14 Jenis Genre Novel Beserta Contoh – contohnya

Jenis Genre Novel – Membaca menjadi alnernatif hobi yang menyenangkan, karena dengan membaca akan membuka wawasan mengenai dunia-dunia baru yang mungkin selama ini terasa asing bagimu.

Bagi yang belum suka membaca, coba dulu deh dengan membaca cerita ringan seperti jenis genre novel yang di dalamnya terdapat tokoh, dialog, dan alur cerita.

Saat membaca novel, kamu akan terbawa ke sebuah dunia dimana kamu bebas berimajinasi dalam menciptakan wujud dan karakter tokoh yang berperan pada novel tersebut sesuai dengan keinginanmu.


Jenis Genre Novel


Layaknya sebuah film, novel juga memiliki genrenya tersendiri.

Nah, sebelum kamu tenggelam dalam lautan novel dengan berbagai judul di toko buku yang sedang kamu kunjungi, lebih baik kamu pahami dulu berbagai jenis genre novel yang ada agar kamu tidak kebingungan saat menentukan novel mana yang akan kamu beli.

1. Fantasy

jenis genre novel
image source: wsj.com

Novel fantasi memiliki alur cerita yang tidak didasarkan pada fakta yang ada, biasanya berkisah tentang sebuah pertualangan yang membawa kita berimajinasi ke sebuah dunia yang unik dengan situasi di luar logika.

Tema yang diusung pada umunya adalah sulap, sihir, mitos, kekuatan supranatural, cerita mistik, dan dunia fantasi lainnya yang menghidupkan karakter yang sebenarnya tidak ada di dunia nyata.

Percaya atau tidak novel bergenre fantasi memang berhasil menyihir para penggemarnya sehingga ikut terbawa ke dunia yang sebenarnya tidak nyata tersebut.

Salah satu novel fantasi yang sangat fenomenal hingga kini yaitu sekuel “Harry Potter” karya J.K. Rowling.

2. Science Fiction (Sci-Fi)

Sesuai dengan namanya fiksi merupakan sebuah kisah yang tidak didasari oleh kenyataan sebenarnya.

Namun berbeda dengan genre fiksi pada umumnya, Science Fiction (Sci-Fi) merupakan sebuah novel yang didasari pengetahuan lebih dari pengarang tentang ilmu dan teknologi science, karena cerita yang diangkat biasanya mengandung pemahaman ilmu pengetahuan seperti fisika, biomolekuler, dan ilmu hukum alam semesta lainnya untuk memperkuat daya tarik isi ceritanya.

Bahkan teknologi yang digunakan adalah teknologi termutakhir yang tidak atau belum ada di dunia nyata.

Dengan membaca novel bergenre Sci-Fi kamu akan ikut berimajinasi seolah-olah fenomena yang terjadi di novel tersebut benar secara logika dan nyata adanya.

Salah satu contoh novel  bergenre Sci-Fi adalah novel Supernova episode Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh karya Dewi “Dee” Lestari.

3. Romance

image source: culturefly.co.uk

Romance adalah genre yang identik dengan kisah cinta yang mendayu-dayu dan sangat melankolis.

Berisi cerita tentang sebuah penyesalan, tentang kepergian, tentang patah hati, tentang meninggalkan dan ditinggalkan, atau tentang sebuah penerimaan.

Tempat-tempat yang eksotis dan romantis menjadi setting latar yang digunakan pada novel ini.

Kebanyakan kisah romance biasanya diawali oleh pertemuan tidak terduga dua orang insan yang dipenuhi oleh kekonyolan dan berujung saling jatuh cinta.

Dalam perjalanannya, kisah cinta mereka diuji dengan adanya konflik dan tantangan yang harus dihadapi untuk menguji kesetiaan masing-masing.

Salah satu novel best seller yang hingga kini telah difilmkan yaitu “The Notebook” karya novelis tersohor Nicholas Sparks.

