Contoh Syair Beserta Pengertian, Ciri-ciri dan Jenisnya

Contoh Syair – Syair dalam bahasa Arab berasal dari kata syu’ur yang berarti perasaan. Maka pengertian syair adalah ungkapan pemikiran dan perasaan seseorang.

Biasanya syair digunakan dalam mengilustrasikan hal-hal kompleks seperti cerita agama, cinta, nasihat dan lain sebagainya.

Beberapa hal tersebur membuat bait-bait pada syair menjadi lebih banyak dan panjang.


Pengertian Syair


Image Source: littlemikhael.wordpress.com

Syair adalah kata yang berasal dari Bahasa Arab yaitu syu’ur yang mempunyai arti perasaan.

Dengan demikian, bisa dikatakan kalau syair adalah ekspresi perasaan atau pikiran dari orang yang membuatnya.

Syair merupakan salah satu jenis puisi lama yang pada setiap baitnya terdiri atas empat baris (larik) yang akhirannya berbunyi sama.

Syair ini biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu hal yang panjang, seperti cerita, agama, cinta, nasihat, dan lain sebagainya.

Hal inilah yang menjadikan bait dalam suatu syair ini sangat banyak dan panjang.

Jika dilihat dari strukturnya, syair sangat terikat pada aturan-aturan, seperti jumlah baris dalam satu bait, berapa banyak jumlah suku kata dalam setiap baris, berapa jumlah bait dalam setiap puisi, terikat pada aturan tentang rima dan irama.


Sejarah dan Asal Syair


Kata syair berasal dari bahasa Arab, yakni sya’ara yang berarti menembang atau bertembang, sya’ir yang berarti penembang, atau sya’ar yang berarti tembang. Ada juga yang berpendapat bahwa kata syair berasal dari kata syu’ur atau syi’i yang juga dalam bahasa Arab bearti perasaan.

Melihat asal katanya syair sering didefinisikan sebagai tembang atau puisi yang penuh curahan perasaan. Sebenarnya syair merupakan jenis puisi yang berasal dari kesusastraan Arab. Tak heran jika asal katanya juga berasal dari Bahasa Arab.

Meski begitu bentuk syair bukanlah puisi dalam bahasa Arab karena merupakan adaptasi kesusastraan Arab oleh pujangga tanah air. Menurut sejarah, syair sudah ada dalam kesusastraan Arab bahkan sebelum datangnya Islam.

Tak heran jika dalam kesusastraan Arab dikenal dengan syair zaman jahiliyah dan syair zaman Islam. Bentuk syair diantara keduanya tidaklah jauh berbeda. Hanya saja apa yang mengilhaminya sangat jauh berbeda.

Di zaman Islam, syair sangat kental dengan muatan religi dan keimanan terhadap keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan Al-Qur’an pernah dituduh oleh orang-orang kafir sebagai kumpulan syair karya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Orang arab memang terkenal dengan para pujangganya yang pandai membuat syair-syair indah. Itulah mengapa Al Qur’an yang merupakan sebah mukjizat dituduh sebagai kumpulan syair.

Meskipun demikian, tak ada seorang pujangga pun yang dapat menandingi keindahan isi Al Qur’an.

Hal itu dikarenakan Al Qur’an memang bukan syair karya Nabi Muhammad SAW, melainkan sebuah mukzijat untuknya. Di Arab, baik pada zaman jahiliyah maupun masa Islam syair digunakan sebagai sarana mencurahkan isi kalbu.

Pada syair terkandung lirik yang halus dan penuh gejolak rasa dari penyairnya. Menurut perkiraan para ahli, syair masuk ke tanah air (melayu) bersamaan dengan masuknya Agama Islam.

contoh syair
image source: twitter.com

Sejarah Syair di Indonesia

Bentuk syair yang paling tua dalam sejarah kesusastraan Indonesia adalah syair berupa doa yang tertera pada nisan raja di Minye Tujoh, Aceh. Dimana syair tersebut menggunakan bahasa campuran antara Bahasa Melayu kuno, Sansekerta, dan Arab.

Berikut bunyi syair tersebut:

Hijrat nabi mungstapa yang prasida
Tujuh ratus asta puluh sawarsa
Haji catur dan dasa warsa sukra
Raja iman warda rahmat Allah

Gutra barubasa mpu hak kedah pase ma
Taruk tasih tanah samuha
Ilahi yaa Rabbi Tuhan samuha
Taruh dalam swarga Tuhan

Siperkirakan syair tersebut dipahat pada batu nisan dengan tanggal 781 Hijriah atau 1380 Masehi. ini membuktikan bahwa pada awal abad ke 14, syair sudah ada di dalam kesusastraan Indonesia.

Dalam kesusastraan Indonesia, syair banyak digunakan sebagai pengubah cerita atau untuk mengungkapkan sebuah kisah. Selain itu, syair juga digunakan sebagai media untuk mencatat suatu kejadian dan juga media dakwah.

