Pengertian Motor DC, Beserta penjelasan Komponen dan Cara Kerjanya

Pengertian motor DC? Apa yang kamu bayangkan jika mendengar istilah motor DC? Pertama, jangan salah paham. Motor DC di sini bukanlah motor debt collector atau motor yang sering dicari dan dikejar kesana kemari. Hehee.

Motor DC yang dimaksudkan di sini adalah Motor DC dalam pembahasan mengenai kelistrikan. Salah satu alat yang penting dalam pembahasan mengenai sistematika listrik.

Sebagaimana yang kita tahu, sistematika atau cara kerja listrik memiliki banyak sekali komponen. Komponen yang ada tersebut adalah piranti yang sangat dibutuhkan dan penting dalam pengembangan listrik.

Listrik, yang kita tahu, tidak melulu urusan dari sumbernya dan langsung dihantarkan ke alat atau mesin. Tetapi ada cara kerja dan penjabaran detailnya di sana.

Seperti halnya pada kesempatan kali ini. Kita akan mengulas salah satu bagian penting dalam kelisrikan. Namanya adalah Motor DC.

Motor DC ini, singkatnya adalah kebalikan dari generator. Kalau generator mengubah gerak atau mekanik menjadi listrik, kalau Motor DC ini mengubah listrik menjadi gerak atau mekanis.

Selengkapnya adalah sebagai berikut. Ikuti tulisan ini dari awal sampai akhir ya dan semoga bisa memberi referensi yang tepat ke para pembaca semua.

Pengertian Motor DC dan 3 Hal Penting Lainnya

Motor DC dalam beberapa poin di bawah ini adalah mengenai penjelasan, cara kerja, dan lain-lainnya. Menjadi penting karena motor DC ini sangat diperlukan dalam kegiatan sehari-hari.

Pengertian Motor DC: disebut juga Motor Arus Searah

Pengertian Motor DC, Beserta penjelasan Komponen dan Cara Kerjanya
panduanteknisi.com

Motor DC atau Motor arus searah adalah jenis motor listrik yang mengubah energi listrik arus searah menjadi energi mekanis. Bentuk energi yang dihasilkan berupa putaran.

Prinsip kerja motor arus earah berdasarkan pada interaksi antara dua fluks magnetik yang disebut dengan kumparan medan dan kumparan jangkar. Kumparan medan menghasilkan fluks magnet dengan arah dari kutub utara ke kutub selatan.

Sedangkan kumparan jangkar menghasilkan fluks magnetik yang melingkar. Pemakaian motor arus searah diterapkan pada berbagai pengaturan kerja yang memerlukan kecepatan dan beban kerja yang beragam dan berubah-ubah.

Dalam transportasi rel, motor arus searah disebut sebagai motor traksi arus searah. Dan digunakan sebagai penggerak lokomotif atau kereta.

Apa Saja Komponennya?

Motor DC memiliki 3 bagian atau komponen utama untuk dapat berputar sebagai berikut :

  1. Kutub medan = Biasanya pada motor DC sederhana hanya memiliki dua kutub medan yaitu kutub utara dan kutub selatan.
  2. Dinamo = Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakkan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi.
  3. Commutator = Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.

Keuntungan utama dari motor DC ini adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan cara mengatur tengangan dinamo atau arus medan.

Prinsip Kerja Motor DC menggunakan Stator dan Rotor

Pengertian Motor DC, Beserta penjelasan Komponen dan Cara Kerjanya
serviceacjogja.pro

Terdapat dua bagian utama pada sebuah Motor Listrik DC, yaitu Stator dan Rotor. Stator adalah bagian motor yang tidak berputar, bagian yang statis ini terdiri dari rangka dan kumparan medan.

Sedangkan Rotor adalah bagian yang berputar, bagian Rotor ini terdiri dari kumparan Jangkar. Dua bagian utama ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa komponen penting.

Komponen penting yang dimaksud yaitu diantaranya adalah Yoke (kerangka magnet), Poles (kutub motor), Field winding (kumparan medan magnet). Juga Armature Winding (Kumparan Jangkar), Commutator (Komutator) dan Brushes (kuas/sikat arang).

Pada prinsipnya motor listrik DC menggunakan fenomena elektromagnet untuk bergerak, ketika arus listrik diberikan ke kumparan. Permukaan kumparan yang bersifat utara akan bergerak menghadap ke magnet yang berkutub selatan.

Selanjutnya kumparan yang bersifat selatan akan bergerak menghadap ke utara magnet. Ini urutan proses yang terjadi.

Selanjutnya lagi, karena kutub utara kumparan bertemu dengan kutub selatan magnet ataupun kutub selatan kumparan bertemu dengan kutub utara magnet maka akan terjadi saling tarik menarik. Nah Tarik menarik ini yang menyebabkan pergerakan kumparan berhenti.

Leave a Comment