Tahap dan Cara Budidaya Tembakau (Mudah dan Sukses)

Cara Budidaya Tembakau – Cukup banyak petani yang membudidayakan tembakau. Jika ingin hasil panen tembakau yang optimal, maka tanah yang digunakan harus gembur, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik, memiliki ketinggin antara 200-3000 m dpl, pH 5-6, suhu udara 21-32 C dengan curah hujan 2000mm/tahun.


Cara Budidaya Tembakau


√ Tahap dan Cara Budidaya Tembakau (Mudah dan Sukses)
ahlitani.com

Tembakau merupakan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Industri tembakau merupakan salah satu agribisnis yang mendukung perekonomian di Indonesia.

Bahkan pebisnis tembakau di Indonesia memiliki kekayaan yang serupa dengan para pebisnis di bidang IT di negara-negara maju.

Di dalam tembakau terdapat kandungan senyawa alkaloid utama, yakni nikotin yang dalam keadaan kering tembakau mengandung 1% sampai 3% nikotin. Nikotin juga dapat digunakan untuk membuat insektisida atau pembasmi serangga.

Meski begitu, komoditi tembakau memiliki arti penting bagi para petani sebagai sumber pendapatan mereka dan tentunya bagi perekonomian negara juga. Ditambah lagi prospek tembakau yang cukup baik dan stabil.

Sebagai bahan baku utama dalam industri rokok dan salah satu penyumbang pendapatan negara terbesar melalui cukai dan pajak menjadi alasan yang kuat. Peranan ekonomi tembakau memang cukup luas, disamping yang telah disebutkan tadi masih ada alasan lainnya.

Komoditi tembakau yang diperuntukkan untuk konsumsi dalam negeri merupakan tembakau asli atau tembakau rakyat. Sebut saja tembakau dari Temanggung dan Kendal, Jawa Tengah sertai Madura di Jawa Timur.

Adapula tembakau jenis virginia yang terdapat di Jateng, Bojonegoro (Jatim), Balli, dan Lombok. Secara umum, tembakau di Indonesia dibedakan menurut musim tanamnya. Ada dua jenis tembakau menurut musim tanamnya, yakni:

1) Tembakau Voor-Oogst

Jenis Voor-Oogst disebut juga tembakau musim kemarau. Mereka ditanam pada akhir musim penghujan dan dipanen saat musim kemarau. Itulah mengapa jenis ini dinamakan tembakau musim kemarau karena bisa dinikmati saat kemarau.

Tanaman tembakau jenis Voor-Oogst ini ada yang berupa tembakau Virginia, tembakau rakyat, dan tembakau Lumajang. Kesemua jenis tembakau tersebut merupakan tanaman tembakau yang ditanam saat musim penghujan dan dipanen saat kemarau.

2) Tembakau Na-Oogst

Jenis Na-Oogst adalah kebalikan dari tembakau Voor-Oogst karena ditanam di akhir musim kemarau dan dipanen di saat musim penghujan. Tumbuhan tembakau jenis ini merupakan tembakau Besuki.

Fakta Tembakau

Tumbuhan tembakau mampu merespon dan bertahan hidup pada cekaman genangan secara periodik selama kurang lebih 14 hari. Tujuh hari dalam kondisi waterlogging dan tujuh hari dalam kondisi flooding. Durasi tersebut sudah diatas kejadian alami yang biasanya berlangsung selama lima hari.

Setidaknya terdapat lima varietas tembakau yang memiliki toleransi terhadap cekaman genangan dan berpotensi dibudidayakan serta dikembangkan. Varietas tembakau yang tolerir tersebut, diantaranya adalah varietas Jepon Palakean, Srumpung, Somporis, Marakot, dan Manilo.

Semuanya memiliki nilai komersial yang tinggi. Toleransi tembakau terhadap cekaman genangan berdasarkan karakter fisiogenetiknya sangat variatif tergantung pada varietasnya. Meski begitu, semuanya dapat digunakan sebagai penanda toleran cekaman genangan.

karakter genetik ditandai dengan adanya dinamika ekspresi gen responsif terhadap cekaman genangan. Dimana toleransi tembakau terhadap cekaman genangan secara periodik ditunjukkan dengan adanya up-regulasi ekspresi relatif gen NtADH1, NtABA2, dan NtACS1.