Di Indonesia sendiri salah karya romance yang melegenda yaitu “Tenggelamnya Kapal Vanderwick” karya sastrawan Buya Hamka.

4. Horror

Novel horor menghadirkan kisah yang menakutkan dan membuat parno pembacanya.

Bagi sebagian orang genre horor adalah genre yang paling dihindari karena berefek secara emosional pada tingkat kecemasan seseorang.

Namun, bagi yang menyukai cerita-cerita yang menantang dan memacu adrenalin maka novel horor salah satu pilihan yang cocok untuk diikuti.

Genre novel ini mengisi alur ceritanya dengan ketegangan, ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran.

Setiap cerita horor selalau ada sosok makhluk gaib atau hantu yang berperan sebagai tokoh antagonis yang sangat menyeramkan.

Selain itu, kisah ini juga diliputi oleh tindak kejahatan yang kejam, kutukan, dan kejadian-kejadian spiritual lainnya.

5. Mistery

jenis genre novel
image source: pinterest.com

Agak sulit membedakan kisah horor dan misteri, ada pendapat yang mengatakan kisah horor adalah bagian dari kisah misteri.

Namun, kisah misteri tidak didentikkan dengan kisah hantu yang menyeramkan seperti pada novel horor.

Novel dengan genre ini cukup popular, karena alur ceritanya yang dipenuhi teka-teki yang sulit ditebak bagaimana akhirnya.

Dalam membaca novel misteri kamu harus fokus dan teliti dalam mengingat nama tokoh dan karakter agar tidak terkecoh dan bingung ketika mencapai klimaks dan akhir cerita.

Biasanya penulis genre misteri membuat plot cerita dengan memberikan potongan-potongan kenyataan pada setiap bagian, dan menghadirkan kisah tak terduga di akhir cerita.

Semua novel dengan kisah detektif merupakan contoh novel dari genre ini, misalnya “Sherlock Holmes” karangan Sir Arthur Conan Doyle atau “Si Poirot” karangan Agatha Christie.

6. Teenlit

Tinlit merupakan salah satu sastra populer. Teenlit sendiri adalah singkatan dari Teen Literature, “teen” berarti teenager “literature” berarti sebuah tulisan.

Sesuai dengan namanya, novel degan genre ini mengangkat kisah bertemakan kehidupan remaja dengan segala macam lika-ilku permasalahan kehidupannya dalam mencari jati diri hingga masa-masa manisnya saat jatuh cinta dan pahitnya saat patah hati.

Cerita yang ditawarkan berupa kisah-kisah ringan dengan plot dan gaya bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti pembaca.

Biasanya teenlit dibaca hanya untuk mengisi waktu luang yang dapat memberikan kesenanangan tersendiri, karena pembaca tidak dituntut untuk berfikir keras dalam memahami alur cerita dalam novel tersebut.

Saat ini sudah banyak novel-novel teenlit yang populer hingga difilmkan, seperti contoh “Dealova” karya Dyan Nuranindya.

7. Chicklit

Chicklit adalah singkatan dari Chick Literature, merupakan cerita fiksi yang sering mengangkat isu khusus tentang wanita.

Novel dengan genre chicklit biasanya berkisah tentang permasalaan yang dihadapi oleh seorang wanita pada umumnya, seperti hubungan persahabatan antar sesama wanita yang sangat romantis di dunia kerja, atau kisah tentang seorang ibu yang menjadi wanita karir di kehidupan yang modern ini.

Sesuai dengan kisahnya, novel chicklit lebih diperuntukkan bagi wanita dewasa, karena selain kisahnya yang lebih rumit dari genre teenlit terkadang novel chicklit mengandung unsur dewasa yang oleh remaja awal mungkin belum dapat diterima.

“Bridget Jones’s Diary” merupakan salah satu novel chicklit karya Helen Fielding. Novel ini telah diangkat ke layar lebar dengan judul “Bridget Jones’s Baby.”

8. Komedi

Seperti pada film, novel bergenre komedi disajikan untuk menghadirkan cerita-cerita segar yang humoris, mengocok perut, dan menghibur.

Setiap orang pasti menyukai cerita komedi, karena setiap kita butuh untuk dihibur dengan cerita-cerita ringan yang menyenangkan sekedar untuk menyegarkan otak.

Salah satu kisah komedi yang sudah sangat terkenal di Indonesia yaitu novel-novel karya Raditya Dika seperti Cinta Brontosaurus, Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon, dan lain sebagainya.

9. Inspirasi

Inspirasi, novel dengan genre ini biasanya sarat akan pesan moral yang mengajak pembaca untuk banyak merenung dan bijak dalam menjalani hidup.

Melalui kisahnya yang penuh dengan makna hidup dan perjuangan, kita akan mempelajari betapa berharganya sebuah persahabatan, betapa berharganya sebuah pendidikan, betapa berharganya masa kecil yang susah demi masa depan yang indah.

Di Indonesia sudah banyak karya-karya masterpiece yang menginspirasi banyak orang seperti tetralogi “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, “Negeri 5 Menara” karangan A. Fuadi, Habibie dan Ainun karya B.J. Habibie, serta ada juga novel “9 Summer 10 Autumns” karya Iwan Setyawan.

10. Thriller

Novel dengan genre thriller lebih fokus pada cerita menegangkan yang membuat kalian deg-degan selama membacanya.

Seringkali ceritanya mengandung unsur misteri, suspense, pembunuhan, kejahatan atau tindakan supranatural.

Namun akar cerita tetap pada bagaimana tokoh utama dapat bertahan hidup.

Salah satu kisah thriller yaitu Mr. Mercedes karya Stephen King, yang mana novel ini sudah difilmkan dengan judul “It”.

11. Sejarah

jenis genre novel
image source: abebooks.com

Bagi para novelis yang lebih mementingkan keluaran cepat daripada seni, pemikiran, dan orisinalitas, genre sejarah sebenarnya menyediakan plot dan karakter yang sudah jadi. Sebuah novel seperti Alezander the Great atau Joan of Arc bisa terlihat dangkal layaknya novel teenlit.

Ada beberapa novel bergenre sejarah dengan tambahan tema prasejarah atau mitos yang telah dihasilkan oleh para novelis hebat. Sebut saja Tolstoy’s War adan Peace serta Stendal’s Charterhouse of Parma.

Di abad ke 20, novel bergenre sejarah terkenal, seperti The Gladiators (1939), The King Must Die (1958) Destiny of Fire (1960) menjadi contoh fungsi penting dari imajinasi fiksi. Dimana digunakan untuk menginterpretasikan kejadian-kejadian kecil pada manusia dan sekitarnya.

Imajinasi fiksi juga digunakan untuk mengubah fakta dokumenter menjadi pengalaman yang penuh sensasi dan emosional dengan bantuan dugaan imajinatif tersebut. Terdapat sejenis novel sejarah yang tidak lebih dari sebuah sandiwara memiliki daya tarik kepopuleran.

Novel seperti itu populer karena kepercayaan umum bahwa masa lampau lebih kaya, lebih berdarah, dan lebih erotis daripada saat ini.

Beberapa diantara novel tersebut yang populer, diantaranya karaya-karya Georgette Heyer, ada juga Boroness Orczy’s Scarlet Pimpernel, dan Forever Amber (1944).

Semua novel tersebut mungkin menggunakan hiasan sejarah, tapi karena tidak adanya asimilasi nyata dari masa lalu ke dalam imajinasi hasilnya jadi berupa tumpukan kostum belaka.

Di sisi lain ada novelis Amerika, yakni John Bart yang membuat gebrakan dengan The Sot-weed Factor (1960).

Bart melakukan pendekatan ke masa lalu dengan sejarah buatan, tapi justru layak dan tidak konyol. Ia menggambarkan peristiwa tidak masuk akal yang disajikan dengan kemegahan parodi.

Sejarah yang disajikan Bart memang mencurigakan, tapi pemahamannya tentang perspektif sejarah perlu diacungi jempol.

12. Psikologi

image source: en.wikipedia.org

Novel bertema psikologi yang pertama kali terbit adalah Princesse de Cleves (1678) karya Madame de La Fayette di Prancis pada abad ke 17. Kategori novel psikologi dikonsilidasikan pada abad berikutnya oleh karya seperti Abbe Prevost’s Manon Lecaust (1731).

Genre fiksi psikologi awal-awal ditandai oleh maraknya aksi tokoh insidental yang mana novel psikologi dibatasi pada beberapa karakter yang motif tindakannya dapat diperiksa dan dianalisis. Di Inggris jenis genre novel psikologis muncul pada era Ratu Victoria.

Sejak era tersebut novelis, seperti George Eliot perhatiannya lebih tertuju pada cara kerja pikiran manusia. Sebab hal itu pula banyak karya fiksi yang digolongkan sebagai novel bergenre psikologis karena fokus utamanya ada pada pemikiran manusia.

Teori Sigmund Freud dikreditkan sebagai sumber novel psikoanalitik. Namun, dua novelis pada abad ke 20 dengan wawasan psikologis yang hebat, yakni, Joyce dan Nabokov menyatakan penghinaan terhadap teori Freud.

Menurut mereka menulis novel dengan perhatian cermat pada teknik analisa Freudian tidak selalu menghasilkan keajaiban baru dalam genre psikologis.

Pengungkapan besar tentang motivasi manusia lebih banyak didapat oleh intuisi dan instropeksi novelis daripada perkerjaan sistematik dari para dokter.

13. Family Saga/ Drama Keluarga

image source: amazon.co.uk

Genre saga keluarga merupakan novel fiksi bertema keluarga yang memuat cerita mengenai sejarah sebuah keluarga atau sejumlah keluarga yang saling berhubungan selama jangka waktu tertentu dalam periode tertentu pula.

Dasar alur pada family saga juga sering digunakan untuk menggambarkan peristiwa sejarah, perubahan keadaan sosial, dan pasang surutnya keberuntungan dari berbagai perspektif. Seringkali, genre ini mengandung unsur dari genre drama.

Contoh-contoh novel bertema family saga, diantaranya ada Rich Man Poor Man karya Irwin Shaw, The Glass Castle karya Jeannette Walls, atau Penmarric dari Susan Howatch.

14. Petualangan

jenis genre novel
image source: store.hmv.com

Adventure atau petualangan merupakan salah satu jenis genre novel dimana tokoh protagonisnya melakukan perjalanan epik. Baik itu pertualangan pribadi atau bertualang secara geografis. Seringnya protagonis memiliki misi dan menghadapi banyak rintangan di dalam perjalanannya.

Contoh novel genre petualangan yang menarik, seperti serial The Lord of the Rings. Biasanya genre petualangan juga mengandung unsur aksi karena perjalanan epik protagonis yang panjang sering memiliki banyak aksi.

Tak hanya mengandung unsur aksi, genre petualangan juga mengandung banyak unsur lainnya, seperti romasnsa dan drama. Bisa dibilang jika genre ini dapat disatukan dengan berbagai genre lainnya, tapi tetap genre utamanya adalah petualangan.

Bagaimana, sekarang sudah pahamkan bahwasanya novel juga memiliki genre seperti film-film pada umumnya.

Dengan memahami berbagai jenis genre novel akan memudahkan kamu dalam menentukan jenis novel yang akan kamu beli.

Kamu cukup membaca sinopsis novel tersebut yang biasanya terletak di bagian paling belakang sampul.

Setelah membaca sinopsisnya, kamu akan paham termasuk ke dalam kategori genre manakah novel yang sedang kamu pegang. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment