√ Contoh Jurnal | Penjelasan Lengkap Jurnal Ilmiah dan Akuntansi

Contoh Jurnal Ilmiah dan Akuntansi (Penjelasan Lengkap)

Contoh Jurnal – Berbicara soal jurnal dalam dunia akademik pasti sudah menjadi hal yang ghalib. Karena memang jurnal menjadi salah satu cara penempaan mahasiswa agar dapat berpikir dan menulis secara sistematis.

Pada dasarnya jurnal memiliki arti yang cukup banyak dan tidak terikat bergantung pada jenis jurnal itu sendiri. Dalam disiplin ilmu akuntansi ada yang disebut dengan jurnal umum.

Nah dalam pengertian ini jurnal bisa dimaknai dengan catatan kronologis transaksi keuangan suatu organisasi atau badan usaha.

Akan lain halnya jika jurnal tersebut merupakan jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah bisa diartikan dengan salah satu karya tulis ilmiah berisi artikel yang memuat informasi cukup padat dan luas.

Dari penjelasan di atas kita bisa tarik benang merah tentang pengertian jurnal secara umum yaitu publikasi periodik yang memuat sejumlah artikel, atau berita (berisi pendapat, saran, hiburan) dan kemudian diterbitkan secara teratur pada interval tertentu.

Sebelum kita beranjak pada contoh-contoh jurnal ada beberapa hal dasar yang harus diketahui terlebih dahulu di antaranya adalah:


Klasifikasi Jurnal


Klasifikasi jurnal ini menjadi pengetahuan dasar yang penting ketika kita ingin membuat jurnal, agar kita mengetahui benar jenis jurnal apa yang akan kita buat dan isian apa yang tepat untuk jenis jurnal tersebut.

Secara umum terdapat tiga jenis jurnal yaitu professional or trade jornals, popular journasl, dan scholarly journals. Berikut penjelasan masing-masing

Professional Or Trade Jornals

Sasaran dari jurnal ini adalah profesi atau industri tertentu yang memuat berita termutakhir, juga pendapat dan saran praktis tentang produk baru, serta ulasan yang memberitahukan kepada pembaca tentang kejadian dalam industri atau profesi.

Beberapa contoh yang termasuk dalam jurnal ini adalah Mediaweek, Advertising Age, dan The Bookseller.

Popular Journasl

jurnal popular memuat berbagai berita, cerita fitur, dan pendapat serta potongan editorial yang memberikan informasi dan hiburan untuk pembacanya.

Umumnya jurnal ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak peer-review.

Di dalamnya juga memuat iklan, ilustrasi, kutipan, serta biografi yang tidak umum Adapun contoh dari popular jurnal Adalah Time, Vogue, People Magazine, Economist.

Scholarly Journals

Jurnal scholarly merupakan jurnal yang sering kita temui di dunia akademik, oleh karenanya jurnal ini juga dikenal dengan sebutan jurnal akademik, jurnal wasit, atau juga peer-review jurnal.

Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan penelitian temuan baru. di dalamnya memuat artikel yang diterbitkan pada interval tertentu.

Beberapa contoh yang termasuk dalam jurnal ini yaitu Publishing Research Quarterly, South African Journal Of Science , dan Jornal Of Science And Technology.

Dari tiga jenis jurnal tersebut yang paling banyak kita jumpai adalah jurnal jenis akademik atau scholarly journals.

Pada jurnal akademik kita akan menjumpai jurnal ilmiah dan jurnal akuntansi, dimana kedua jurnal tersebut juga merupakan jurnal yang sering ditemui keberadaannya.

Oleh karena itu kita akan mempelajari terlebih dahulu cara membuat atau langkah-langkah dalam membuat kedua jurnal tersebut sebelum nantinya juga akan disajikan beberapa contohnya.


Sistematika Penulisan Jurnal Ilmiah


Seperti halnya karya tulis pada umumnya yang memiliki sistematika penulisan, jurnal ilmiah juga memiliki aturan penulisan yang harus dilakukan dengan benar.