Kelima varietas tembakau yang disebutkan diatas mendapat cekaman genangan secara periodik dari perlakuan waterlogging menuju flooding. Itu semua telah teruji dari penelitian yang dilakukan oleh Ahli Biologi dari ITS dan Unair.

Genangan atau banjir termasuk cekaman lingkungan abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman termasuk tembakau. Besarnya laju pertumbuhan tanaman yang tergenang ditentukan oleh tingkat genangan.

Tanaman mampu hidup dan tumbuh pada kondisi tanah tergenang melalui adaptasi anatomi, morfologi, dan mekanisme metabolik. Oleh karena itu, untuk menunjang program pemuliaan tanaman tembakau di Indonesia yang toleran terhadap genangan perlu dilakukan penelitian.

Beberapa ahli biologi dari ITS dan Unair berhasil menemukan lima varietas unggul dari 26 varietas tembakau yang diujikan. Hasil tersebutt selanjutnya dapat digunakan untuk petani yang akan membudidayakan tembakau di daerah rawan banjir dan genangan.

Berikut beberapa Tahap budidaya tembakau.

Cara Budidaya Tembakau tahap Pembibitan

Untuk pembibitan, benih harus utuh dengan jummlah 8-10 gram/ha. Perihal media semainya, gunakan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang matang yang dicampur natural Glio.

Untuk setiap meter persegi media semai, pupuk yang digunakan sebanyak 70 gram DS dan 35 gram ZA lalu isi pada polybag.

Bedeng persemaian diberi naungan berupa dedaunan dengan tinggi atap 1 m pada timur dan 60cm pada barat.

Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas selama 2 jam lalu keringkan. Agar lembab, kecambah pada baik diberi alas kertas merang.

Setelah 3 hari, benih akan tumbuh dan siap untuk disemaikan. Media semai harus basah dan benih dimasukkan sedalam 0,5 cm.

Selama pembibitan, benih harus disemprot POC NASA hingga 30-45 hari. setelah itu, bibit sudah bisa dipindahtanamkan.

Pengolahan Media Tanam dan Pemeliharaan

Untuk mengolah media tanam, lahan harus diberi pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha dan dibajak lalu dibiarkan selama seminggu.

Buat dengan dengan lebar dan tinggi 40 cm dengan jarak antar bedeng 100cm. jika tnah masa, lakukan pengapuran.

Kemudian siram SUPERNASA dengan dosis 10-15 botol/ha dengan dosis 1 botol SUPERNASA diencerkan dengan 3 liter air.

Kemudian bedengan disebar Natural GLIO 1-2 sachet dan dicampur pupuk kandang sebanyak 25-50 kg secara merata.

Ketika ditanam, jarak tanam sekitar 90×70 cm dengan cara membasahi dan menyobek polibag kemudian bibit dibenamkan sedalam leher akar pada waktu pagi atau sore hari.

Setelah 1-3 minggu penyulaman bisa dilakukan. Setiap 3 minggu sekali lakukan penyiangan.

Untuk pemupukan, dosisnya tergantung varietas dan jenis tanah.

Untuk pengairan dan penyiraman maka pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari.

Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali. Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga.

Pemanenan

Panen dapat dilakukan jika daun telah cukup umur dan berwarna hijau kekuningan. Sebaiknya daun dipetik pada saat cerah, bisa pagi atau sore hari dimulai daru daun terbawah ke atas.

Pemetikan dilakukan setelah 3-5 hari sekali dengan jumlah daun tipa tanaman 2-4 helai. Setiap tanaman dipetik sebanyak 5 kali.

Kualitas daun bisa dibedakan yatiu trash (apkiran): warna daun hitam, Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda, Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon) dan More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.

Leave a Comment