Siklus Krebs (Pengertian, Fungsi dan Proses Tahapannya)

Siklus krebs –  Hai halo kawan-kawan semua? Apa kabarnya? Semoga sehat selalu dan bahagia selalu ya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kami kembali lagi untuk berbagi ilmu pengetahuan yang beragam.

Nah kali ini tema yang akan kami bahas adalah mengenai biokimia. Bagi sebagian orang mungkin tema ini cukup berat dan rumit ya, bahkan untuk orang-orang yan bergelut di dalamnya.

Tetapi tidak apa-apa mari kita mencoba memahaminya secara perlahan-lahan. Dan materi biokimia yan akan kami jelaskan adalah mengenai siklus krebs.

Siklus krebs ini mungkin terdengar asing untuk teman-teman yang belum mempelajari biologi kimia secara lebih lanjut.

Dan itu wajar saja, karena tidak semua orang harus belajar materi ini. Tetapi untuk sebagian lain yang memang mempunyai kewajiban belajar atau tidak wajib tetapi sangat ingin untuk mempelajari materi siklus kreb, silahkan simak artikel ini sampai habis ya.

Karena pada artikel ini kami akan memberikan materi-materi penting dan dasar terkait siklus krebs, yang tentunya cocok untuk teman-teman yang baru memulai mempelajarinya .

Adapun pembahasan yang akan kami jabarkan mulai dari pengertian siklus krebs itu sendiri, apa fungsinya, bagaimana tahapannya, apa ciri-cirinya, dan juga beberapa pembahasan lainnya.

Tetapi sebelum mempelajarinya mari sama-sama kita tarik napas, berdoa semoga apa yang dipelajari bisa dipahami dan bermanfaat.

Untuk pemula sebaiknya materi ini dipelajari secara perlahan saja, karena bisa jadi akan membuatmu bingung.

Tanpa berlama-lama lagi yuk kita simak penjelasan mengenai siklus krebs di bawah ini:


Pengertian Siklus Krebs


siklus krebs

Pembahasan ini akan dimulai dengan mengetahui apa itu siklus krebs dan bagaimana sejarahnya. Mari kita mulai dari sejarah terlebih dahulu.

Siklus krebs juga dikenal dengan sebutan siklus asam sitrat atau siklus asam trikarboksilat.

Pada mulanya, tepatnya di tahun 193 –an siklus tersebut dipelajari oleh seorang ilmuwan bernama Albert Szent.

Ia berhasil hadiah nobel karena mendeteksi atau menemukan satu senyawa utama dari sebuah siklus asam sitrat yaitu asam fumarat pada otot dada merpati.

Dan penemuan senyawa tersebut tidak berhenti saat itu saja, senyawa tersebut terus dikembangkan dan disempurnakan oleh seorang ilmuawan yang pada akhirnya juga mendapat hadiah nobel karena hal tersebut, yaitu Hans A. Krebs.

Lalu pada akhirnya ilmuwan lain sepakat untuk menamai siklus tersebut dengan nama penyempurnanya yakni krebs.

Setelah mendengar sejarah penamaan siklus tersebut? Lantas sebenarnya apa sih siklus krebs? Mari kita cari tahu.

Jadi siklus krebs merupakan hal sangat penting dari respirasi anaerob, yang mana fungsinya adalah sebagai penghasil energi yang utama dari makhluk hidup aerobik.

Siklus ini dapat mengubah senyawa asam piruvat dari jalur metabolisme termasuk glikolisil dan lainnya menjadi energi yang siap pakai, karbondioksida, dan energi pereduksi.

Secara definitif siklus krebs adalah serangkaian reaksi biokimia pada sel yang berfungsi menghasilkan energi.


Fungsi Siklus Krebs


Lanjut pada pembahasan selanjutnya ya, tentu sangat penting mengetahui apa fungsi dari sesuatu hal yang dipelajari, sebab hal ini menandakan bahwa apa yang kita pelajari memang bermanfaat dan penting.

Adapun jika kita berbicara mengenai apa sa sih fungsi dari siklus krebs, dapat disimak bersama uraiannya di bawah ini:

  • Fungsi yang pertama adalah siklus krebs ini bisa menghasilkan koenzim tereduksi yang berguna untuk menggerakkan rantai pernapasan dalam produksi ATP
  • Lalu yang kedua, pada jaringan manusia siklus ini bisa menghasilkan karbondioksida terbanyak
  • Selanjutnya, membantu sintesis protein dan asam nukleat sebab siklus krebs mampu menyediakan bahan keperluan untuk hal tersebut
  • Mampu mengendalikan sistem enzim lain melalui komponen siklus, baik secara langsung atau tidak langsung
  • Dan terakhir, bisa mengkonversikan energi dan zat intermediet yang berlebihan pada sintesis asam lemak.

Tahapan Siklus Krebs


siklus krebs

Ketika kita berbicara tentang siklus tentu saja kita akan membahas tahapan atau proses dari siklus tersebut.

Hal ini menjadi bagian yang sangat penting untuk diketahui oleh teman-teman sekalian. Adapun sebenarnya tahapan dari siklus krebs sangat panjang.

Meskipun begitu kami akan menjelaskannya secara ringkas, jelas, dan lengkap sampai pada tahapan terakhir dari siklus tersebut.

Adapun langkah-langkah atau proses siklus krebs dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini:

  1. Pertama, penyatuan atau penggabungan antara molekul astetil KoA dengan oksaloasetat yang kemudian akan membentuk asam sitrat. Perlu diketahui juga pada reaksi ini enzim yang digunakan adalah enzim asam sitrat sintetase.
  2. Tahap selanjutnya ini akan menghasilkan isositrat, yang dibentuk oleh isomerase sitrat dan dibantu oleh enzim akonitase. Hasil dari tahap inilah yang kemudian membuat siklus krebs dikenal dengan nama siklus asam sitrat.
  3. Tahap ketiga ini menggunakan enzim isositrat dehidrogenase yang dengan bantuan NADH bisa mengubah isositrat menjadi alfa-ketoglutarat. Pada setiap satu rekasi ini akan menghasilkan atau melepaskan molekul karbon dioksida.
  4. Lalu pada tahap empat, alfa- etoglutarat akan diubah menjadi suksinil-CoA. Dan reaksi ini dikatalisasi oleh enzim alfaketoglutarat dehidrogenase.
  5. Kemudian dengan mengubah GDP + Pi menjadi GTP, suksinil-CoA juga akan diubah menjadi suksinat. Nah fungsi dari GTP adalah untuk membentuk ATP.
  6. Tahap enam, dengan bantuan enzim suksinat dehidrogenase suksinat yang didapat dari proses sebelumnya didehidrogenasi menjadi fumarat.
  7. Kemudian, pada ikatan karbon ganda (C =C) dalam fumarat akan terjadi hidrasi atau penambahan atom hidrogen, yang pada akhirnya akan menghasilkan malat.
  8. Dan terakhir malat tersebut akan diubah menjadi oksaloasetat melalui enzim malat dehidrogenase. Oksaloasetat ini nantinya membuat siklus krebs bisa berlangsung terus menerus, karena ia berfungsi untuk mendapatkan asetil-CoA. Selain itu, di tahap ini akan menghasilkan NADH ketiga dari NAD+.

Enzim yang Terlibat dalam Siklus Krebs


Enzim yang Terlibat dalam Siklus Krebs
mikrobio.net

Seperti yang telah kami sebutkan dalam tahapan atau proses sikuls krebs, terdapat banyak sekali enzim yang terlibat atau yang diperlukan selama proses tersebut.

Supaya teman-teman bisa lebih mudah mengidentifikasi enzim-enzim yang terlibat, di bawah ini telah kami rangkum menjadi satu kesatuan.

Apa saja enzim tersebut? Mari langsung saja simak dan perhatikan baik-baik uraian berikut ini:

Acotinate hydratase

Merupakan enzim yang dengan molekul intermediet cis-aconitate dapat  mempercepat atau memperlambat reaksi isomerasi asam sitrat menjadi isositrat.

Isocitrate dehydrogenase

Adalah enzim yang mengkatalis rekasi dekarboksilasi oksidatif isositrat menjadi karbon dioksida dan alfa-ketoglutarat

Pembahasan mengenai siklus krebs ini sebenarnya masih sangat banyak, cukup rumit, dan detail, seperti halnya materi dalam biokimia lainnya.

  1. Isocitrate dehydrogenase: Enzim ini mengkatalis reaksi dekarboksilasi oksidatif isositrat menjadi alfa-ketoglutarat dan karbon dioksida. Pada reaksi ini juga terjadi pelepasan H+ yang digunakan untuk memproduksi NADH
  2. Alfaglutarat-dehidrogenase : Enzim yang berperan dalam dehidrogenasi alfaketoglutarat
  3. Suksinil koenzim A sintetase (suksinat tiokinase) mengkatalisis pembentukan suksinat dan koenzim-A, metabolit 4-karbon, dari suksinil-KoA. Succinyl-CoA synthetase mengkatalisasi langkah reversibel dalam siklus asam sitrat, yang melibatkan fosforilasi tingkat-substrat G3P.
  4. Succinate dehydrogenase atau succinate-coenzyme Q reductase (SQR) atau Complex II adalah kompleks enzim multiprotein yang mengkatalisas oksidasi suksinat menjadi fumarat dengan mereduksi ubiquinone menjadi ubiquinol.
  5. Fumarase (atau fumarat hidratase) adalah enzim yang mengkatalisis reversibel hidrasi / dehidrasi fumarat untuk S-malat. Sel memiliki dua jenis Fumarase: Isoenzim mitokondria dan sitosol/sitoplasma. Fumarase yang berperan dalam Siklus Krebs adalah isoenzim mitokondria
  6. Malat dehidrogenase (EC 1.1.1.37) (MDH) adalah enzim dalam siklus asam sitrat yang mengkatalisis konversi malat menjadi oksaloasetat (menggunakan NAD +) dan sebaliknya (ini adalah reaksi reversibel)

Karena memang ilmu ini menyatukan antara ilmu biologi dan kimia, dimana meskipun keduanya sangat dekat dengan diri kita atau bahkan terjadi dalam tubuh kita tetapi cukup sulit untuk dipelajari.

Jadi mungkin materi tentang siklus krebs lainnya bisa kita bahas pada postingan selanjutnya ya. Selamat belajar kawan-kawan.


Apakah penjelasan di atas mudah dipahami? Atau malah membuatmu pusing tujuh keliling.

Untuk teman-teman yang pernah mempelajari kimia dan biologi mungkin istilah-istilah di atas cukup familiar, tetapi yang tidak terbiasa dengan istilah tersebut akan sedikit sulit memahami materinya.

Meskipun begitu tak ada salahnya kalau teman-teman harus tetap sabar dan konsisten dalam belajar. Penulis pribadi meminta maaf jika penjelasan di atas masih terlalu rumit.

Pada akhirnya, sekian artikel tentan siklus krebs yang bisa kami sajikan. Semoga bermanfaat, semangat terus belajarnya!

Leave a Comment