jenis udang

Jenis Udang Konsumsi dan Udang Hias yang Populer

Udang merupakan salah satu jenis hewan yang banyak peminatnya. Sejauh ini ada berapa jenis udang yang kamu tahu gengs? Atau kamu cuma tahu udang rebus atau udang saus tiram saja? Hhaha

Di Indonesia sendiri berbagai variasi masakan udang telah banyak ditemukan. Selain karena rasanya yang nikmat, udang juga kaya akan nutrisi baik seperti protein, antioksidan, vitamin, mineral, dan omega-3.

Daerah perairan Indonesia sangatlah luas, sehingga biota hewaninya pun beragam. Secara garis besar udang terbagi dalam dua bagian, yaitu udang air laut dan udang air tawar.

Udang air tawar ini biasanya hidup di air payau dan banyak dibudidayakan di tambak-tambak pinggir pantai.


Jenis Udang


Udang Konsumsi

Lobster juga merupakan salah satu jenis udang loh gengs. Lobster juga dapat ditemukan di perairan tawar maupun laut.

Kamu sudah pernah mencicipinya belum?

Jika belum yuk disimak dulu uraian mengenai beberapa jenis udang yang banyak dimanfaatkan di Indonesia berikut:

1. Udang Galah

jenis udang
image source: samudranesia.id

Udang galah merupakan jenis udang yang hidup di perairan dangkal seperti hilir sungai, sepanjang 100-150 km dari muara sungai yang menuju laut.

Ciri khas yang membedakan udang ini dengan yang lainnya adalah bentuk rostrumnya yang panjang melengkung serta memiliki gigi merata.

Udang berwarna biru kekuningan ini memiliki capit yang juga berwarna biru dengan ukuran lebih panjang dari ukuran kaki berjalannya.

Kabarnya bisnis udang galah di Indonesia sendiri lebih menjanjikan di pasaran.

2. Udang Vaname

Udang ini pertama kali datang dari Amerika Selatan yang kemudian dibudidayakan di Indonesia sejak tahun 90-an.

Berdasarkan golongan harganya, udang ini termasuk ke dalam udang dengan harga mahal namun laris di pasaran.

Meskipun teknik budidaya udang ini agak sedikit sulit, namun vaname memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan dapat hidup di daerah tropis.

3. Udang Lar

Udang berwarna hijau kekuningan ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan udang galah, sekitar 15 cm.

Habitat udang lar yaitu daerah hilir sungai yang bermuara ke laut dengan salinitas tinggi.

4. Udang Sikat

jenis udang
image source: bacaterus.com

Banyak yang keliru dalam membedakan udang ini dengan lobster karena bentuknya yang mirip namun berukuran lebih kecil.

Cukup laku di pasaran karena memiliki kulit yang lebih lunak dibandingkan lobster. Di pasaran udang ini sering disebut sebagai udang kipas atau baby slipper lobster.

5. Udang Palemon Merah

Sesuai dengan namanya jenis udang ini memiliki kepala berwarna merah. Berukuran maksimal 10 cm serta memiliki tanduk moncong yang panjang sekali dan melengkung ke atas.

Habitat udang palemon ini di muara sungai dekat laut, namun pada musim tertentu udang ini akan bermuara ke perairan tawar untuk mencari makan atau berkembang biak.

Udang ini sangat populer di pasaran. Jika kamu kenal dengan produk ebi kering, maka udang inilah bahan baku utamanya.

6. Udang Beras

Udang kecil mungil berukuran 3 cm ini memiliki tubuh berwarna kuning jingga. Bisa hidup di sungai dan danau, dan sudah banyak dibudiayakan di perairan Indonesia.

Udang ini merupakan salah satu jenis udang yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

7. Udang Ragang

Hidup di sungai payau dengan arus air yang lamban. Udang ini berwarna kuning kehijau-hijauan dengan panjang tubuh maksimal 7 cm, serta bentuk kerucut kepala lurus ke depan.

Itulah beberapa jenis udang yang dapat kamu temukan secara melimpah di pasaran Indonesia.

Jika kamu hobi memasak seafood tentu akan sangat menarik untuk mengetahui jenis udang lainnya.

Jenis Udang Hias

Tahukah kalian jika selain untuk dikonsumsi ada juga jenis udang hias yang biasa dipelihara di akuarium. Warna dan corak mereka sangat cantik dan eksotik tak kalah dengan berbagai ikan hias. Berikut ini beberapa jenis udang hias:

1. Udang Macan Kerdil

jenis udang
image source: theshrimpfarm.com

Bernama latin Caridina babaulti “Zebra” memiliki corak seperti hewan zebra. Mereka berasal dari perairan India dengan ukuran maksimal sekitar 2 inci atau 5 cm.

Merupakan salah satu udang hias yang banyak diminati karena maraknya seni aquascaping. Corak dan warna udang ini sangat bagus dan cocok untuk dipelihara di akuarium untuk dinikmati pemandangannya.

Dapat dipelihara bersama sama ddengan ikan asalkan bukan ikan yang lebih besar dari mereka karena udang kecil adalah makanan ikan. Warna dari udang ini antara lain, hijau cokelat tembaga, cokelat, oranye, atau biru dengan garis-garis gelap melintang vertikal.

2. Udang Lebah

Kenapa dinamakan udang lebah? Itu dikarenakan warna dan corak dari udang hias yang satu ini memang menyerupai lebah. Banyak ditemukan di daerah perairan Asia Tenggara dengan ukuran maksimal sekitar 2 inci atau 5 cm.

Mereka sangat tenang, namun aktif saat mencari makan. Warna aslinya gelap, tapi saat ini sudah banyak varietas dengan warna yang lebih cerah. Pertama kali di budidayakan di Jepang dan tahun 2000-an menjadi tren di Amerika.

Pakan alaminya adalah alga, tapi mereka bisa diberi makan apa saja karena termasuk hewan omnivora. Sangat peka terhadap obat-obatan kimia, jadi harus berhati hati saat memelihara mereka jangan sampai air tercampur dengan banyak bahan kimia.

3. Udang Kerdil Kardinal

Spesies yang satu ini merupakan udang endemik tanah Indonesia, terutama di danau-danau daerah Sulawesi. Dikatakan kerdil karena ukuran maksimal mereka hanya 1 inci saja atau sekitar 2,5 cm.

Keunikan lain dari udang ini warnanya yang mewakili bendera indonesia. Banyak ditemukan udang jenis ini dengan warna merah dengan totol putih yang dilingkari warna biru dan ada juga yang full biru.

Sifatnya omnivora dengan alga dan spirulina sebagai makanan utamanya. Meski begitu udang omnivora ini bisa diberi makan apa saja termasuk pakan buatan.

4. Udang Nyamuk/ Udang Pinokio

Termasuk udang hias yang unik dari penampakannya. Tubuh mereka transparan dengan moncong panjang berwarna merah. Itu akan mengingatkan kita terhadap nyamuk aedes yang berwarna transparan dan bermulut runcing mereka juga terlihat seperti pinokio dengan hidung panjang.

Apabila moncong udang pinokio patah akan dapat tumbuh kembali. Perbedaan antara jantan dengan betina ada pada corak garis di badannya. Pejantan memiliki garis merah terang sementara betina sedikit lebih pucat.

Sebenarnya habitat asli mereka berada di air payau, tapi mereka juga bisa hidup di air tawar asal pakannya cukup. Termasuk jenis udang hias herbivora dengan alga dan tanaman air sebagai pakan utama.

5. Celebes Beauty/ udang Harlequin

jenis udang
image source: sulawesi-shrimp.com

Satu lagi udang hias dari Indonesia, tepatnya berasal dari perairan Sulawesi. Corak dan warna udang berukuran 2 inci ini sangat cantik. Biasanya mereka hidup di daerah dengan karang atau bebatuan di danau daerah Sulawesi.

Tidak ada perbedaan warna antara jantan dan betinanya. Sangat bagus dan kontras untuk aquascaping dengan warna mereka yang merah bata ditambah corak garis hitam vertikal dan pita putih di bagian tengahnya.

Pakan utamanya adalah alga bisa juga ganggang yang terdapat di bebatuan. Jenis ini masih jarang dibudidayakan. Bagaimana? Tertarik untuk memelihara udang hias?

Leave a Comment