Dalam kesusastraan Inddonesia, syair yang tergolong tua adalah syair-syair karya dari Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang penyair mistik yang berasal dari Aceh dan terkenal pada abad ke 17.

Diantara karya-karya dari Hamzah Fansuri ada syair Burung Pingai, Syair dagang, dan syair Sidang Fakir.

Satu dari karya-karya hamzah yang paling terkenal dalam kesusastraan Melayu Klasik adalah syair Perahu. Itu merupakan puisi lama berbau sufistik yang pertama dalam kesusastraan Indonesia.

Kala itu, isi syair perahu dianggap bertentangan dengan ajaran Agama Islam. Raja Aceh saat itu memerintahkan petugas kerajaan agar membakar syair tersebut. Beberapa dari salinan syair tersebut ada yang lolos dari pemusnahan.

Itulah mengapa kita bisa mengetahui isi dari syair perahu dan bisa mewarisinya hingga saat ini. Sementara karya sastra berbentuk syair terakhir dapat dilihat dalam penerbitan Balai Pustaka tahun 1920-an hingga 30-an.

Kebanyakan syair-syair pada masa itu dikritik karena hanya mementingkan bentuk sehingga terdapat penggunaan kata-kata yang kurang perlu. Penyebabnya karena penyair kala itu hanya menyamakan jumlah sukku kata dan rima akhir.


Ciri-ciri Syair


Image Source: www.raparapa.co

Sebelum membuat syair, tak ada salahnya jika kamu pelajari ciri-ciri syair terlebih dahulu. Ini dimaksudkan agar kamu dapat membedakan manakah ciri-ciri syair dan manakah ciri-ciri pantun.

  • Syair ini terdiri atas empat baris atau larik dalam setiap baitnya
  • Setiap baris terdiri dari 8-14 suku kata
  • Dalam setiap bait syair, memberi arti sebagai satu kesatuan
  • Syair bersajak a-a-a-a
  • Syair ini tidak mempunyai sampiran, layaknya pantun. Jadi di dalam syair, semua baris mengandung isi dan makna
  • Makna dari syair ditentukan oleh bait-bait selanjutnya
  • Bahasa syair berbentuk kiasan
  • Syair biasanya berisi tentang dongeng, cerita, petuah dan nasihat
  • Pada syair, irama terjadi pada setiap pertengahan baris (antara 4-6 suku kata)

Jenis-jenis Syair


Image Source: ilmudasar.id

1. Contoh Syair Agama

Sya’ir agama merupakan jenis syair yang didalamnya mengandung tema agama, seperti ilmu tasawuf. Syair agama ini merupakan salah satu syair yang penting.

Syair agama dibagi menjadi empat jenis yaitu syair ajaran islam, syair sufi, syair nasihat dan syair riwayat nabi.

#Contoh Syair Agama

Hijrat nabi mungstapa yang prasida
Tujuh ratus asta puluh sawarsa
Haji catur dan dasa warsa sukra
Raja iman warda rahmat Allah

Gutra barubasa mpu hak kedah pase ma
Taruk tasih tanah samuha
Ilahi yaa Rabbi Tuhan samuha
Taruh dalam swarga Tuhan

2. Contoh Syair Kiasan

Syair kiasan merupakan syair yang didalamnya menceritakan tentang hubungan percintaan antara bunga, burung, ikan, buah-buahan yang semua itu hanya sebatas simbolik yang terkandung di dalamnya.

Atau merupakan sindiran/kiasan yang ditujukan kepada peristiwa tertentu.

#Contoh Syair Kiasan

Bismillah itu permulaan kalam
Dengan nama Alllah khalik al-alam
Melimpahkan rahmat siang dan malam
kepada segala mukmin dan islam

mula dikarang ikan terubuk
lalai memandang ikan di lubuk
hatidan jantung bagai serbuk
laksana kayu dimakan bubuk

asal terubuk ikan puaka
tempatnya konon dilaut melaka
siang dan malam berhati duka
sedikit tidak menaruh suka

3. Contoh Syair Panji

Syair panji merupakan jenis syair yang didalamnya berisi atau bercerita tentang keadaan yang terjadi di dalam kerajaan atau istana.

#Contoh Syair Panji

Adapun akan mangkunegara
Gundah tiada lagi terkira
Belas memandang Raja Putra
Semuanya sudah dalam penjara

Sungguh ia bersuka-suka
Hatinya gundah tiada berketika
Sangat pandai menyamarkan duka
Tiada rupa memandang muka

Jikalau memandang saudaranya
Di dalam penjara yang ketiganya
Berlinang-linang air matanya
Seboleh-bolehnya disamarkannya

4. Contoh Syair Romantis

Syair romantis merupakan syair yang didalamnya berisi tentang percintaan pelipur lara, cerita rakyat dan sebagainya.

