15 Daftar Lagu Religi yang Akan Membuatmu Ingat Akhirat

Lagu religi identik dengan laagu-lagu bernuansa Islami atau bisa juga kita katakan sebagai lagu yang bernafas Islam. Kenapa bisa dikatakan lagu Islami?

Itu karena lagu-lagu agama lainnya, sebut saja lagu agama Kristen tidak disebut dengan lagu religi. Mereka lebih sering disebut dengan lagu rohani.

Pelaku seni khususnya di bidang musik berlomba-lomba melemparkan karyanya agar dapat dinikmati setiap saat, khususnya di bidang musik.

Mulai dari lagu populer, lagu daerah, hingga berbagai jenis lagu religi pun bertebaran di pasaran.

Masing-masing pelaku seni ini atau yang sering kita sebut dengan musisi memiliki ciri khas mereka dalam menyapaikan musik.

Baik dari jenis musik yang dimainkan, tipe suara sang musisi bahkan dari lirik-lirik lagu kita sudah bisa menerka-nerka dan memilih lagu apa yang sesuai atau cocok untuk kita nikmati.

Lirik lagu bisa menyentuh hati para pendengarnya jika ditulis dengan sungguh-sungguh dan didukung oleh suara merdu dan syahdu sang musisi.


Lagu Religi yang Menguras Air Mata


Pernahkah kamu melihat orang menangis karena duduk sendiri?

Coba kamu perhatikan dengan seksama, barangkali dia menggunakan headset di telinganya atau dia sedang menghayati lagu yang ia dengar atau juga dia lagi mellow dan menghidupkan lagu agar melownya makin ngenak.

Beda orang beda pula hal-hal yang bisa membuat kamu menjadi emosional. Berikut deretan koleksi lagu religi yang bakal bikin kamu mewek ketika menghayati lirik-liriknya.

Liriknya bertemakan tentang sebuah perpisahan sesaat maupun selamanya serta tentang ayah dan ibu.

Bukan hanya mengingat momen-momen yang bahagia namun juga mengingatkan kita atas kesalahan dan dosa-dosa kita yang telah berlalu juga sekaligus menegur kita atau juga sebagai pengingat dikala lupa.

1. Ayah & Ibu – Umam

Lagu religi ini merupakan keluaran Malaysia yang dinyayikan oleh seorang anak kecil bernama Umam, namun bukan berarti di tahun 2019 dia masih kecil ya.

Lagu ini berisikan tentang curahan isi hati seorang anak yang meminta izin kepada ayah-ibu selaku orangtunya untuk menuntut ilmu agama saat di dunia.

Berharap rahmat dari Tuhan agar ilmu yang dia pelajari bisa menjadi bekal si anak kelak nantinya di akhirat dan juga harapan si anak yang ingin ayah dan ibunya juga mendapatkan rahmat serta pelindungan dari Tuhana Yang Maha Kuasa selama di dunia dan juga di akhirat.

2. Ibu – New Sakha

Lagu ini tidaklah asing lagi bagi kita. Sudah sering diputarkan di siaran TV nasional maupun lokal dan pastinya diantara kamu juga pernah mendengarnya dalam radio bukan?

Lagu ini sendiri berlirikan gambaran seorang anak tentang ibunya yang wajahnya selalu basah dengan air wudhu.

Dimanapun ibu berada dia akan selalu berdoa untuk putra dan putrinya. Permintaan maaf yang tulus dari seorang anak tidak akan membayar segala jasa-jasa ibu kita selama hidup.

Hanya sikap serta doa yang bisa diperbaiki untuk sang ibu agar dia tetap sehat dan dilindungi baik didunia maupun diakhirat.

3. Pergi Tak Kembali – Rabbani

Menceritakan tentang perpisahan yang tidak akan bisa dielakkan oleh siapapun. Yaitu kematian yang setiap yang bernyawa pasti akan kembali ke sisi-Nya.

Ditekankan bahwa setiap orang tidak akan kembali dengan akhir yang sama, hanya amalan dan ketakwaan masing-masing orang yang akan menentukan posisinya.

Setiap orang tidak bisa menjudge dirinya akankah baik atau buruknya dia dalam alam baka karena kita tidak pernah tahu pastinya.

Kita manusia terkhususnya umat islam akan merasakan kain kafan putih yang akan menjadi pakaian terakhir kita di akhir usia, hanya sehelai kain serta amalan yang kita punya yang bisa kita bawa.

Semua harta yang kita miliki tidak akan bisa kita bawa ikut ke dalam tanah. Serta penyesalan kata insaf tidak akan diterima lagi.

4. Ayah – Aeman

Lagu keluaran Negara Malaysia ini mungkin terdengar asing bagi kalian, tapi juga mungkin banyak diantara kalian yang juga sudah mendengarkan lagu ini.

Lirik dari lagu ini mengisahkan tentang seorang anak yang merindukan sosok Ayahnya yang membimbingnya selama ini dengan penuh kasih sayang.

Ketika jarak telah memisahkan dia teringat bagaimana Ayahnya yang berjuang membesarkanya dengan segala ketulusan.

5. Terimakasih Kasih Ayah – Opick Feat Adiba

Lagu ini merupakan hasil kolaborasi Opick dan juga Adiba yaitu anak dari almarhum Ust. UJ. Dibalik alasan penciptaan lagu ini yang mengharu biru, liriknya juga ditulis dengan hati-hati dan kasih sayang.

Liriknya berisikan ungkapan sang anak yang berterimakasih pada ayahnya dengan segala jerih payah dan membesarkan anak-anaknya tanpa pamrih.

Terkhusus untuk almarhum yang sudah mendahului kita semua, liriknya juga berupa doa-doa yang dikirim anaknya untuk kelapangan serta kemudahan hidupnya di akhirat.

6. Doa Perpisahan – Brothers

Brothers merupakan grup vokal laki-laki asal Malaysia. Lagu “Doa Perpisahan” ini merupakan album kelima dengan judul “Sabar” pada tahun 2015.

Lagu ini berisikan tentang kenangan dari sebuah pertemuan yang berakhir dengan perpisahan serta doa-doa yang diperuntukkan pada sahabat-sahabat yang telah mendahului mereka.

Tidak terkecuali untuk kita yang akan datang masanya dan juga sahabat-sahabat kita yang telah mendahului kita bahkan orang-orang terdekat kita.

Dari lagu ini kita bisa mengambil sikap sejauh mana kita telah berkontribusi untuk agama dan orang-orang terdekat kita, sehingga kepergian kita membekas pada hati-hati mereka dan mendoakan kita kelak sampai menutup usia.

Karena pada akhirnya ada doa-doa mereka yang akan dikabulkan oleh Tuhan.

7. Ibu – Sulis

Lagu ini merupakan terjemahan dari lagu berjudul “Ummi” yaitu single Sulis dengan bahasa arab.

Penyanyi religi kelahiran Solo ini menyanyikan lirik demi liriknya dengan begitu syahdu sehingga siapun yang mendengarnya akan bernostalgia.

Lirik dalam lagu “Ibu” yang dinyayikan Sulis ini mengambarkan sosok ibu yang begitu berperan penting dalam kehidupan kita sebagai anak.

Siapapun kamu pasti terlahir sebagai seorang anak bukan?

Masih tentang Ibu, dalam liriknya dikatakan kita tidak akan ada kalau tidak ada seorang Ibu, karena merekalah yang melahirkan kita.

Itulah kira-kira pelajaran yang dapat kita petik dari lagu ini

8. Bila Waktu Tlah Berakhir – Opick

Lagu ini merupakan salah satu dari album musik perdana Opick di tahun 2005 dengan judul album “Istighfar”.

Lirik dari lagu ini membuat kita berfikir keras dan akan terus mengevaluasi diri kita masing-masing.

Waktu yang Tuhan berikan sangat sebentar dan terlalu singkat untuk kita yang sedang merasakan hidup.

Kita tidak akan tahu kapankah Tuhan akan mengambil umur kita, kita juga tidak pernah tahu dalam keadaan seperti apa Tuhan akan meminta kita kembali.

9. Tak Ada Beban Tanpa Pundak – Edcoustic

Disamping kisah haru dibalik terciptanya lagu ini, liriknya pun mengandung kata-kata perhomonan ampun seorang hamba.

Kalian yang kenal dengan kata muhasabah diri cocok banget denger lagu ini.

Karena liriknya mengajak kita untuk senantiasa berinteraksi dengan Sang Pencipta memohon tobat dan bersyukur dengan apa yang kita punya saat ini.

10. Mama, Bunda, Ummi Apapun Namanya – Dhiya Lie

Lirik dari lagu ini mengisahkan tentang curahan kasih sayang seorang anak kepada Ibunya dari kenangan saat dia masih kecil.

Dengan beragam sifat dan kebiasaan orang, maka ragamlah panggilan untuk ibu itu sendiri.

Namun meski begitu yang namanya Ibu, Bunda, Ummi, ataupun mama mereka tetaplah satu yaitu wanita yang telah melahirkan kita ke dunia.

Sudah sepatutnya kita sebagai anak berbakti kepadanya dan bersyukur kepada Tuhan apapun dan bagaimanapun sikap dan pribadi Ibu, Bunda, Ummi, ataupun Mama kepada kita.

Karena sesibuk apapun Ibu kita, semarah apapun Ibu kita, dia masih tetap mau menyediakan waktunya untuk mengurus kita di kala kita kecil serta menasehati ketika kita salah.

11. Do Da Idi

Kalian yang butuh penghayatan atau perenungan, lagu yang satu ini cocok sekali untuk didengarkan. Jika kalian lahir sebelum tragedi Tsunami Aceh tahun 2004 silam, pasti sudah tak asing lagi dengan lagu ini.

Ya, Do Da Idi merupakan lagu religi berbahasa Aceh yang bermakna mendalam.

Tak hanya liriknya yang indah, tapi melodi dan musik dari lagu Do Da Idi juga sangat menyentuh. Sebenarnya ini lagu tentang perjuangan oemuda-pemuda Aceh di jaman penjajahan. Sekarang lagu ini lebih sering diputar saat terjadi musibah, terutama di Aceh.

Makna liriknya sendiri bercerita tentang seorang ibu yang menyemangati serta mendoakan anaknya untuk maju ke medan perang. Diceritakan si Ibu tersebut pergi meninggalkan Aceh karena gunjingan dari orang-orang dikampungnya.

Meski telah ddigunjingkan, tapi untuk membela tanah kelahirannya ia rela merelakan anak kesayangannya pergi ke medan perang. Sang ibu tidak mengharapkan apa-apa selain mencari ridho Allah dengan mengikhlaskan anaknya untuk membela bangsanya sendiri.

12. Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Ketika Tangan dan Kaki Berkata adalah sebuah lagu religi yang dipopulerkan oleh almarhum Chrisye. Dimana liriknya ditulis oleh sastrawan Taufiq Ismail. Suara lembut milik Chrisye dipadukan dengan lirik yang penuh makna membuat siapa saja yang mendengarnya ingin menitikkan air mata.

Saat bulan ramadhan lagu ini sering diputar baik di radio-radio maupun televisi pada masanya. Bahkan hingga kini lagu religi dari Chrisye ini masih sering diperdengarkan. Beberapa sinetron religi memakai lagu ini sebagai musik pendukung.

Sinetron azab atau sejenisnya juga dulu banyak memakai lagu ini sebagai soundtrack. Kultum atau iklan sebelum masuk adzan magrib juga sering memutar lagu ini. Bagi kalian yang menyukai musik religi awal tahun 2000-an lagu ini rekomen banget.

13. Demi Masa

Demi Masa merupakan lagu dari grup nasyid asal negeri jiran Malaysia, yakni Raihan. Ya, Raihan memang dikenal sebagai grup Nasyid yang legendaris. Mereka bahkan memiliki basis penggemar di Indonesia.

Beberapa lagu Raihan, termasuk salah satunya Demi Masa juga beberapa kali menjadi soundtrack sinetron religi. Terkadang lagu religi milik Raihan ini juga menjadi backsound kultum Ramadhan. Tak heran sih, pesan-pesan yang terdapat dalam lagu ini cukup menyentil kita.

Suara lembut nan mendayu-dayu khas grup Raihan semakin mempersyahdu lagu Demi Masa. Arti liriknya sendiri menngingatkan kita tentang waktu yang dihabiskan di dunia hanya smentara. Kehidupan kekal hanyalah di akhirat kelak.

Untuk itu kita harus ingat lima perkara di atas lima perkara. Perkara-perkara tersebut berkaitan dengan kondisi-kondisi manusia. Hendaknya setiap manusia selalu mengingat lima perkara tersebut sehingga tetap semangat menjalankan ibadah.

14. Azab Ilahi

Siapa sih yang tidak tersihir dengan suara merdu dari almarhum Uje atau Ustadz Jefri Al Buchori. Tak hanya indah dalam melantunkan ayat suci al qur’an dan shalawat, Uje juga pandai bernyanyi. Salah satu lagu religi miliknya yang hits adalah Azab Ilahi.

Suara uje yang penuh penghayatan membuat siapa saja yang mendengarnya tersadar akan dosa-dosa. Seakan ingin menitikkan air mata saat mengingat akhirat dan juga dosa-dosa yang telah kita perbuat.

15. Doa Aku

Pada lagu religi Doa Aku, Hadad Alwi menggandeng Fadly Padi. Jika biasanya Hadad Alwi lebih sering melantunkan shalawat, maka kali ini sedikit berbeda. Ia menyanyikan lirik lagu yang penuh dengan doa.

Banyak lagi lagu religi yang berlirikan kata-kata sedih atau yang bisa membuat kamu menjadi mewek alias nangis.

Bukan yang sedih saja, lagu religi juga banyak berisikan kata-kata bahagia yang buat hari-hari terasa indah. Kalian bisa menelusurinya satu persatu.

Jadi nggak masalah mendengarkan lagu sedih sesekali dan menangisinya dalam renungan selama itu tidak berlebih-lebihan karna kita tidak pernah luput dengan khilaf dan dosa.

Satu hal lagi kita juga nggak pernah luput dengan kata lupa, mana tahu dari lagu religi yang kita dengarkan ini bisa mengingatkan kita kembali akan apa yang telah kita lakukan di masa yang lalu-lalu, baik itu dalam hal yang baik maupun buruk.

Leave a Comment