14 Rekomendasi Tembang Kenangan Terbaik Sepanjang Masa

Tembang Kenangan – Hampir setiap orang pasti suka mendengarkan musik. Sejak dulu musik menjadi sebuah hiburan bagi penikmatnya, baik dikala suntuk, senang, maupun sedih.

Musik juga bisa dibilang bahasa universal karena musik bisa menyatukan orang dari berbagai belahan dunia.

Meskipun bahasa kita berbeda-beda, namun dengan musik kita bisa disatukan. Musik juga bisa dibilang tak lekang oleh waktu.

Lihat saja banyaknya musik-musik zaman old yang masih banyak diputar hingga kini.

Musik selalu berkembang mengikuti perkembangan jaman seiring dengan kemajuan teknologi aransemen lagu tidaklah sesulit dulu.

Lagu dari genre apapun bisa di mix dan menghasilkan sebuah lagu yang enak didengar. Meskipun begitu lagu-lagu jadul tak lantas terganti keberadaannya.

Bahkan banyak orang yang mencari lagu jadul populer untuk kemudian dicover dengan aransemen yang lebih kekinian.


Daftar Tembang Kenangan yang Terbaik


Ingin cari referensi lagu tembang kenangan yang populer dijamannya? Atau ingin bernostalgia dengan lagu-lagu tembang kenangan? Berikut 10 list tembang kenangan yang enak didengar.

1. Setangkai Anggrek Bulan (Bunga Anggrek)

Lagu Setangkai Anggrek Bulan pertama kali dinyanyikan duet oleh dua penyanyi legend Indonesia, yaitu Emilia Contesa ibunda dari penyanyi Denada Tambunan serta mediang Broery Pesolima atau yang lebih dikenal dengan Broery Marantika.

Lagu karya dari A. Riyanto ini diproduksi pada tahun 1977.

Selain Emilia dan Broery lagu ini juga banyak dinyanyikan ulang oleh artis-artis tanah air lainnya, sebut saja Rano Karno dan Ria Irawan, Rani (1997), hingga Almarhum Chrisye dan Sophia Latjuba.

Lagu ini berisi tentang perasaaan sayang seorang lelaki kepada pujaan hatinya. Ia mengibaratkan sang kekasih sebagai setangkai anggrek bulan.

2. Mawar Berduri

Lagu ini merupakan salah satu lagu didalam Album Emas Volume 2 milik penyanyi wanita yang juga politikus Tetty Kadi.

Lagu ini juga merupakan karya hits dari penulis lagu A. Riyanto yang merupakan sepupu dari Tetty Kadi. Lagu ini diproduksi tahun 1966 dan menjadi hits hingga tahun 70-an.

Penulis lagu A. Riyanto nampaknya memang senang mengumpamakan seorang wanita dengan bunga mungkin karena kedua hal tersebut sama-sama ciptaan Tuhan yang indah.

Seperti lagu Anggrek Bulan lagu ini juga berisi tentang perasaan seorang lelaki kepada kekasihnya yang diumpamakan sebagai mawar yang berduri.

Berbeda dengan Anggrek Bulan perasaan sang lelaki dalam lagu ini justru sedang tersakiti karena sang kekasih yang dicintainya ternyata membagi cintanya dengan banyak laki-laki lain.

3. Melati dari Jayagiri

Lagu Melati dari Jayagiri ini diciptakan oleh Iwan Abdulrachman dan dinyanyikan oleh grup musik legendaris asal Bandung, yakni Bimbo.

Lagu ini dirilis pada tahun 1974 saat musik folk sedang digandrungi masyarakat pada saat itu.

Lagu Melati dari Jayagiri salah satu lagu hits pada Album trio Bimbo yang bertajuk Trio Bimbo. Keseluruhan album ini direkam dibawah naungan label Fontana di Singapura.

Lagu ini menceritakan tentang kenangan manis seorang lelaki akan kisah romansanya dengan sang kekasih.

Mereka membuat janji manis disuatu bukit. Lagi-lagi wanita diungkapkan sebagai sebuah bunga. Mungkin pada zaman old wanita memang sangat identik dengan bunga.

4. Benci tapi Rindu

Lagu ini merupakan salah satu tembang hits dari salah satu penyanyi lawas yang juga ibunda dari penyanyi Marcello Tahitoe (Ello), yakni Diana Nasution.

Lagu ini masuk kedalam salah satu album Diana Nasution yang bertajuk Benci tapi Rindu dan Ultimate Collection serta album karaoke Rinto Harahap Album Sukses dan menjadi salah satu single hits. Lagu ini diciptakan oleh komposer Rinto Harahap.

Lagu ini pernah dibawakan ulang oleh Ello, Titi DJ, hingga Glenn Fredli. Lagu ini dirilis antara tahun 1978 dibawah label Lolypop Records.

Meskipun awalnya Diana menolak untuk menyanyikan lagu ini karena terlalu sedih dan mendayu-dayu, tapi pada akhirnya lagu ini menjadi hits karena sesuai dengan vokalnya.

Lagu ini bercerita tentang isi hati seorang wanita yang kesal dengan perilaku kekasihnya, namun ia tetap rindu dengan kekasihnya tersebut.

5. Senja Di Batas Kota

Lagu Senja Di Batas Kota merupakan salah satu single hits dari penyanyi era 70-an Ernie Djohan. Lagu ini diciptakan oleh pencipta lagu yang berasal dari Pulau Dewata Bali, yaitu mediang Wedhaswara.

Lagu ini berkisah tentang kenangan seorang wanita di perbatasan kota bersama kekasihnya dikala senja. Ia memiliki kenangan-kenangan akan kekasihnya dimoment itu yang terus ia simpan didalam hatinya.

6. Teluk Bayur

Lagu ini merupakan salah satu single hits yang melambungkan nama penyanyi Ernie Djohan di era 70-an.

Lagu ini diciptakan oleh komposer Zaena Arifin atau yang lebih dikenal dengan Zaenal Combo di tahun 1967.

Lagu ini sendiri baru resmi dirilis setelah dinyanyikan oleh Ernie Djohan ditahun berikutnya, yaitu tahun 1968.

Lagu ini menjadi semakin hits di tahun 70-an bahkan banyak penyanyi-penyanyi yang membawakan ulang lagu ini.

Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang merantau dari kampung halamannya.

Ia berpamitan dengan kekasihnya di Teluk Bayur dan ia berjanji akan kembali lagi dari perantauannya dan bertemu dengan kekasihnya ditempat yang sama.

Lagu Teluk Bayur sendiri terinspirasi dari Teluk Bayur di Padang, Sumatra Barat.

7. September Ceria

Lagu September Ceria merupakan single hit dari penyanyi bersuara serak-serak manja Vina Panduwinata.

Lagu yang diciptakan oleh James F Sundakh ini terinspirasi dari bulan September pada negara empat musim.

Lagu ini berkisah tentang ungkapan perasaan seseorang akan kekasihnya yang ia anggap sebagai pembawa kegembiraan.

Lagu ini dirilis pada tahun 1982 dan masuk kedalam Album Citra Pesona.

8. Tak Ingin Sendiri

Lagu bergenre pop ini dinyanyikan oleh penyanyi Dian Piesesha. Lagu ini menjadi hit single dian pada albumnya dengan judul yang sama.

Lagu ini dirilis pada Septemberr tahun 1984 dan menjadi lagu andalan Dian yang sukses menghantarkan karir bermusiknya di puncak industri musik Indonesia.

Lagu ini diciptakan oleh Pance dan diproduseri oleh Judhi Kristiantho di bawah label JK Records.

9. Selendang Merah

Lagu Selendang Merah merupakan karya emas dari komposer A. Riyanto yang dinyanyikan oleh Anita Tourisia.

Isi keseluruhan lagu ini menceritakan tentang perasaan sedih seorang wanita yang ingat kenangannya bersama sang mantan kekasih yang pernah memberikannya selendang berwarna merah.

Selendang merah yang diberikan mantan kekasihnya kini hanya tinggal selendang biasa yang berisi kenangan tentang mantan karena sang mantan telah duduk di pelaminan bersama gadis lain.

Lirik lagu ini sebenarnya justru sangat dekat dengan kisah percintaan jaman now yang banyak melibatkan cerita tentang mantan.

10. Kupu-kupu Kertas

Lagu yang dinyanyikan oleh Ebiet G Ade ini merupakan lagu yang pali bontot dibanding dengan lagu-lagu tembang kenangan diatas.

Sebenarnya lagu ini belum terlalu lawas karena dirilis pada tahun 1995. Lagu ini ditulis sendiri oleh Ebiet G Ade.

Lagu yang dibawakan oleh Ebiet G. Ade kerap mengandung makna yang dalam dan bisa menyihir pendengarnya. Tidak jarang juga terjadi perenungan yang dalam secara otomatis ketika mendengar lagunya.