#Contoh Syair Romantis

Kupilih kamu bukan sekedar cinta
Kupilih kamu untuk ke surga
Kujauhi yang lain bukan karena tak suka
Kutinggalkan yang lain karena takut dosa

(sumber: haztak21.blogspot.co.id)

5. Contoh Syair Sejarah

Syair sejarah merupakan syair yang didalamnya bercerita tentang peristiwa-peristiwa sejarah penting yang pernah terjadi, contohnya seperti peperangan.

#Contoh Syair Sejarah

Mangkubumi saudagar kaya
Kerabat raja yang bijaksana
Berputra seorang elok rupanya
Empu Jatmika konon namanya

Empu Jatmika terus bertambah usianya
Hingga dewasa menjadi cendikia
Dikawinkan dengan Sira Manguntur namanya
Putri cantik pandai bertutur kata

Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat
Kakak beradik tampan gagah muda belia
Itulah namanya putra Empu Jatmika
Sama elok sama tampan sama pandainya

(sumber: hananabdulaziz1907.blogspot.co.id)


Contoh Syair


#Contoh Syair Agama

Rajin-rajinlah beribadah
Janganlah lupa mengerjakann solat
Dan perbanyaklah engkau berzakat
Untuk bekal nanti di akhirat

Ingatlah selalu kepadaa tuhan
Jernihkanlah hati dan kuatkanlah iman
Supaya hidup menjadi tentram
Dan dapat menjadi pedoman

Berpikirlah secara sehat
Berucap tentang taubat dan solawat
Berkarya dalam hidup dan manfaat
Berprasangka yang baik dan tepat

Cobalah tuk berserah diri
Berdoa di hadapan ilahi
Ya allah ya tuhan kami
Semoga manfaat hidup ini

Sering-seringlah kau mengucap takbir
Serta berdoa dalam berzikir
Beramalah kepada orang fakir
Ingatlah selalu akan hari akhir

(sumber: www.zakapedia.com)

#Contoh Syair Romantis Islami

Itulah pandangan mata pertama
Kala engkau datang ke rumah
Rasa bergetar di dalam dada
Bertemu lelaki berwatak ramah

Betapa teduh tatap matamu
Menciptakan gejolak rasa rindu
Mulut terkunci bibir tercekat
Pancaran matamu sungguh memikat

Apakah lamaran itu aku terima?
Begitulah orang tuaku bertanya
Aku tersenyum tentu saja
Akan kuterima segala cinta

Alangkah bahagia duduk bersanding
Di pelaminan biru laksana ratu
Bersama pujaan tiada banding
Semoga Tuhan memberi restu

Seiring waktu yang berjalan
Kasih cinta semakin berkelindan
Bahagia sejati kian mapan
Bukan sekedar angan impian

Bila kupandai merangkai syair
Ingin kutuliskan romantis dirimu
Sayang aku tak pandai berpikir
Dalam menulis syair puisi biru

Itulah kata yang dapat kurangkai
Sebentuk syair cinta untuk suami
Meski memang aku tiada pandai
Moga engkau dapat memaklumi

Terimakasih wahai pujaan hati
Engkau telah membimbing diri ini
Hingga aku banyak mengerti
Bagaimana menjadi seorang istri

Terimakasih telah bersabar
Dalam membimbing dan mengarahkan
Hingga aku paham benar
Untuk Yang Esa segala tujuan

(Karya: Gina Hayana)

#Contoh Syair Nasehat

Wahai anak muda, kenali dirimu
Ialah jembatan bagi tubuhmu
Kehebatan untuk dirimu
Untuk kesuksessan bagimu

Agar kau bisa meraihnya
Semangatlah yang harus ada
Kerja keras kamu ada
Kesungguhan kamu ada

Selepas dari hal itu
Panggillah nama Tuhanmu
Memohonlah kepada Tuhanmu
Tuk dapat manfaat dari usahamu

(Karya: Ahmad Fauza Aulia)

#Contoh Syair Pendidikan

Dengarlah wahai anakanda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu tiada pernah habis dieja
sebagai bekal sepanjang usia

Dengan ilmu engkau terjaga
Dari suramnya waktu dan masa
Cemerlang akan senantiasa
Menyinari dirimu di masa dewasa

(Karya: Gina Hayana)

#Contoh Syair Persahabatan

Wahai sahabat hendaklah ingat
Kita bertemu hanya untuk sesaat
Tapi engkau kan selalu kuingat
Dihati ini yang dalam sangat

Hai sahabat jika lain waktu bertemu
Engkau bersama teman baru
Jangan kau lupakan diriku
Hendaknya kita mengenang masa lalu

Sahabat engkau sangat berarti bagiku
Engkau bagaikan bayanganku
Yang selalu menemaniku
Dalam suka dukaku

Sahabat sejati sahabat abadi
Dimana aku harus mencari
Jika kita tidak bertemu lagi
Kau tak tau hancurnya hati ini…

(sumber: lisaandayani.blogspot.co.id)

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contoh dari syair. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Leave a Comment