14 Film Romantis Indonesia Terbaik (Bakal Bikin Kamu Baper)

Film genre drama romantis merupakan salah satu genre film terlaris di Indonesia. Tak selalu meceritakan ‘happy ending’ saja namun ada juga yang ‘sad´ending’.

Berbagai latar belakang cerita mulai dari masa-masa sekolah, rumah tangga hingga pertemanan yang berujung dengan drama percintaan yang dijamin akan membuat baper penontonnya.

Film dengan genre romantis memang paling banyak menyita perhatian karena penonton akan digiring untuk terbawa suasana film yang biasanya mengharukan dan menyentuh perasaan.


Film Romantis Indonesia Terbaik


Pada kesempatan kali ini akan diulas film-film romantis di Indonesia. Mau tau apa saja? Yuk simak rangkuman dibawah ini.

1. 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta (2010)

image source: pinterest.dk

3 hati 2 Dunia 1 Cinta merupakan sebuah film besutan sutradara Benni Setiawan yang dibintangi oleh Reza Rahadian (Rosid), Laura Basuki (Della), dan Arumi Bachsin (Nabila). Bercerita tentang percintaan beda agama antara Rosid dengan Della.

Rosid merupakan pemuda muslim yang eksentrik sekaligus berjiwa seni dan bercita cita menjadi seorang seniman besar dengan keidealisannya. Gaya seorang seniman ditujukan Rosid dengan rambutnya yang kribo.

Lantara rambut kribonya juga yang membuat ayah dari Rosid, yakni Mansur gusar karena Rosid tidak bisa memakai kopiah. Padahal menurut Mansur, peci merupakan lambang kesalehan.

Sebenarnya Rosid enggan memakai peci, bukan hanya karena rambut kribonya, tapi juga idealismenya.

Sementara Della merupakan seorang gadis katolik dengan orang tua yang juga konservatif jatuh cinta kepada Rosid. Kedua insan ini saling mencintai meski memiliki perbedaan agama. di sisi lain ada Nabila, seorang gadis muslimah yang dijodohkan dengan Rosid.

Ternyata Nabila juga diam-diam telah mengagumi Rosid sejak lama. Lalu apakah cinta Rosid dan Della berhasil? Bagaimana dengan kisah cinta Nabila?

2. Habibie & Ainun (2012)

Mengangkat kisah nyata tokoh indonesia bapak Habibie dan istrinya. dimana filmromantis Indonesia ini cukup menyedot perhatian penikmat film Indonesia di penghujung tahun 2012.

Film romantis Indonesia ini menceritakan tentang pertemuan antara Ibu Ainun dan Pak Habibie dimulai dari masa mereka sekolah hingga kemudian Ainun dan Habibie menjalin cinta.

Di tahun 1962 akhirnya Habibie pulang ke Bandung dan bertemu lagi dengan Ainun, Habibie terpesona terhadap paras ayu Ainun yang dulunya sering di’olok-olok’ oleh Habibie dengan sebutan gula jawa.

Tak butuh waktu yang lama akhirnya Habibie dan Ainun saling jatuh cinta kemudian merekapun menikah.

Tidak hanya cerita cinta saja disini yang disuguhkan namun meceritakan seorang Habibie yang menjadi wakil presiden yang didesak akan problema kenegaraan.

Film ini tak hanya bisa dinikmati oleh kalangan remaja saja namun kalangan orang tua pun bisa menikmatinya selain menampilkan sisi romantis namun tetap sarat akan pesan yang ditinggalkan.

3. 7 Hari 24 Jam (2014)

film romantis indonesia
image source: kaskus.co.id

7/27 merupakan sebuah film yang disutradarai oleh Fajar Nugros dan dibintangi oleh aktris Dian Sastrowardoyo bersama dengan Lukman Sardi. Dian berperan sebagai Tania Wulandari sedangkan Lukman berperan sebagai Prasetyo Ichsan Setiawan.