Berikut adalah sistematika penulisan jurnal yang harus diketahui:

Judul

Hal pertama yang harus dilakukan dalam membuat setiap tulisan adalah menentukan judul. Karena judul ini nantinya akan memudahkan pembaca dalam mengetahui tema jurnal yang akan dibahas.

Oleh sebab itu sebaiknya pilihlah judul yang menarik baik dalam diksi ataupun isunya.

Judul harus dibuat dengan jelas dan lugas, karena menjadi cerminan dari isi jurnal tersebut. Judul yang baik akan mewakili inti dari jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal.

Sesuai aturan EYD baiknya judul dibuat pada kisaran 10-12 kata. Diletakkan pada bagian atas di halaman pertama jurnal, dan ditulis menggunakan huruf capital dengan cetak tebal (bold).

Nama

Ditulis tepat di bawah judul dengan susunan nama penulis utama, nama pembimbing I, nama pembimbing II, dan seterusnya.

Penulisan nama tanpa gelar dan dianjurkan mencantumkan nama lembaga atau alamat instansi bekerja. Disarankan juga mencantumkan kontak dan email.

Abstrak

Ada hal penting yang harus diingat bahwa abstrak bukanlah kesimpulan dari jurnal. abstrak berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap keseluruhan isi jurnal tersebut.

Memudahkan pembaca untuk mencerna keseluruhan isi jurnal secara singkat.

Isi dari abstrak memiliki kriteria yang harus dipenuhi diantaranya adalah padat, jelas, ringkas, dan objektif.

Jumlah kata penulisan abstrak minimal kurang lebih 250 kata yang memuat tujuan jurnal, metode, hasil, serta kesimpulan singkat dari isi jurnal tersebut.

Susunan abstrak terdiri dari rangkuman pendahuluan, tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan dari isi jurnal secara keseluruhan. Penulisannya biasanya diketik menggunakan format 1 spasi.

Dianjurkan untuk tidak menggunakan singkatan atau kutipan dalam menulis abstrak.

Untuk menghemat kata, rangkumlah poin-poin paling penting di setiap bagian jurnal anda, kemudian susun deskripsi singkat mengenai poin-poin tersebut.

Terakhir, jangan lupa menentukan kata kunci (key words) setelah menyusun abstrak. Kata kunci adalah inti atau poin utama yang dibahas dari penelitian, biasanya sebanyak 3-5 kata.

Pendahuluan

Pendahuluan berisi latar belakang masalah serta ulasan manfaat dari jurnal yang dibuat.

Dari bagian pendahuluan ini pembaca akan mengerti betapa pentingnya isu yang diangkat atau yang dijadikan pembahasan dalam jurnal.

Sehingga sangat penting pada latar belakang masalah disajikan data dan fakta terkait isu dalam jurnal tersebut.

Dalam menulis latar belakang kaitkan uraian permasalahan anda dengan teori yang telah ada sebelumnya. Teori tersebut dapat bersumber dari hasil penelitian yang serupa atau jurnal ilmiah lainnya.

Metode penulisan pendahuluan biasanya menggunakan format 2 spasi dan tidak terlalu panjang.

Berbeda dengan menyusun makalah, dalam menyusun jurnal tujuan penelitian juga dicantumkan dalam pendahuluan karena tidak ada rubrik atau sub-bab khusus.

Bahan dan Metode

Sudah jelas bahwa bahan dan metode ini mencakup tahapan penelitian, metode penelitian, jenis metode pengumpulan data, tempat, dan tipe pengendalian masalah.

Hal penting yang harus diingat saat menulis metode adalah pemaparan yang rinci dan detail sehingga pembaca mengetahui seperti apa penelitian anda dilakukan.

Sama dengan pendahuluan penulisan metode bisanya menggunakan format 2 spasi dalam bentuk manuskrip.

Hasil

Pada bagian hasil akan disajikan teks, tabel, atau diagram, serta gambar-gambar yang relevan agar memudahkan pembaca dalam memahami hasil dari penemuan tersebut.

Pembahasan

Dalam pembahasan memuat penjelasan-penjelasan terkait data yang disajikan. Pembahasan ini juga fokus pada kejadian ketika penelitian tersebut dilakukan.

Setelah membahas hasil atau data anda, jangan lupa bandingkan hasil tersebut dengan penelitian sebelumnya yang dijadikan sebagai acuan.

Hubungkan hasil penelitian anda dengan teori yang sudah ada, apakah sejalan atau tidak.

Kesimpulan

Tentu kesimpulan akan berisi informasi penting yang dihasilkan dari penelitian tersebut. Kesimpulan adalah jawaban dari tujuan dan membuktikan hipotesis penelitian. Ditulis dengan singkat, padat, dan jelas.

Dari sebuah kesimpulan dapat diketahui kelebihan dan kekurangan metode yang digunakan. Biasanya juga berisi peluang yang memungkinkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Dari kesimpulan dapat ditarik saran untuk peneliti selanjutnya. Atau justru membuka potensi baru yang dapat disambungkan dengan penelitian tersebut.

Daftar Pustaka

Bagian ini juga sangat penting untuk ditulis agar jurnal yang kita buat memang terpercaya karena informasi, data, ataupun teori memiliki bahan rujukan yang jelas.

Penulisan daftar pustaka terdiri dari nama pengarang, tahun penerbitan, judul penelitian, nama lembaga atau instansi penerbit, dan nama tempat diterbitkannya jurnal.

Khusus untuk penulisan nama pengarang memiliki aturan tertentu. Yaitu ditulis dengan urutan nama akhir, nama awal, dan nama tengah (jika ada). Penulisan nama tidak mencantumkan gelar akademik.


Kaidah Jurnal Ilmiah


Jurnal ilmiah merupakan sebuah publikasi yang mengandung data dan informasi dari hasil riset atau penelitian.

Jenis karya tulis ilmiah ini dapat dipublikasikan secara berkala dalam skala nasional dan skala internasional.

Syarat Administratif Jurnal Ilmiah

Saat mengajukan jurnal ilmiah dalam bentuk manuskrip, tidak semata-mata jurnal kamu akan langsung lolos publikasi begitu saja.

Akan melewati beberapa tahap revisi oleh satu, dua, atau lebih reviewer. Berikut ketentuan persyaratan administratif jurnal ilmiah:

  • Memiliki ISSN (International Standard Serial Number)
  • Memiliki mitra bestari (penelaah sejawat) minimal empat orang
  • Jurnal ilmiah diterbitkan secara berkala, minimal dua kali dalam setahun
  • Setiap kali diterbitkan, jurnal ilmiah minimal berjumlah 300 eksemplar.

Fungsi Jurnal Ilmiah

Fungsi utama jurnal ilmiah adalah mempublikasikan sebuah karya yang kreatif dan inovatif terkait bidang akademik.

Seperti jurnal ilmiah di bidang kesehatan, farmasi, biologi, pertanian, keuangan, ekonomi, teknik sipil, informatika, dan lain sebagainya.

Penerbitan beberapa jurnal di atas tentu berkaitan dengan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengulas tentang penemuan baru di berbagai bidang penelitian. Temuan baru ini dapat dikatakan sebagai jurnal ilmiah, jika memenuhi fungsi sebagai berikut:

Certification

Dalam hal ini jurnal ilmiah dapat difungsikan sebagai wadah keizinan atau persetujuan. Dimana bertujuan untuk melindungi penulis dan pembaca dari konten penipuan.

Oleh karena itu jurnal ilmiah wajib memiliki informasi ilmiah yang kualitasnya dapat dijamin keasliannya.

Registration

Fungsi ini memberikan klaim “Hak Cipta” kepada penulis atas ide-ide dan penelitiannya.

Fungsi registrasi bertujuan memastikan bahwa para penulis akan dihormati atas karya-karya mereka dengan menjamin tidak akan terjadi duplikasi terhadap jurnal ilmiah yang telah diterbitkan.

