jenis ayam bangkok

Jenis Ayam Bangkok Dan Beberapa Fakta Terkait Spesiesnya

Jenis ayam bangkok – Tidak seperti namanya, asal muasal ayam bangkok sebenarnya berasal dari daerah Cina. Orang Cina zaman dahulu mencari varietas ayam terbaik dari hutan yang mereka kawin silangkan dengan ayam kampung. Hasil persilangan tersebut mereka jadikan sebagai ayam petarung.

Orang-orang Cina kemudian menjual varietas ayam petarung hasil rekayasa mereka ke daerah-daerah di Asia, terutama Asia Tenggara. Ayam dari Cina tersebut menjadi cikal bakal ayam petarung yang ada di Asia Tenggara. Dahulu ayam bangkok dari Thailand terkenal dengan gerakan yang sangat cepat dan sangat mematikan ketika bertarung.

Saat ini ayam petarung khas Thailand memang tidak berbeda jauh dengan ayam petarung dari Filipina. Meski begitu varietas ayam ini tetap diunggulkan, bahkan ditahun 2017 ayam Bangkok yang memenangkan 3x pertarungan berhasil terjual hingga 1 juta Bath atau sekitar 400 juta-an Rupiah.


Jenis Ayam Bangkok


Di Indonesia sendiri ajang adu ayam sudah ada sejak jaman para pedagang Cina masuk ke Indonesia. Ayam bangkok menjadi salah satu jenis ayam petarung yang banyak digunakan saat pertarungan ayam Di Indonesia. Untuk lebih jelasnya kita lihat fakta-fakta ayam bangkok di bawah ini:

1. Warisan Budaya

Beberapa negara di Asia memang menjadikan ajang adu ayam sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang yang mereka lestarikan. Termasuk juga negara asal ayam Bangkok, yaitu Thailand.

Pada tahun 1975 ayam Bangkok milik Vaj Kub yang bernama Bay menjadi raja aduan di Nampang sebuah arena aduan bergengsi. Bahkan budaya adu ayam telah mendapat dukungan dari menteri kebudayaan setempat.

Ayam petarung yang menag di arena bahkan disamakan dengan para petarung muay thai. Pejantang yang menag akan masuk dan dibahas dalam majalah olahraga kenamaan disana.

2. Karakteristik Fisik

Badan ayam tegap dengan postur yang bagus, tapi terasa empuk ketika dipegang. Keempukan ini menandakan ayam memiliki otot-otot yang bagus dan meyerang dengan akurasi tinggi. Tulang mereka tebal dan kuat menandakan ketangguhan mereka sebagai ayam petarung. Dengan tulang leher yang rapat serta tulang kaki super membuat ayam ini sanggup bertahan meskipun diserang bertubu-tubi.
Kepalanya seperti bentuk buah pinang dengan ukuran yang besar. Semakin besar tubuh dan kepalanya menandakan ayam tersebut tangguh. Mata yang bagus adalah yang warnanya sama dengan warna paruh dan cekernya.

Jengger dari ayam Bangkok yang menjadi unggulan adalah yang bentuknya mnyerupai belangkon. Teksturnya tidak kasar dan memanjang ke belakang. Sisik kaki ayam yang bagus adalahh yang berderet mulai dari jari kelingking hingga kakinya tanpa putus.

3. Cara Perawatan

Kandang ayam harus berjarak minimal 5 meter dari kandang ayam lainnya agar tidak bertengkar atau stress. Usahakan kontur tanah datar dengan sirkulasi udara yang bagus. Usahakan berumput dan ada saluran airnya. Harus terkena sinar matahari pagi.

Penting untuk memberikan suplemen tambahan bagi ayam. Campurkan susu bubuk bayi dengan pur, perbandingannya 1:5 untuk anak ayam usia 1 hingga 4 bulan. Ini berguna bagi pertumbuhan otot dan tulang serta bulu mereka.

Saat masih anakan jangan biarkan anak ayam terlalu lama bermain diluar kandang. Berilah mereka waktu diluar kandar sekitar 30 menit sehari. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan mereka. Jika energi mereka terlalu banyak digunakan untuk bermain dikhawatirkan tidak akan tumbuh dengan baik.

Itulah sedikit info dan fakta menarik mengenai ayam Bangkok. Semoga ulasan diatas bisa membatu anda para pecinta ayam Bangkok.

