Cara Budidaya Kacang Panjang (Mudah dan Sukses)

Cara Budidaya Kacang Panjang – Kacang panjang merupakan salah satu jenis sayuran berwarna hijau dan memiliki ukuran yang panjang. disebut kacang panjang karena jenis kacang ini memang berbentuk panjang seperti ular ranting.

Di dalam kacang panjang terdapat biji halus yang bisa dimakan. biji tersebut juga kerap disebut polong. Kacang panjang mempunyai daun yang biasa disebut dengan lembayung, daun ini juga dapat dijadikan masakan.

Bisa dibilang bagian kacang panjang yang terlihat semuanya bisa dimanfaatkan sebagai makanan. Tentunya, baik daun maupun buahnya memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh.

Untuk budidaya kacang panjang tidaklah terlalu sulit, ada beberapa langkah-langkah yang harus diperhatikan agar budidaya bisa sukses.

bagi kalian yang ingin mencoba budidaya kacang panjang perhatikan tahapan tahapan berikut ini. semua tahapan sangatlah penting dan jangan sampai terlewatkan.


Cara Budidaya Kacang Panjang


√ Cara Budidaya Kacang Panjang (Mudah dan Sukses)
bacoberita.blogspot.com

Kacang panjang atau Vigna sinesis merupakan salah satu jenis sayuran yang hidup secara merambat. Di Indonesia, kacang panjang juga termasuk sayuran yang populer dan sudah lama dibudidayakan dan dikonsumsi.

Tanaman kacang panjang sangat cocok dibudidayakan di daerah dataran rendah dengan sinar matahari yang cukup. Perawatan khusus yang perlu dilakukan petani hanyalah merambatkannya pada bambu atau lanjaran.

Batang tanaman kacang panjang tegak, silindris, lunak, dan berwarna hijau dengan permukaan yang licin. Dengan budidaya dan perawatan yang intensif, tanaman ini dapat mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Apalagi harga kacang panjang di pasaran cukup stabil.

Produk tanaman kacang panjang yang banyak dijual di pasaran, antara lain: Bravo, putih super, hijau super, dewi, biji hitam super, maharani, dan merah putih super. Semua jenis kacang panjang tersebut berbeda satu sama lain meskipun sekilas akan terlihat sama baagi orang awam.

Berikut langkah-langkah budidaya kacang panjang:

Pembersihan Lahan

Untuk membudidayakan kacang panjang, maka hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah lahan harus bersih dari rumput, gulma dan sisa-sisa tanaman lainnya yang pernah ditanam di tempat tersebut.

Pembersihan dilakukan dengan menggunakan cangkul atau mesin traktor. Agar tidak menjadi sarang penyakit, sisa tanaman sebaiknya dibakar.

Penggemburan Tanah

Setelah dibersihkan, maka langkah selanjutnya adalah pencangkulan tanah atau penggemburan. Tujuannya agar tanah yang ada didalam tidak memadat dan terangin-anginkan untuk menghilangkan racun. Setelah selesai biarkan tanah selama 1 minggu.

Pengapuran

Setelah 1 minggu, Sebaiknya lakukanlah penyisiran tanah dan pengapuran. Tanaman kacang panjang harus memiliki keasaman (pH) antara 5,5-6,5. Setelah selesai pengapuran maka biarkann tanah terangin-angin selama 1 minggu.

Buat Bedengan

Setelah itu, butlah bedengan dengan lebar 100 – 120 cm untuk 2 jalur dan 60 – 70 cm untuk satu jalur. Adapun tingginya 30 cm jika di lahan bekas sewah dan 20 cm untuk lahan kering.

Tujuannya untuk tempat penanaman, memudahkan peresapan air hujan maupun air pengairan, memudahkan pemeliharaan tanaman, dan memudahkan pemanenan. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi luas lahan yang ada. Dan untuk lebar parit 40 cm.

Pemberian Pupuk

Selain pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, seperti pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau juga sangat penting. Usahakan untuk memberikan berbagai jenis pupuk ini satu minggu sebelum penanaman.

Sterilisasi Tanah

Selanjutnya ialah sterilisasi tanah menggunakan pestitida untuk mengurangi hama dan penyakit serta memberantas ulat tanah, cacing tanah, gulma, dan cendawan.

