6 Jenis Burung Decu yang Ada Di Berbagai Belahan Dunia

Burung decu adalah salah satu burung dari jenis pengicau. Banyak ditemukan di kawasan Asia Barat hingga Tengah dan Asia Selatan hingga Tenggara.

Mereka merupakan jenis burung yang hidup di pedesaan yang hidup di alam terbuka atau padang rumput.

Ukuran decu sekitar 13 cm dengan bulu berwarna hitam dan putih. Warna dari burung decu ini memiliki pola yang hampir keseluruhannya dama.

Pada pejantan warna bulunya hampir seluruhnya hitam kecuali pada sayap karena terdapat garis putih mencolok. Selain pada sayap corak warna putih juga terdapat pada bagian bawah perut pejantan dan sedikit pada bagian atas.

Sementara pada decu betina warnanya lebih kecoklatan. Perbedaan jenisnya ini mudah sekali dibedakan.

Burung decu muda memiliki bulu berwarna coklat bertotol atau bintik-bintik. Warna ini menjadi ciri khas yang menjadi karakter dari burung decu.

Tempat hidup mereka adalah alam terbuka bahkan diperkampungan sekalipun. Menyukai daerah yang agak kering di dataran rendah sampai tempat dengan ketinggian 2400 mdpl.

Burung decu memiliki kicau yang panjang dan merdu. Terutama ketika pagi terbit dan menjelang senja tenggelam.

Burun decu mempertahankan daerah kekuasaannya dengan tanda kicau itu. memberi peringatan pada burung-burung lain yang hendak menguasai daerah yang didudukinya.

Burung decu biasanya bertengger secara mencolok di semak-semak, batu, tiang, kabel dan terbang menggelepar mengejar serangga kecil. Menegakkan ekor jika berkicau atau sedang gelisah.

Burung decu juga memakan serangga kecil. Sarangnya dibuat pada garukan tanah di bawah lindungan rumpun/berkas rumput, biasanya pada tanah yang miring.

Sarangnya terbuat dari potongan rumput berbentuk cawan cekung dilapisi dengan serat-serat akar halus. Burung decu bisa memiliki telur dua, biasanya tiga tetapi jarang sampai empat butir

Burung decu hidup dalam beberapa tempat yang mudah dijumpai. Umumnya orang memelihara karena keindahan suaranya.

Suara yang menyenangkan itu membuat orang-orang seringkali mudah mengenalinya. Perawatannya juga terbilang bisa dilakukan dengan mudah, asalkan tidak membuatnya stress.

Seperti kebanyakan burung lain, burung decu menghindari tempat-tempat yang berdekatan dengan binatang yang bisa memburunya. Burung decu memilih pohon terbaik untuk membuat sarangnya.

Untuk melangsungkan hidupnya, burung decu menjaga pola makan dan perpindahan yang berlebihan. Burung decu memiliki insting yang kuat atas itu.


Jenis Burung Decu


Suka sekali bertengger di semak-semak, batu, tiang, hingga kabel di jalanan. Makanan utama mereka adalah serangga kecil. Akan menegakkan ekor mereka saat sedang gelisah atau berkicau.

Berikut ini beberapa spesies burung decu yang ada di dunia.

1. Jenis Burung Decu Whinchat

Salah satu burung jenis decu yang senang bermigrasi ini merupakan burung berkicau yang banyak mendiami daerah Eropa dan Barat Asia.

Mereka akan bermigrasi ke daerah Afrika di musim dingin. Pada jantan dan betina terdapat bulu yang menyerupai alis berwarna putih.

Bagian atas dari whinchat bulunya berwarna coklat dengan corak-corak gelap. Sedangkan bagian tenggorokan hingga dada berwarna lebih pucat.

Semakin kebawah semakin pucat hingga warna putih. Ekor mereka berwarna kehitaman dengan warna putih pada bagian dasar.

Makanan utama burung ini adalah serangga kecil dan beberapa jenis cacing.

Para betina suka membangun sarang diatas tanah yang ditutupi tumbuuhan rimbun. Sekali bertelur mereka akan menghasilkan 4 sampai 7 butir telur.

2. Decu Alis Putih

6 Jenis Burung Decu yang Ada Di Berbagai Belahan Dunia
jalaksuren.net

Decu alis putih berhabitat di area gurun. Populasi mereka sangat kecil sehubungan dengan intensifikasi dan perambahan pertanian.

Burung ini dianggap sebagai hama oleh para petani. Spesies ini banya ditemukan di Barat

Laut India dan Pakistan bagian timur. Bulu mereka berwarna kecoklatan dibagian atas dengan warna yang lebih pucat dibagian bawah.

3. Decu Leher Putih

Disepakati sebagai spesies yang terancam punah karena rusaknya habitat. Burung ini suka mendiami area padang rumput di saat musim dingin.

Mereka lebih senang tinggal di daerah yang agak basah hingga kering. Bahkan mereka juga suka tinggal di ladang tebu.

Sesuai dengan namanya burung decu yang satu ini memiliki bulu berwarna putih dibagian leher bawah atau tenggorokan.

Bagian kepala, punggung, hingga ekor berwarna hitam dengan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

4. Decu Ekor Putih

6 Jenis Burung Decu yang Ada Di Berbagai Belahan Dunia
zanuarshandy.wordpress.com

Spesies ekor putih banyak ditemukan di Bangladesh, India, Myanmar, Nepal, dan Pakistan. Pada pejantan kepalanya berwarna hitam dengan kerah atau kalung berwarna putih.