Untuk mencegah terjadinya duplikasi atau penjiplakan, ada baiknya penulis tidak lama-lama menunda mempublikasikan hasil penelitian.

Sebab memungkinkan penulis lain juga melakukan riset yang sama dan sudah mempublikasikannya terlebih dahulu.

Archival Record

Artinya jurnal ilmiah yang sudah diterbitkan menjadi arsip atau catatan dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Archival record merupakan sebuah sistem permanen yang menyimpan karya-karya publikasi, sehingga suatu saat dapat diakses di masa mendatang.

Dissemination

Sebuah jurnal dikatakan ilmiah apabila memiliki fungsi dalam menyediakan akses yang menginformasikan penemuan kepada khalayak atau pembaca.

Jadi dalam sebuah jurnal ilmiah harus dipastikan mengandung konten atau kata kunci yang tepat.


Jenis-Jenis Jurnal Ilmiah


Berikut beberapa Jenis-Jenis Jurnal Ilmiah.

1. Jurnal Nasional

Sesuai dengan namanya, jurnal nasional merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan melalui situs web nasional.

Skala cakupan wilayah penerbitan jurnal ini hanya dapat diakses di Indonesia saja, artinya tidak sampai ke kancah internasional.

Jurnal nasional juga memiliki kriteria ditulis dengan memenuhi ketentuan atau kaidah ilmu dan etika keilmuan.

Dikelola dengan profesional, seperti ketepatan keberkalaan, ketersediaan petunjuk penulisan, identitas jurnal, dan lain sebagainya.

Dalam penulisannya tentu saja jurnal nasional menggunakan Bahasa Indonesia yang dibenarkan menurut EYD.

Dengan syarat penulis minimal berasal dari 2 (dua) institusi yang berbeda. Serta terdapat dewan editor yang ahli pada bidangnya minimal dari 2 (dua) institusi yang berbeda.

2. Jurnal Nasional Terakreditasi

Sama dengan jurnal nasional sebelumnya, namun jurnal kedua ini merupakan terbitan berkala ilmiah yang memperoleh status terakreditasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) atau kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dalam hal ini yang diakreditasi adalah situs penerbit jurnal, baik yang diterbitkan secara daring (online) maupun dalam bentuk cetak (eksemplar).

Akreditasi biasanya berlaku dalam masa tertentu, jika sudah expired maka wajib diperpanjang.

3. Jurnal Internasional

Perbedaan jurnal nasional dan internasional pertama adalah dari segi bahasanya. Jika jurnal nasional menggunakan Bahasa Indonesia, jurnal internasional ditulis menggunakan bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan Tiongkok).

Beberapa situs penerbit jurnal internasional yang sudah terkenal diantaranya science direct, scorpus, e-resources.perpusnas.go.id, lipi.go.id, Directory of Open Access Journal (DOAJ), researchgate.net, el savier, google scholar, dan lain sebagainya.

Kesemua situs tersebut dapat kamu akses untuk mencari referensi jurnal internasional secara online.

Jika kamu masih belum menemukan jurnal yang kamu cari, bisa minta bantuan dosen atau kerabat yang kira-kira memiliki akses lebih.

4. Jurnal Internasional Bereputasi

Bedanya dengan jurnal internasional biasanya, jenis jurnal keempat ini memenuhi kriteria terindeks oleh pangkalan situs web internasional bereputasi, seperti scorpus dan web of sience.

Selain itu jurnal internasional bereputasi harus memiliki impact factor dari ISI Web of Science, atau dari Scimago Journal Rank (SJR), atau dari Scimago Journal and Country Rank serendah-rendah pada qurtil tiga (Q3).


Contoh Jurnal Ilmiah


Setelah mengetahui cara membuat jurnal tersebut, barulah akan disajikan contoh-contoh dari jurnal ilmiah.

Pengetahuan tentang cara membuat jurnal diharapkan dapat memudahkan pembaca dalam membuat jurnal.

Agar lebih memudahkan dalam memahami cara membuat jurnal di bawah ini terdapat beberapa contoh jurnal ilmiah yang bisa dipelajari bersama:

ANALISIS DAYA SAING EKSPOR MINYAK SAWIT


Jurnal Akuntansi


Seperti yang sudah disinggung di awal jurnal akuntansi digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan perusahaan atau organisasi.

Pada dunia akuntansi ada dua jenis jurnal yang akan ditemui yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Berikut penjelasan kedua jenis jurnal tersebut:

Jurnal Umum

Jurnal ini digunakan untuk mencatat secara kronologis dan terperinci semua aktivitas transaksi keuangan yang dilakukan.

Ghalibnya jurnal umum digunakan oleh perusahaan jasa, karena memang transaksi dalam perusahaan jasa lebih mudah untuk dicatat berdasarkan urutan tanggal tersebut.

Jurnal Khusus

Untuk jurnal khusus dalam penggunaannya berbeda dengan jurnal umum. Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat dengan mengelompokkan transaksi berdasarkan jenis traksaksi.

Sebagai contoh, perusahaan melakukan pembelian secara kredit maka catatan transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal khusus yang disebut dengan jurnal pembelian.

Adapun pengelompokkan dalam jurnal khusus tersebut dibagi menjadi 4 yaitu:

  • Jurnal Pembelian

Dalam jurnal pembelian mencatat segala transaksi tentang pembelian dan pembayaran barang dagangan ataupun barang lainnya yang dilakukan secara kredit.

  • Jurnal Penjualan

Sedangkan jurnal penjualan yaitu buku harian khusus yang memuat catatan semua transaksi penjualan barang secara kredit.

  • Jurnal Penerimaan Kas

Penerimaan kas merupakan buku harian khusus yang berisi semua transaksi penerimaan tunai, baik berupa cek ataupun cash.

Merupakan jurnal yang juga mencatat transaksi seperti penerimaan piutang, penerimaan uang dari penjualan tunai, dan lain-lain.

  • Jurnal Pengeluaran Kas

Merupakan jurnal yang mencatat transaksi pembayaran tunai, baik berupa cek atau cash.


Contoh Jurnal Akuntansi


Berikut beberapa contoh jurnal akuntansi.

JURNAL UMUM

PERIODE FEBRUARI 2018

Tanggal

(2018)

Ket. Ref. Saldo
Debit Kredit
Februari, 10 Kas Rp. 20.000.000
                    Modal Bapak Budi Rp. 20.000.000
Februari, 15 Perlengkapan Rp. 3.000.000
                        Hutang usaha Rp. 3.000.000
Februari, 30 Beban listrik dan telepon Rp. 500.000
       Kas Rp.500.000
Total Rp.23.500.000 Rp.23.000.000

 Contoh jurnal akuntansi khusus

JURNAL PENJUALAN

PERIODE FEBRUARI 2018

Tanggal

 

Nomor Faktur  Ket. Ref. Sarat pembayaran Piutang dagang (D) penjualan (K)
4 Februari 2018 TK. Setia Budi 3/15, n/30 Rp. 5.000.0000
7 Februari 2018 TK. Tanjung 2/15, n/30 Rp. 2.000.0000
14 Februari 2018 TK. Makmur 5/15, n/30 Rp. 3.000.0000
Jumlah Rp.23.500.000 Rp.23.000.000

 

JURNAL PEMBELIAN

PERIODE FEBRUARI 2018

Tanggal

 

Ket. Ref. Debit Utang Dagang
Pembelian Serba-Serbi
Ref Akun Jumlah
6 Februari 2018 CV Makmur Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000
9 Februari 2018 CV Anjani Rp. 6.000.000 Rp. 6.000.000
15 Februari 2018 CV Mekar Jaya Rp. 4.000.000 Peralatan Rp. 50.000 Rp. 4.000.000
Jumlah Rp. 13.050.000

Demikian beberapa penjelasan mengenai Contoh Jurnal beserta Penjelasan Lengkap Jurnal Ilmiah dan Akuntansi. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment