Teknik Mancing di Laut yang Wajib Diketahui oleh Pemula

Teknik mancing di laut – Pada artikel sebelumnya kami telah membahas tentang jenis teknik mancing, dan pada kesempatan kali ini kami masih akan membahas tentang teknik mancing khususnya yakni mancing di laut.

Seperti yang kita tahu, memancing menjadi kegiatan yang digemari oleh masyarakat Indonesia dari berbagai jenis kalangan.

Bagi beberapa orang, memancing adalah pelipur lara, meditasi, perenungan, serta jeda dari padatnya aktivitas sehari-hari.

Memancing dapat melatih kesabaran dan emosi. Dan masih banyak lain alasan seseorang memilih mancing sebagai kegiatan hiburan.

Memancing sendiri bisa dilakukan ditempat manapun. Teman-teman bisa meemancing di sungai, kolam pemancingan yang terbatas, atau bahkan di laut lepas.

Tetapi memang perlu diketahui bahwa memancing di sungai atau kolam berbeda dengan di laut.

Sebab medannya saja sudah berbeda, dan tentu saja hal ini akan berpengaruh juga pada teknik mancingnya.

Oleh karena itu, di bawah ini kami akan menjelaskan tentang teknik mancing di laut supaya teman-teman dapat menerapkannya ketika memancing.


Teknik Mancing di Laut untuk Pemula


Memancing di laut telah menjadi praktik rekreasi yang populer sejak zaman dulu, terutama bagi mereka yang hobi memancing. Selama ini para pemancing mengembangkan banyak teknik yang berbeda-beda untuk membantu mendapatkan hasil tangkapan yang sempurna.

Teknik-tekni memancing di laut tentu disesuaikan dengan ikan buruan atau target. Peralatan yang digunakan untuk masing-masing teknik pun berbeda-beda. Berikut ini beberapa teknik mancing di laut yang harus diketahui para pemancing.

Semoga beberapa informasi ini bisa memberikan gambaran kepada teman-teman bagaimana cara memancing yang benar di laut, supaya nantinya bisa mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi, atau juga bisa membantu keberhasilan teman-teman ketika mancing.

Negek

Teknik yang satu ini sering juga disebut dengan teknik ngegarong, sebab pada teknik negek memang memakai mata kail yang disebut garong.

Mata kail tersebut merupakan sejenis mata kail yang memiliki mata 6 dan berbentuk seperti matahari.

Pada umumnya teknik garong memakai joran tegek atau joran tanpa ring guide, serta memiliki panjang 4 sampai 6 meter.

Selain itu, pelampung kecil yang ringan juga sangat dibutuhkan ketika memancing dengan metode garong.

Nah kalau teman-teman ingin menangkap ikan baronang atau rabbit fish, maka teknik negek sangatlah cocok dengan sasaran tersebut.

Teknik Mancing di Laut: Popping

Pada postingan sebelumnya kami telah menjelaskan tentang teknik casting, nah popping tidak jauh berbeda dengan metode memancing casting.

Caranya yakni dengan melemparkan umpan buatan atau popper (sebutan umpan dalam teknik ini) ke arah target yang diinginkan.

Kemudian gulung secara berirama sehingga umpan buatan tersebut nampak seperti umpan alami dan ikan pun tertarik untuk menyambarnya.

Teknik Rock Fishing

Kalau teman-teman menggunakan teknik rock fishing ketika memancing, maka persiapkan joran yang memiliki panjang sekitar 5 meter. Selain itu gunakan juga reel spinning spool 4000 ke atas.

Cara memancingnya mudah saja yakni dengan melemparkan umpan sejauh mungkin lalu biarkan saja umpan tersebut jatuh pada tempat yang dinginkannya.

Yang menjadi ciri khas dari rock fishing ini adalah tempat memancing yang dilakukan dari atas batu karang (rock) atau juga pinggir laut yang memiliki bidang curam.

Hal ini berarti teknik rock fishing cukup beresiko karena pemancing harus memanjat tebing atau permukaan batu karang yang tinggi terlebih dahulu.

Teknik Surf Fishing

Pada dasarnya teknik surf fishing hampir sama dengan metode rock fishing, baik peralatan yang dibutuhkan maupun juga cara dasar memancingnya.

Yang membedakan adalah pada teknik ini teman-teman tak perlu memanjat tebing atau batu karang yang tinggi, cukup lakukan di pantai saja.

Flying Lining

Selanjutnya terdapat teknik yang disebut dengan flying lining, atau yang lebih dikenal dengan teknik ngoncer.

Dinamakan teknik ngoncer karena memang pada metode ini menggunakan pemberat yang disebut dengan ngoncer.

Jika menggunakan teknik flying lining maka umpan yang harus dipersiapkan adalah umpan hidup atau live bait.

Teknik memancingnya yakni dengan melemparkan umpan sejauh mungkin sehingga menjauh dari kapal. Kemudian tunggulah sampai ikan-ikan memangsa umpan hidup tersebut.

Spearfishing

Banyak orang yang telah mempraktekkan teknik spearfishing sejak ribuan tahun lalu. Spearfishing merupakan teknik menagkap ikan dengan menggunakan tombak atau sejenisnya. Tekni ini bisa dilakukan di laut dangkat sambil berdiri maupun berenang ke dalam air sambil snorkeling.

Tak jarang juga orang melakukan teknik spearfishing sambil free diving. Dimana seseorang harus menahan nafas agak dalam sambil menyelam ke dalam laut yang agak dalam. Mereka akan mencari buruan mereka di bawah air.

Setelah menemukan target, pemancing akan mencoba menusuk atau menombak ikan dengan melempar atau mementalkan tombak. Jika dulu orang-orang membuat tombak dari kayu yang ujungnya diruncingkan dan diberi pemberat, saat ini sudah ada tombak khusus untuk spearfishing.

Menggunakan Tangan

Metode ini mungkin terdengar sederhana, tapi yang bisa melakukannya hanya orang-orang profesional atau sudah terbiasa. Menangkap ikan dengan tangan kosong tentu sangat sulit apalagi ikan bergerak lebih bebas dan cepat di air ketimbang manusia.

Orang yang bisa menangkap ikan dengan tangan kosong tentu sudah ahli atau terbiasa melakukannya. Jarang sekali amatir yang bisa menangkap ikan apalagi di laut dengan tangan kosong, kecuali yang mereka tangkap sejenis lobster, kerang, atau timun laut.

Trolling

Trolling merupakan teknik memancing di permukaan air dengan menggunakan umpan, baik umpan buatan atau umpan asli. Peralatan memancing yang digunakan untuk teknik ini termasuk jenis peralatan memancing kelas berat.

Ikan yang disasar, antara lain ikan mahi-mahi, tuna, makarel, skip jack, dan lain sebagainya. Istilah trolling mengacu pada mengendarai perahu dengan kecepatan tertentu dengan menarik umpan yang dilempar ke air.

Seolah-olah umpan tersebut hidup dan bergerak sehingga menarik perhatian ikan.

Bottom Fishing

Bottom fishing merupakan teknik mancing di laut yang digunakan untuk menaangkap ikan di perairan dalam. Seperti namanya, bottom atau dasar ikan yang diburu pun biasanya ikan-ikan yang hidup di laut dalam.

Umpan yang biasa digunakan untuk tekni ini, diantaranya udang, ikan, dan sebagainya. Nantinya umpan akan diturunkan ke dasar laut dan tunggu hingga umpan dimakan ikan. Beberapa ikan yang ditargetkan dengan tekni ini, yakni kerapu, kakap, amber jack, dan lain sebagainya.

Kedalaman laut untuk menaruh umpan beragam, tergantung ikan apa yang diincar. Labuhkan perahu pada posisi yang diincar dan mulai lempar umpanmu.


Teknik Mancing yang Merusak


Selain beberapa teknik memancing diatas, masih ada teknik-tekni mancing di laut yang lainnya. Disampin itu, adapula teknik mancing di laut yang sifatnya merusak. Beberapa metode dapat membahayakan ekosistem dan habitat dasat laut, terutama terumbu karang.

Penagkapan ikan yang berlebihan apalagi dengan teknik berbahaya tentu tidak boleh diterapkan. Hal itu dikarenakan dapat merusak kestabilan ekosistem dan lingkungan laut.

Diantara teknik-teknik yang berbahaya tersebut ada penangkapan ikan menggunakan pukat harimau dan bahan peledak.

Penggunaan bahan peledak untuk menagkap ikan di laut masih dipraktekkan oleh beberapa nelayan yang tidak bertanggung jawab. Nelayan menggunakan bahan peledak bawah air untuk membunuh ikan dalam jumlah besar. Tentu itu akan merusak lingkungan dan memutus ekosistem.

Begitu juga dengan pukat harimau, dimana ini merupakan metode industri penangkapan ikan menggunakan jaring yang besar dan berat. Jaring tersebut di tempatkan di dasar laut, saat ikan-ikan berkumpul kemudian jaring tersebut diangkat ke atas.

Sayangnya penggunaan pukat harimau membuat beberapa terumbu karang sering ikut terangkut. Proses ini dapat menyebabkan kerusakan serius bahkan menghilangkan seluruh terumbu karang.

Leave a Comment