Mengenal Jenis Ayam Bangkok

Meskipun ayam bangkok bukan jenis ayam buras, tapi mereka sangat digemari masyarakat sebagai ayam klangenan dan aduan. Penampakan ayam bangkok secara fisik memiliki badan yang kuat, kokoh, gagah, tegap, serta menarik.

Selain itu, hal yang menarik dari jenis ayam bangkok dibanding jenis ayam buras lainnya selain itu, yang menarik dari ayam bangkok dibanding ayam lainnya adalah kepandaiannya serta keberaniannya dalam bertarung sampai mati.

Sehingga ayam bangkok dikenal sebagai rajanya ayam aduan karena dianggap tangguh saat diadu. Apalagi banyak jenis ayam bangkok yang sering menang dalam lomba sabung ayam.

Jika ayam bangkok sering menang dalam aduan, maka harganya menjadi sangat mahal hingga mencapai puluhan juta. Sementara yang masih dalam pemeliharaan atau belum pernah diadu harganya kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Telur dan anakan ayam bangkok juga memiliki harga yang relatif mahal. Dapat disimpulkan jika membudidayakan ayam bangkok dengan baik dan benar akan mendatangkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.

Tentu jika ingin menghasilkan ayam bangkok bernilai jual tinggi harus ada perlakuan khusus untuk ayam-ayam tersebut. Tidak hanya faktor genetik yang membuat mereka tangguh, tapi juga ada faktor eksternal yang mempengaruhinya.

Hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain: pemberian pakan yang istimewa, pelatihan fisik dan mental ayam, serta perawatan-perawatan khusus lainnya. Tentu peternak juga harus memperhatikan persiapan-persiapan yang berkaitan dengan budidaya ayam.

Informasi dasar yang harus dikuasai peternak ayam, anatara lain: menentukan lokasi yang pas untuk beternak ayam bangkok. Pembibitan ayam bangkok, kandang dan peralatannya, pemeliharaan indukan, pemeliharaan DOC, serta penanganan kesehatan ternak.

Keberadaan Ayam Bangkok Di Indonesia

Di Indonesia keberadaan ayam bangkok sudah sangat populer dan penyebarannya telah meluas ke berbagai daerah. Bisa dibilang untuk mendapatkan ayam bangkok tidaklah sulit. Para pecinta ayam sudah sejak lama menggemari jenis ayam bangkok.

Meskipun ayam bangkok lebih dikenal luas sebagai ayam aduan yang hebat termasuk di negara asalnya Thailand, mereka juga kerap dijadikan ayam hias. Bahkan ada yang membudidayakan ayam bangkok sebagai ayam pedaging dan petelur.

Berhubung di Indonesia sabung ayam kerap berkaitan dengan perjudian, maka banyak peternak ayam bangkok yang meembudidayakan ayamnya sebagai ayam hias, pedaging, maupun petelur.

Dalam kapasitasnya sebagai ayam hias, mereka memiliki penampilan tubuh yang menarik dengan suara kokok yang enak didengar. Suara kokok ayam bangkok hias ada yang pendek ada juga yang panjang.

Sementara dalam kapasitassnya sebagai ayam pedaging mauppun petelur, jenis ayam bangkok kurang mendapat perhatian. Pasalnya mereka lebih mahal dijual sebagai ayam petarung dan bukan pedaging atau petelur.

Biasanya yang dijual sebagai ayam pedaging adalah yang telah diafkir. Sebagai ayam pedaging produksi dagingnya lebih tinggi daripada ayam biasa. Begitu juga dengan telurnya yang bisa mencapai 20 butir lebih oleh satu indukan.

Ayam-ayam bangkok yang populer di Indonesia bukanlah ayam lokal melainkan ayam import yang berasal dari Ayuthaya. Daerah tersebut berada sekitar 100 km di sebelah selatan Bangkok, Thailand.

Berbagai sumber puastaka menyebutkan bahwa keberadaan ayam bangkok di Indonesia ada sejak tahun 1960-an. Awalnya mereka dibawa ke indonesia oleh para pelaut, pilot, maupun petugas penerbangan.

Selanjutnya ayam bangkok dikembangkan dan disebarluaskan ke berbagai daerah di Indonesia. Sekilas tampilan ayam bangkok mirip dengan ayam kampung lokal, tapi jika dicermati tentu ada perbedaan mencolok dari keduanya.

Apa kalian berniat untuk mencoba peluang usaha budidaya ayam bangkok? Atau mungkin hanya menikmati jenis ayam bangkok sebagai ayam hias dirumah saja?

Leave a Comment