Tyo dan Tania merupakan pasangan suami istri dengan dua profesi yang berbeda. Dimana Tyo adalah seorang sutradara terkenal sementara Tania adalah manajer di salah satu Bank ternama. Keduanya memiliki seorang anak berumur lima tahun.

Kisah antara kedua pasangan ini mungkin seperti kisah pasangan penggila kerja pada umumnya. Mereka hanya bertemu di pagi hari atau di malam hari, bahkan mungkin hanya di akhir pekan. Uniknya meskipun sama-sama sibuk mereka bisa sangat romantis saat bertemu.

Suatu hari Tyo pingsan saat berada di lokasi syuting dan harus di rawat di rumah sakit. Tania yang bekerja harus ekstra menguras tenaga dan pikiran karena merawat suaminya yang sakit, rumah, dan anaknya.

Akhirnya Tania pun tumbang dan harus dirawat dirumah sakit serta ruangan yang sama dengan suaminya. Rahasia diantara mereka yang selama ini disimpan rapi perlahan terbuka satu persatu. Momen manis antara kedua pasangan ini berubah menjadi pertempuran.

4. Magic Hour (2015)

Film yang diperankan oleh Michelle Ziudith dan Dimas Anggara ini sukses menjadi film romantis Indonesia tahun 2015.

Reina yang seorang anak yatim piatu diadopsi oleh orang tua Gweni, dimana sebelumnya Gweni dijodohkan dengan Dimas yang ternyata Dimas malah mencintai Reina.

Drama percintaan ini dibuat semakin rumit ketika sahabat Reina (Rizky Nazar) mengungkapkan perasaannya pada Reina dan Reina pun juga bertengkar dengan Gwenni karena Dimas mecintai Reina.

Reina yang sangat menyukai hujan untuk pertamakalinya dia membenci hujan begitu pun ia membenci Dimas.

5. Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016)

Kisah cinta antara Cinta dan Rangga akhirnya diungkit lagi dengan peluncuran film ke-duanya.

Cinta yang sebelumnya ditinggalkan Rangga akibat LDR beda benua pada film yang kedua ini diceritakan telah memiliki tunangan. Hingga pertemuannya kembali dengan Rangga membuat cerita cintanya pun menjadi rumit.

Dengan membawa latar belakang kota Yogyakarta sebagai tempat pembuatan film, membuat para penonton disuguhkan keindahan tempat wisata yang apik.

Film romantis Indonesia ini pantas ditonton apalagi mereka yang ingin sedikit bernostalgia dengan kisah Cinta dan Rangga.

Sosok Rangga yang tak banyak bicara namun romantis ini akan di tayangkan kembali.  Pastinya membuat para penonton mengingat kembali akan Rangga yang suka mengungkankan kata-kata bak puisi.

6. Hujan Bulan Juni (2017)

Film yang diadiopsi dari novel karya Sapardi Djoko Darmono ini mengisahkan tentang seorang dosen muda Sastra Jepang Universitas Indonesia yang bernama Pingkan (Velove Vexia), dia mendapat kesempatan belajar ke Jepang selam 2 tahun.

Sarwono (Adipati Dolken) merupakan kekasih Pingkan merasa galau ditinggal wanita yang selama ini tidak pernah ditinggalkan.

Bagi penonton pecinta sastra atau bukan film ini memang layak ditonton, banyak sekali puis-puisi lah legendaris dari Sapardi Djoko Darmono yang tertuang dalam film ini.

Pengambilan film salah satunya di kota Manado ini membuat para penonton dimanjakan dengan keindahan Bukit Kelong Tomohon, Danau Linow, Bukit Kasih Kanonang Patung Tuhan Yesus di Citra Land hingga Pantai Likupang.

7. Promise (2017)

Film karya sutradara Asep Kusdinar ini menceritakan tentang cowok Jogja yang tampan dan sederhana bernama Rahman (Dimas Anggara) yang meiliki sahabat bernama Aji (Boy William).

Aji yang seorang playboy yang sering bergonta-ganti pacar tak sungkan mengajarkan Rahman cara mendekati cewek cantik, Rahman digambarkan sebagai cowok yang masih lugu dan pemalu.

Hingga pada suatu saat Rahman dinikahkan siri oleh ayahnya dengan wanita cantik bernama Kanya (Amanda Rawless) yang merupakan anak sahabat ayahnya.

Kisah cinta Rahman pun sedikit berliku karena Kanya meminta untuk menceraikannya.

Film ini layak ditonton karena mampu membuat penontonya baper dan menitihkan air mata.

Banyak adegan sweet yang diperankan oleh pemainnya yang dibawakan secara ringan namun tetap menyentuh hati.

8. Critical Eleven (2017)

Seperti pada judul filmnya ‘Critical Eleven’ diistilahkan seperti pada istilah penerbangan yaitu menit-menit kritis penerbangan.

Filmnya menceritakan sebuah konflik percintaan kehidupan rumah tangga pasangan muda yang berada di titik-titik kritisnya.

Film yang memiliki latar belakang tempat di New York ini menceritakan awal mula kisah cinta yang manis dan menyenangkan.

Namun, setelahnya disuguhkan dengan konflik internal yang disebabkan oleh pemikiran dan ego masing-masing pasangan. Emosi tersebut mampu mengajak para penontonnya masuk kedalam alur kesedihan.

Film ini sarat makna, sebagai penikmat film tidak hanya menikmati sisi hiburan filmnya saja namun dapat mengambil pesan-pesan yang tertuang dalam cerita film ini.

9. Posesif (2017)

Film yang telah release akhir 2017 ini menampilkan cerita roman yang syarat pesan moral walaupun tidak berakhir seperti kebanyakan orang harapkan yaitu ‘happy ending’.

Masih tetap dengan latar belakang kisah SMA namun cerita ini menampilkan konflik percintaan yang tidak biasa bisa disebut ‘toxic relationship’, bisa dibilang bukan percintaan imut-imut SMA.

Yudis yang diperankan oleh Adipati Dolken menjadi sosok yang posesif mencintai pacarnya yang bernama Lala diperankan oleh Putri Marino.

Dengan diawali cerita cinta yang manis dan diisi dengan cerita latar belakang masalah kehidupan keluarga masing-masing mampu menyuguhkan film cinta SMA yang cukup mengandung banyak konflik di dalamnya.

Tak heran film ini masuk dalam nominasi film terbaik di tahunnya.

10. Asal Kau Bahagia (2018)

film romantis indonesia

Asal Kau Bahagia merupakan sebuah film yang terinspirasi dari lagu milik band Armada dengan judul yang sama. Dibintangi oleh aktor muda Aliando Syarif dan Aurora Ribero. Asal Kau Bahagia bercerita tentang sepasang kekasih, yakni Aliando dan Aurora.

Pada suatu malam, Aliando berkendara dengan terburu-buru untuk menemui Aurora. Sayangnya, karena lampu merah menyala sangat lama Aliando pun melanggar rambu lalu lintas. Ia pun akhirnya tertabrak truk yang sedang melaju hingga koma.

Lantara koma jiw Aliando berada di alam bawah sadar. Aliando dalam bentuk arwah yang belum mati terus mengawasi kekasihnya, yakni Aurora. Teman dari Aliando, yakni Dewa bisa melihat arwah Aliando dan menjembatani hubungan Aliando dengan Aurora.

Perjalanan cinta mereka diuji ketika Aurora bertemu pria lain. Aliando merasa telah membebani Aurora selama ini hingga ia berniat untuk melepaskan Aurora asal ia bahagia.

