Contoh Karmina | Dilengkapi Ulasan Mengenai Pengertian Serta Cirinya

Sudah tahukah Anda apa itu karmina? Jika belum, maka dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap tentang karmina, mulai dari pengertian, ciri-ciri dan contoh karmina.

Tentu istilah ini cukup asing di telinga anak zaman now. Karena memang salah satu karya klasik ini sudah mulai menghilang dari peredaran dunia bahasa.

Karmina merupakan salah satu jenis pantun yang dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai pantun dua seuntai (pantun kilat). Baris pertama sebagai sampiran dan baris kedua sebagai isi berupa sindiran dengan rumus rima a-a.

Menurut sejarah asal muasalnya, karmina adalah ucapan yang sering diungkapkan masyarakat untuk menegur seseorang dengan cara yang halus atau sopan.


Kaitan Karmina dan Pantun


contoh.pro

Sebelum lebih jauh membahas tentang karmina, ada baiknya kamu mengetahui perihal pantun terlebih dahulu.

Pantun memiliki pengertian yang luas dalam dunia sastra, dimana berkaitan erat dengan aspek kehidupan manusia dan alam.

Merupakan buah dari pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk kata, biasanya berisikan tentang kehidupan manusia dari segi perasaan, pikiran, dan wawasan.

Pantun merupakan salah satu sarana penghubung lisan antara masyarakat. Di Indonesia, pantun bahkan sudah menjadi tradisi dan bagian yang tak terpisahkan dari adat-istiadat.

Salah satu jenis pantun adalah puisi rakyat dan karmina. Namun kedua jenis pantun ini sudah mulai terlupakan karena sepi peminat, khususnya dari kalangan muda.

Berdasarkan jumlah barisnya pantun terbagi menjadi tiga jenis yaitu pantun kilat (karmina), pantun biasa, dan talibun.

Sedangkan menurut isinya terdapat pantun muda-mudi, pantun kanak-kanak, pantun orang tua, dan lain sebagainya.

Nah, pada bahasan kali ini kita akan fokus membahas seputar pengertian, ciri, dan contoh karmina. Yuk simak uraiannya!


Pengertian, Ciri, dan Contoh Karmina


pengertian ciri contoh karmina
berkahkhair.com

Karmina merupakan jenis pantun yang terdiri atas dua baris. Baris pertama dari karmina merupakan sampiran dan baris keduanya merupakan isi dengan pola sajak lurus (a-a).

Karmina biasa disebut dengan pantun kilat atau pantun dua seuntai. Karmina umumnya dipakai untuk menyampaikan suatu sindiran atau ungkapan apapun secara langsung.

Awalnya, karmina berasal dari empat baris, yang disetiap barisnya terdiri dari 4-5 suku kata. Kemudian kedua baris itu diucapkan seolah-olah menjadi sebuah kalimat.

Contohnya adalah seperti ini:

Dahulu parang
Sekarang besi
Dahulu sayang
Sekarang benci

Kemudian dijadikan seperti ini:

Dahulu parang, sekarang besi
Dahulu sayang, sekarang benci
(sumber: wikipedia.org)

Menurut beberapa ahli pengertian karmina adalah sebagai berikut:

Ambary (2005)

Pantun kilat (karmina) adalah jenis pantun yang singkat, hanya terdiri dari dua baris sebait.

Djajadisastra (2006)

Karmina adalah jenis pantun kilat yang terdiri atas dua baris sebait, bersajak a-a dan baris pertama berupa sampiran, baris kedua berupa isi.

Suroso (1998)

Pantun kilat adalah bentuk pantun yang terdiri atas dua barus sebait, bersajak rata dengan rumus a-a, dan baris pertama berupa sampiran dan baris kedua berupa isi.