Pengadaan Benih

Selanjutnya pemasangan mulsa plastic hitam perak dan pengadaan Benih, tanaman kacang panjang diperbanyak dengan biji, maka untuk membudidayakan kacang panjang yang ditanam adalah bijinya.

Untuk mendapatkan benih kacang panjang yang siap tanam bisa kita beli di took-toko penyedia benih atau dengan pembibitan sendiri.

Seleksi dan Tanam Benih

Benih sebaiknya diseleksi terlebih dahulu baru kemudian ditanam di lahan. Jarak tanam untuk tanaman kacang panjang adalah 50 cm x 50 cm, 45 cm x 50 cm, 50 cm x 60 cm, dan 50 cm x 30 cm tergantung dari varietas yang akan ditanam. Pengairan dilakukan pada pagi dan sore hari ketika suhu udara dan terik matahari rendah.

Syarat Hidup Kacang Panjang

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar tanaman kacang panjang dapat tumbuh dengan subur. Mulai dari iklim, media tanam, hingga ketinggian tempat.

Iklim yang pas untuk budidaya kacang panjang adalah daerah kering dengan curah hujan antara 600 0 1.500 mm/ tahunnya. Tanamlah ditempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Suhu idealnya antara 20 – 30 derajat Celcius.

Media tanam untuk kacang panjang hampir semua jenis tanah sebenarnya cocok untuk budidaya kacang panjang. Jenis tanah yang paling baik adalah tanah latosol atau tanah lempung berpasir.

Tentu tanah tersebut harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik.

Bisa juga memakai tanah dengan tingkat kemasaman atau pH sekitar 5,5 – 6,5. Bila pH terlalu basa atau diatas 6,5 dapat menyebabkan pecahnya nodula-nodula akar.

Ketinggian tempat yang baik untuk tumbuhan ini berada di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian ±1.500 mdpl. Meski begitu menanam mereka di dataran rendah akan lebih baik lagi.

Untuk penanaman di dataran tinggi, umur panennya relatif lebih lama dari waktu tanam. Selain itu, tingkat produkssi maupun produktivitasnya juga lebih rendah dengan yang ditanam di dataran rendah. Ketinggian optimum untuk menanam adalah kurang dari 800 m dpl.

Panen dan Pascapanen

Terdapat dua macam panen yang dilakukan dalam memanen kacang panjang. Pertama adalah panen polong muda dan kedua adalah panen polong tua atau biji-bijinya.

Panen polong muda dilakukan pada jenis kacang panjang lanjaran atau tipe merambat dan kacang panjang busitao atau tipe tegak. Ciri-ciri dari polong yang sudah siap panen adalah ukuran polong yang telah maksimal, mudah dipatahkan, dan biji-biji di dalam polongnya tidak menonjol.

Waktu panen yang tepat adalah pada pagi atau sore hari. Umur tanaman yang telah siap panen biasanya berkisar antara 3,5 sampai dengan 4 bulan.

Sementara untuk panen polong tua biasanya dilakukan pada jenis kacang panjang tipe tegak. Contohnya kacang tunggak, kacang uci, dan busitao.

Dimana ciri-ciri kacang tunggak yang siap panen adalah polong-polongnya telah cukup tua, biji-bijinya menonjol dengan kulit luar hijau kekuningan.

Umur kacang yang layak dipanen adalah sekitar 3 sampai 3,5 bulan. Sedangkan untuk waktu panennya sebaiknya dilakukan di pagi atau sore hari.

Cara memanen tanaman kacang panjang tipe merambat adalah dengan memotong tangkai buah dengan pisau yang tajam. Sementara untuk kacang panjang tipe tegak, cukup cabut atau potong bagian pangkal batang setinggi 10 – 15 cm dari permukaan tanah.

Setelah panen, kumpulkan polong kacang panjang di sebuah tempat pengumpulan. Kemudian kerinkan polong dengan cara dijemur sampai kadar air menjadi 12 – 14%.

Itulah tahapan tahapan perihal cara budidaya kacang panjang yang baik dan benar. untuk selanjutnya bisa kalian coba dirumah atau bagikan informasi diatas bagi petani atau mereka yang membutuhkan.

selamat berkebun dan selamat menikmati hasil panen.

Leave a Comment