumbuhan lainnya. Bisa juga bagian-bagian tanaman selain daun yang masih muda.

Cukup dipendam di dalam tanah hingga terproses dengan sendirinya oleh cuaca dan jasad renik. Lama prosesnya sekitar empat sampai enam bulan hingga bahan-bahan hijau tadi berubah menjadi pupuk organik.

Kedua, pupuk hijau buatan yang padat diproses oleh manusia dengan bantuan manusia. Bahan dasar yang ddigunakan biasanya daun lamtoro, daun dadap, daun kacang tanah, dan sebagainya. Tambahkan bahan aktivator sehingga nanti dihasilkan pupuk hijau berstruktur padat.

Ketiga, pupuk hijau buatan yang cair diproses oleh manussia dengan bahan dedaunan hijau dan sampah dapur sisa sayuran. Tambahkan bahan aktivator dan sejuumlah air. Sehingga nantinya menghasilkan pupuk hijau buatan berbentuk cair.

Leave a Comment