Utami (2013)

Karmina adalah pantun dua seuntai atau sebait terdiri atas dua larik (pantun kilat), baris pertama sebagai sampiran dan baris kedua sebagai isi, dengan rumus persajakan a-a. Dapat berisi sindiran, nasihat, maupun pernyataan ungkapan hati dan pikiran.


Ciri-ciri Karmina


pengertian ciri contoh karmina
dictio.id

Dari berbagai pengertian tersebut di atas dapat kita ketahui ciri-ciri karmina secara umum:

  • Terdiri atas dua baris sebait bersajak rata (a-a)
  • Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi
  • Setiap bait adalah keseluruhan
  • Biasanya terdiri dari 8-12 suku kata tiap baitnya
  • Lebih sering digunakan untuk menyampaikan sindiran secara langsung
  • Tidak harus berhubungan antara sampiran dan isi
  • Secara umum setiap baitnya berisi tentang rayuan dan perintah
  • Sebuah sumber menyebutkan karmina bisa saja bersajak b-b
  • Dalam penulisannya baris pertama diawali oleh koma dan baris kedua ditutup oleh titik

Dalam bahasa modern karmina disebut sebagai pantun versi pendek. Menurut sebagai sumber karmina merupakan bagian dari sastra Melayu yang dahulunya memiliki beberapa fungsi:

  • Sebagai sarana menyampaikan gagasan dan perasaan
  • Sarana pemberi nasihat
  • Untuk media selingan percakapan

Di tengah-tengah masyarakat Indonesia karmina seringkali disampaikan dalam bentuk sindiran namun dalam suasana senda gurau atau berolok-olok.

Karena itulah karmina tidak terlalu populer seperti jenis pantun lainnya, karena dianggap sebagai lelucon atau hiburan untuk waktu senggang.

Sedangkan pantun yang hingga kini masih populer yaitu pantun adat, seperti seni berpantun dalam tradisi melamar di adat Minangkabau dan Betawi.


Contoh Karmina


pinterkelas.com

Buah nangka bentuknya bulat
Sudah tua bangka belum ingat akhirat

Dahulu ketan sekarang ketupat
Dahulu preman sekarang ustadz

Pergi ke rawa ke muara pula
Sudah tak juara tak sholat pula

Siapkanlah bekal menjelang wafat
Dengan sebarkan ilmu yang bermanfaat

Kelapa diparut enak rasanya
Biar perutnya gendut baik hatinya

Ikan lele beli di pasar
Persoalan sepele jangan diumbar

Parfum dicium harum baunya
Baca Al-Quran paham maknanya

Tiada umat sepandai Nabi
Turutlah ilmu sebelum mati

Tas hitam di atas meja
Saya cakep siapa yang pun

Kiri kanan berbatang sepat
Perut kenyang ajaran dapat

Limau purut di tepi rawa
Sakit perut sebab tertawa

Dahulu parang,sekarang besi
Dahulu sayang,sekarang benci

Sudah garahu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula.

Jalan – jalan ke trotoar,
Walau kampungan tapi pintar.

Burung elang burung kutilang
Aku pulang membawa uang

Bagaimana, apakah artikel ini bermanfaat dalam memperluas wawasan Anda mengenai dunia sastra? Semoga generasi muda tidak lupa bahwa dunia sastra Indonesia sangatlah luas dari beragam.

Jika masih bingung, berikut kami sajikan segala ciri dan sifat karmina dalam bentuk yang lebih ringkas:

  • Karmina terdiri dari 2 baris
  • Karmina bersajak a-a atau b-b
  • Baris pertama disebut sampiran
  • Baris kedua disebut isi
  • Pada setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata atau 4 kata
  • Di antara sampiran dan isi tidak ada hubungan makna
  • Mengandung dua hal yang bertentangan, yakni rayuan dan perintah
  • Semua baris diakhiri dengan koma, kecuali pada baris keempat diakhiri dengan titik

Demikian penjelasan lengkap tentang pengertian karmina, ciri-ciri karmina, dan contoh karmina. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Leave a Comment