Lirik lagu Ebiet G. Ade sendiri lebih terlihat seperti puisi dengan makna yang dalam ditambah dengan penggunaan kalimat metafora.

Makna dari lagu ini sangatlah dalam bahkan lirik lagunya tidak mudah dicerna meskipun lagunya mudah diterima oleh telinga pecinta musik.

Ebiet memang pandai dalam memakai idiom dan bermain kata-kata. Hingga kisah wanita yang melanggar kodratnya saja bisa diibaratkan sebagai kuppu-kupu kertas.

Banyak perbedaan pendapat mengenai makna dari lagu kupu-kupu kertas sesuai dengan cara tafsir dan dengan sudut pandang yang seperti apa.

Ada yang memiliki pendapat kalau lagu ini mengenai seseorang yang mengharap cinta yang tidak bisa ia dapatkan namun selalu menunjukan keceriaan untuk menutupi kegundahan.

Ada juga yang memiliki pandangan kalau lagu kupu-kupu kertas menggambarkan kupu-kupu malam, yang kerap menebar ‘cinta’ ke sana ke mari dengan senyum namun terdapat luka di dalamnya.

11. Sandiwara Cinta – Nike Ardila

Jika berbicara tembang kenangan, tentunya tidak asing dengan lagu Sandiwara Cinta yang dinyanyikan oleh Nike Ardilla dan juga merupakan lagu di album terakhirnya.

Lagu ini direkam pada tahun 1994 dan di rilis pada awal maret 1995 tepat beberapa hari sebelum penyanyi Nike Ardilla meninggal dunia.

Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang dibuat jatuh cinta hingga membuatnya terlena dan rindu setiap harinya.

Namun seiring berjalannya waktu, sifat orang tersebut mulai berubah menjadi acuh, kerap marah tanpa alasan.

Seseorang yang sudah dibuat jatuh cinta tersebut pun merasa itu mungkin memang sifat asli pasanganny. Ia merasa benci dan berat hati melupakan pasangan yang membuatnya jatuh cinta.

12. Kemesraan – Iwan Fals ft. Rafika Duri

Sama dengan nama albumnya, Kemesraan merupakan lagu tembang kenanganan populer yang sampai sekarang sudah diaransemen oleh beberapa artis-artis dari Musica Studios.

Pada awalnya lagu ini dinyayikan oleh Jane Sahilatua dan Franky Sahilatua, namun belum begitu dikenal. Baru ketika sesudah dinyanyikan oleh artis-artis dari Musica Studios lagu Kemesraan mulai terkenal.

Lagu ini mengisahkan tentang akan datangnya perpisahan di momen-momen indah atau bahagia dan tidak ingin hal itu sampai terjadi.

Namun, bisa juga menggambarkan seseorang di mana ia tidak ingin momen-momen bahagia atau kemesraan yang sedang dialaminya cepat berlalu dan ingin terus mengenangnya.

13. Bintang Kehidupan – Nike Ardila

Satu lagi lagu tembang kenangan dari Nike Ardilla yaaitu berjudul bintang kehidupan. Tentunya yang sudah pernah mendengarkan lagu ini tidak asing dengan lirik “Malam-malam aku sendiri.. tanpa cintamu lagi..”

Lagu dari album dengan nama yang sama ini pertama kali dirilis pada bulan Februari 1990 dan dengan penjualannya yang mencapai 6 juta copy di pasar musik Indonesia dan Asia Tenggara.

Lagu bintang kehidupan sendiri jika diperhatikan dari liriknya seperti menggambarkan seseorang yang sudah kecewa dengan cinta karena berkali-kali gagal hubungan yang dijalinnya.

Ia juga sudah merasa jenuh dengan kata-kata manis cinta, merasa lebih baik sendiri, imannya yang menguatkannya dalam menjalani hidup terdapat harapan bahagia kelak akan datang di hidupnya.

14. Tenda Biru – Desi Ratnasari

Tenda biru yang dinyanyikan oleh Desi Ratnasari juga merupakan tembang kenangan yang pernah hits dan bahkan sampai saat ini lagunya masih memorable.

Lagu ini menggambarkan seseorang yang ‘dighosting’ dalam hubungaun percintaannya, di mana ia ditinggal menikah oleh orang yang disayangnya.

Ia merasa kaget ketika melihat terdapat tenda pernikahan di rumah orang yang disayangnya, tidak diundang, tidak mendapat kejelasan putus hubungan sebelum ditinggal menikah dan kecewa dikhianati.

Leave a Comment