Dibagian dada bulunya berwarna terang sedangkan bagian punggung dan sayap berwarna gelap dengan corak putih pada sayap.

Pejantan jenis ini memiliki ciri khas, yaitu corak seperti jaring laba-laba pada bagian atas ekor. Semakin terlihat saat mereka meregangkan ekornya.

Biasanya pejantan akan meregangkan ekor saat berkelahi atau akan mendarat. Secara keseluruhan betina memiliki kemiripan dengan jenis pejantannya hanya saja warna bulu mereka lebih pucat.

5. Burung Decu Abu-Abu

Decu abu-abu banyak ditemukan di daerah Himalaya, Cina bagian selatan, Taiwan, hingga daratan utama kawasan Asia Tenggara.

Habitat mereka di hutan daerah subtropis dan tropis. Bulu mereka berwarna hitam dan putih dengan alis yang juga berwarna putih.

Itulah beberapa spesies burung decu atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut saxicola. Semoga informasi diatas dapat menambah wawasan kalian tentang jenis burung decu.

6. Burung Decu belang

6 Jenis Burung Decu yang Ada Di Berbagai Belahan Dunia
burung.shop

Burung ini berukuran 13 cm, berwarna hitam dan putih. Jantan berwarna hitam seluruhnya kecuali garis putih mencolok pada sayap, tungging, perut bagian bawah, dan tunggir yang berwarna putih. Betina bercoretan coklat dengan tunggir merah-bata. Burung muda coklat berbinti-bintik.

Burung ini biasanya terdapat di perkampungan terbuka, terutama di daerah yang agak kering. Menghuni dataran rendah sampai ketinggian 2400 mdpl. Waktu berbiak di Jawa dari bulan April sampai Desember.


Harga Burung Decu


6 Jenis Burung Decu yang Ada Di Berbagai Belahan Dunia
jalaksuren.net

Untuk harga burung Decu juga bervariasi. Decu Kembang memiliki harga Rp. 100.000 hingga Rp. 300.000.

Decu Gacor, memiliki harga berkisar Rp. 250.000 hingga Rp. 350.000. Untuk burung Decu mini yakni hanya Rp. 80.000 saja.

Untuk burung Decu jantan harganya bisa berbeda menurut usianya yakni berkisar Rp. 100.000 hingga Rp.300.000. usia sangat mempengaruhi harganya.

Jika dana kamu tidak cukup kamu bisa membeli Decu bahan, harganya cukup murah karena masih kecil. Harga Decu bahan yakni Rp. 80.000 hingga Rp. 100.000.

Harap diperhatikan, meskipun burung decu terbilang terjangkau, perawatannya harus diopti malkan. Bagi yang tidak memiliki kecukupan waktu untuk mengurusnya sebaiknya tidak usah.

Memelihara burung jika pada akhirnya hanya menyakiti tak ubahnya membiarkannya cepat mati. Sehingga penting untuk lebih baik melepaskannya saja.

Menikmati burung decu di pepohonan bersama suasana pedesaan menjadi pemandangan yang menarik. Melihat mereka terbang bebas dan melangsungkan kehidupannya,

Burung decu dengan berbagai varian jenisnya tersebar di berbagai wilayah. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • rossorum (Hartert, 1910): Iran bagian timur-laut, Kazakhstan selatan bagian tengah, ke selatan sampai Afghanistan; saat musim dingin bermigrasi ke Asia bagian barat-daya (vagrant di Arab, dan Israel).
  • bicolor (Sykes, 1832): Iran bagian tenggara, Pakistan dan India bagian utara; saat musim dingin bermigrasi ke India bagian tengah.
  • burmanicus (Stuart Baker, 1922): India bagian tengah dan tenggara ke timur sampai Myanmar dan Cina bagian selatan (Sichuan selatan, Yunnan), ke selatan sampai Thailand dan Indochina.
  • nilgiriensis (Whistler, 1940): India bagian barat-daya.
  • atratus (Blyth, 1851): Sri Lanka.
  • caprata (Linnaeus, 1766): Luzon dan Mindoro, di Filiphina utara.
  • randi (Parkes, 1960): Filipina bagian tengah (Panay, Negros, Cebu, Bohol, Siquijor).
  • anderseni (Salomonsen, 1953): Leyte dan Mindanao, di Filipina bagian timur dan selatan.
  • fruticola (Horsfield, 1821): Jawa ke timur sampai Flores dan Alor.
  • francki (Rensch, 1931): P. Sumba.
  • pyrrhonotus (Vieillot, 1818): Sunda kecil bagian timur (Wetar, Kisar, Timor, Savu, Roti).
  • albonotatus (Stresemann, 1912): Sulawesi (kecuali semenanjung utara) dan P.Salayer.
  • cognatus (Mayr, 1944): P. Babar.
  • belensis (Rand, 1940): Pulau Papua barat bagian tengah.
  • aethiops (P. L. Sclater, 1880): Pulau Papua bagian utara dan Kep.Bismarck.
  • wahgiensis (Mayr & Gilliard, 1951): Pulau Papua timur bagian tengah dan timur.

Leave a Comment