Cara Menghitung Debit Air (Rumus dan Contoh Soal)

Cara menghitung debit air – Hayo siapa yang suka bingung dengan materi debit air? Bagi sebagian orang mungkin menanggap materi tersebut biasa saja dan masih tergolong mudah.

Tapi sebagian yang lain tidak berpikiran sama.

Bagi siswa-siswi di sekolah menengah pertama atau sekolah menenah atas pasti nantinya akan mempelajari tentang menghitung debit air.

Dan materi debit air ini juga bisa muncul di soal-soal ujian sekolah, tes, dan lain sebagainya.

Karena itu tak ada cara lain untuk bisa menjawab soal tersebut kecuali mempelajari cara menghitung debit.

Selain muncul di ujian-ujian tertulis, menghitung debit air ini juga bisa berguna dalam kehidupan nyata loh.

Misalnya untuk mengawasi daya tampung atau kapasitas air pada sungai, bendungan, dan semacamnya.

Sehingga nantinya air dapat dikendalikan dengan baik serta menghindari adanya permasalahan yang merugikan orang banyak.

Jadi teman-teman apakah sekarang sudah mulai penasaran dan tertarik untuk belajar cara menghitung debit air?

Kalau iya, dengan senang hati kami akan membahas mengenai debit air tersebut pada artikel ini.

Silahkan dibaca dan dipahami ya, kami juga akan mencoba membuat penjelasan yang sederhana sehingga bisa mudah dipahami oleh teman-teman.


Pengertian Debit


debit air
lampost.co

Sebelum kita mempelajari cara menghitung debit air dengan rumus-rumus, sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui hal dasarnya seperti pengertian dari debit dan debit air.

Apa itu sebenarnya debit? Jadi bisa dibilang debit merupakan jumlah zat cair yang melewati jarak penampung di setiap satuan waktu. Berarti debit itu jumlah zat cairnya.

Sedangkan debit air adalah jumlahnya atau banyaknya suatu volume air yang bisa tertampung pada suatu wadah atau tempat pada setiap satuan waktu.

Kalau disini sudah paham mari kita lanjut pada materi tentang satuan yang digunakan dalam menghitung debit air.


Konversi Satuan Untuk Menghitung Debit Air


Jadi ketika menghitung debit air kita akan menemukan satuan waktu dan satuan volumenya, karena memang seperti pengertian debit air di atas yang berhubungan dengan volume dan waktu.

Berikut adalah penjelasan tentang konversi masing-masing satuan:

Satuan waktu

1 jam                     : 60 menit

1 menit                 : 60 detik

1 jam                     : 3.600 detik

Satuan volume

1 liter     : 1 dm3

1 dm3     : 1.000 cm3

1 mm3   : 0.001 m3

1 cc         : 1 ml     : 1 cm


Cara Menghitung Debit Air


cara menghitung debit air

Untuk menghitung debit air tentu kita membutuhkan sebuah formula atau rumus yang menjadi acuan.

Rumus ini bisa digunakan dalam menjawab soal di ujian atau juga untuk menghitung debit air secara nyata.

Rumus Debit Air

Adapun rumus menghitung debit air adalah sebagai berikut:

rumus debit air

Keterangan:

Q adalah debit air

V adalah volume

t adalah waktu

Cara Menghitung Volume

Selain menghitung debitnya saja, kalian juga bisa menghitung volume atau waktunya, dimana sebenarnya rumus dasarnya berangkat dari rumus menghitung debitnya.

Karenanya kalau teman-teman sudah hafal dengan rumus debit tentunya kalian juga akan dengan mudah memahami rumus volume dan waktu.

Untuk lebih jelasnya yuk lihat rumus menghitung volum dalam debit air yuk:

Volume = Debit x Waktu atau V = D x t

Cara Menghitung Waktu

Sedangkan untuk menghitung waktunya, juga masih berangkat dari rumus yang telah dijelaskan di atas. Bagaimana itu? mari langsung perhatikan rumus di bawah ini:

Cara Menghitung Waktu rumus debit air

Mudah bukan ternyata rumus menghitung debit air?

Kalau teman-teman terutama para pelajar sudah memahami rumus ini dengan benar pastilah soal-soal mengenai perhitungan debit air bisa dijawab dengan mudah.

Nah gimana caranya biar gak mudah lupa rumus? Ya dengan sering sering berlatih soal yang berhubungan dengannya.

Jadi sebenarnya untuk menaklukan matematika ini salah satunya dengan memahami rumus-rumusnya.

Cukup seru juga ya mengerjakan matematika, tapi seringkali kita merasa kalah dulu sebelum bertanding.

Sudah merasa pusing dan rumit hanya dengan melihat angka angka nya haha. Tapi tak apa yuk pelan-pelan belajar matematika dengan gembira.


Contoh Soal


Nah rumus-rumus itu tidak ada gunanya loh ya kalau tidak coba kita praktikan langsung dengan soal-soal.

Soal-soal ini bisa memudahkan kalian untuk terus menerus mengingat rumus menghitung debit air loh.

Karenanya di bawah ini kami mengumpulkan beberapa soal yang bisa dijadikan bahan latihan untuk teman-teman semua.

Tentu selain contoh soal di bawah ini kalian juga bisa mencari contoh soal yang lebih banyak lagi di internet.

Contoh 1

Terdapat sebuah bak yang akan menampung air mulai pukul 09.20 wib sampai dengan 09.50 wib, dengan debit air 20 liter/ menit. Jadi, berapa literkah jumlah air yang akan mengisi bak tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui :

Debit air               = 20 liter

Waktu                   = 09.20-09.50 (30 menit)

Volume                  =?

Jawab :

Volume                 = Debit x Waktu

= 20 liter x 30 menit

= 600 liter

Soal 2

Sebuah bak mandi memiliki volume air sejumlah 300 dm3 . Lalu bak tersebut akan diisi dengan air dari sebuah pancuran dengan debit air 10 liter/menit. Maka berapa menitkah waktu yang dibutuhkan supaya bak mandi bisa terisi air dengan penuh?

Penyelesaian :

Diketahui :

Volume                 = 300 dm3

Debit                     = 10 liter/menit

Waktu                   =?

Jawab :

Waktu                   = Volume : Debit

= 300 : 10

= 30 menit

Soal 3

Sebuah keran selama 3 jam bisa mengeluarkan air sebanyak 9 m3. Jadi berapakah liter/detik debit air pada keran tersebut?

Diketahui :

Waktu                   = 3 jam = 3.600 detik

Volume                = 9 m3 = 9000 dm3 = 9000 liter

Debit air               =?

Jawab :

Debit                      = Volume : Waktu

= 9.000 : 3600 menit

= 2.5 liter/detik


Debit Andalan


Dalam perhitungan debit air ini terdapat istilah debit andalan. Apa itu debit andalan? Jadi debit andalan adalah debit paling maksimum yang bisa ditampung untuk irigasi.

Jadi debit andalan ini biasanya digunakan untuk menghitung debit air pada irigasi. Sehingga nantinya sumber air yang dipakai dalam irigasi dapat dioptimalkan dengan baik.

Adapun rumus untuk menghitung debit andalan tersebut adalah sebagai berikut:

Q = A x V atau Debit aliran = luas penampang x kecepatan aliran

Adapun satuan yang biasa digunakan adalah: debit aliran (m3/s ), luas penampang (m2), dan kecepatan aliran (m/s)


Bagaimana tulisan tentang cara menghitung debit air di atas? apakah penjelasannya bisa dipahami dengan mudah?

Semoga setelah ini teman-teman bisa mengerjakan soal-soal mengenai perhitungan debit air dengan mudah ya. Kami berharap artikel ini sedikit banyak bisa membantu pembaca semuanya.

Dan akhirnya artikel ini harus diakhiri, jika kalian punya tambahan informasi mengenai debit air silahkan ditulis di kolom komentar supaya bisa dijadikan pembelajaran bersama, terimakasih.

Cukup sekian artikel yang bisa kami sajikan. Sekali lagi smeoga bermanfaat, selamat belajar dan belajar terus sampai tak pernah sampai.

Leave a Comment