11. Eiffel I’m in Love 2 (2018)

Setelah 14 tahun film pertama tayang, akhirnya sekuel kedua muncul dengan tokoh yang sama dan terlihat lebih ‘mature’.

Menceritakan kisah cinta jarak jauh antara Tita dan Adit selama 12 tahun Jakarta-Paris. Pasangan kekasih ini yang bisa dibilang pacaran dan belum nikah-nikah seringkali mendapat pertanyaan ‘kapan menikah’ dari berbagai pihak.

Tita yang diperankan oleh Shandy Aulia sudah tamat menjadi ‘bridesmaid’ ini semakin galau apalagi sudah banyak sekali temannya yang telah menikah.

Kisah percintaan mereka diuji ketika Tita dan Adit sama-sama memiliki teman dekat, disinilah konflik mereka mulai muncul.

Para pecinta film era 2000an pasti sangat menantikan bagaimana kelanjutan antara kisah Tita-Adit yang entah berujung pernikahan atau tidak.

12. Dilan : Dilan 1990 (2018)

Diangkat dari novel laris karya Pidie Baiq. Film yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla ini mampu mencapai 6 jutaan penonton.

Tidak jauh beda dengan novelnya, film ini mengangkat kisah nyata percintaan di era 90an.

Dengan berlatar belakang kota Bandung di jamannya yang masih sepi membuat film ini terasa syahdu. Apalagi membuat beberapa generasi jaman dulu menjadi sedikir bernostalgia.

Dilan (Iqbaal Ramadhan) sebagai pemeran utama disini, menjadi sosok yang mencintai Milea (Vanesha Prescila). Akting keduanya mampu membuat orang yang melihatnya menjadi ikut tersenyum-senyum.

Di film ini dia berperan menjadi sosok yang puitis nan romantis mampu membuat film ini terasa apik.

Tak heran memang film ini bisa disebut fil romantis pada awal tahun 2018 cukup mampu menarik minat masyarakat ke bioskop.

13. Teman Tapi Menikah (2018)

Film yang meluncur di akhir Maret 2018 ini cukup menyita minat para penonton pasalnya film ini mengangkat cerita dari kehidupan nyata pasangan selebritis Ayudia & Ditto Percussion.

Menceritakan kisah cinta Ditto yang diam-diam memendam perasaan terhadap sahabatnya Ayu selama 12 tahun. Melihat judul filmnya saja sudah dapat ditebak dengan berakhir pernikahan.

Film ini menyuguhkan kisah cinta yang relate dengan kehidupan cinta pada umumnya. Dikemas dengan pertemanan yang kocak namun mampu membuat para penontonnya menjadi baper.

14. 99 Nama Cinta (2019)

film romantis indonesia
image source: leylahana.com

99 Nama cinta disutradarai oleh Garin Nugroho dan dibintangi oleh Acha Septriasa, Deva Mahenra, Ira WIbowo, dan Donny Damara. Acha berperan sebagai Talia, Deva berperan sebagai Kiblat, Ira berperan sebagai ibu dari Talia, dan Donny sebagai Kyai Umar.

Film ini berkisah seputar karir Talia sebagai presenter sekaligus produser acara gosip di stasiun televisi. Kehidupan Talia berubah drastiss saat ia bertemu dengan Kiblat yang merupakan seorang ustad muda.

Kiblat datang untuk membimbing Talia dalam memperdalam agama karena kehendak almarhum ayah Talia. Sejak pertemuannya dengan Kiblat, hidup Talia jungkir balik. Karirnya merosot karena kesalahan kecil, tapi Kiblat justru membantu Talia disaat-saat seperti itu.

Getar-getar cinta dalam hati Talia perlahan muncul. Sayangnya semua menjadi buyar ketika Talia mendengar berita bahwa Kiblat akan dijodohkan dengan Husna (Chiki Fawzi). Husna merupakan seorang pengajar baru di pesantren milik keluarga Kiblat.

Leave a Comment