Tips Budidaya Sawi Putih yang Baik (Mudah dan Sukses)

Tips Mudah Budidaya Sawi Putih – Sawi putih dibudayakan pada iklim 19°C – 21°C dengan suhu udara yang tidak terlalu tinggi dan kelembaban udara sekitar 80% – 90%.

Sedangkan curah hujannya ialah 1000-1500 mm/tahun karena tanaman sawi tidak menyukai air yang berlebihan atau menggenang.

Seputar Penyebaran Sawi Di Indonesia

Tumbuhan sawi putih diperkirakan berasal dari daratan Tiongkok dan Asia Timur. Itulah sebabnya sawi putih kerap disebut Chinese cabbage atau kubis Cina. Ada juga yang menyebutnya dengan Nappa Cabbage.

Tanaman ini kemudian menyebar luas hingga ke Taiwan dan Filipina. Di Taiwan tanaman ini berhasil dikembangkan sehingga terdapat 640 varietas sawi putih yang terdiri dari 488 tipe tanaman pada tahun 1976. Kini varietas sawi putih sudah lebih banyak lagi dan sudah tersebar luas di seluruh dunia.

Pembudidayaan sawi putih dapat dilakukan di daerah tropis maupun subtropis. Di Indonesia sendiri, pembudidayaan sawi putih sudah dimulai sejak abad ke XIX bersamaan dengan lintas perdagangan sayuran subtropis lainnya.

Pada mulanya penyebaran sawi putih di Indonesia berpusat di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Tepatnya di daerah Lembang, Cipanas, dan Pangalengan untuk wilayah Jabar dan Malang serta Tosari untuk wilayah Jatim.

Kini penyebaran sawi putih di Indonesia sudah meluas lagi terutama pada daerah-daerah yang berketinggian diatas 1000 mdpl. Seperti yang kita ketahui, jika sawi putih berasal dari daerah subtropis. Oleh karena itu, mereka tumbuh lebih baik di daerah yang sejuk.


Budidaya Sawi Putih


Tips Budidaya Sawi Putih (Mudah dan Sukses)
faunadanflora.com

Media Tanam Sawi putih

Untuk media tanahnya, gunakan tanah yang subur, gembur, memiliki kedalaman yang cukupdalam, mudah mengikat air dengan permukaan tanah memiliki ketinggian 1000 mdpl.

Waktu Menanam yang Tepat

Waktu yang tepat untuk menanam sawi putih adalah pada akhir musim penghujan dan memasuki musim kemarau, biasanya bertepatan pada bulan Maret – April.

Lahan Persemaian yang Baik

Lahan untuk persemaian benih sawi harus mendapatkan sinar matahari yang penuh, dekat dengan sumber air yang bersih dan banyak, dekat dengan rumah atau camp supaya mudah diawasi, tidak jauh dari lahan penananam atau kebun, tidak terkena banjir atau air menggenang, harus subur, gembur, dan dapat menahan air dengan baik serta bebas dari tanaman pengganggu, seperti rumput, sisa-sisa tanaman lain, dan batu-batu kecil.

Jika telah berusia 21-30 hari, bibit bisa ditanam di lahan terbuka. Sawi bisa dibudidayakan melalui bijinya. Untuk mendapatkan bibit yang baik maka disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di kebun.

Agar mendapat benih yang baik, maka biji yang digunakan harus utuh, sehat dan tidak tercampur dengan biji jenis lain serta tidak keriput. Tanah untuk lahan sawi harus diolah 3 minggu sebelum digunakan.

Tanah diolah menggunakan mesin traktor atau manual dengan kedalaman 30-40 cm. jika sudah dibajak, biarkan selama seminggu karena tanah akan mengalami oksidasi.

Setelah lewat seminggu, tanah dicangkul agar menjadi remah dan rata lalu biarkan selama seminggu. Setelah seminggu, cangkul tipis-tipis sedalam 30 cm sekaligus buat bedengan dan selokan.

Ketika bedengan dibuat, beri pupuk juga seperti pupuk kompos atau pupuk hijau. Agar kualitas tanaman baik, pasang mulsa plastik. Jika sudah selesai, penanaman bisa dilakukan.

Tanaman bisa dipindah ke lahan dengan sistem cabut atau sistem putaran. Untuk sistem cabut, bibit dicabut pelan-pelan agar akar tidak rusak.

Sedangkan sistem putaran adalah bibit dicabut dengan tanahnya. Jika tanaman ada yang tidak sempurna,maka lakukan penyulaman.

Persyaratan Lahan untuk Budidaya Sawi Putih

Kondisi lingkungan yang sesuai dengan syarat hidup sawi dapat berpengaruh pada produktivitas sawi putih. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana sawi dibudidayakan.

Lokasi pertanian haruslah memiliki kondisi yang sesuai dengan apa yang ddikehendaki oleh tanaman yang akan ditanam. Masih banyak petani yang mengalami kerugian atau keuntungan rendah karena kurang memperhatikan kondisi lingkungan lokasi penanaman.

Adapun keadaan lingkungan yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan sawi putih adalah kondisi iklim dan tanah. Keadaan iklim yang perlu diperhatikan antara lain ada suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, serta penyinaran matahari.

Sementara untuk keadaan tanah yang menjadi media tanam dipengaruhi oleh sifat fisik, kimia, dan biologi tanah juga ketinggian tempatnya. Daya dukung tanah yang baik akan memberikan hasil tanaman yang baik pula.

Iklim

Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan sawi serkisar antara 19˚C – 21˚C. Berhubung Indonesia adalah negara tropis, maka daerah yang memiliki ssuhu udara sekitar 19˚C – 21˚C berada pada daerah dengan ketinggian 1000 – 1200 mdpl.

Kelembaban udara yang sesuai untuk pertumbuhan chinese cabbage berkisar antara 80% – 90%. Kelembaban udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan kesuburan tanaman. Sebab, ini ada kaitannya juga dengan penyerapan zat hara oleh tanaman.

Tanaman Chinese cabbage tergolong tumbuhan yang tahan terhadap hujan dan dapat ditanam sepanjang tahun. Curah hujan yang cukup sepanjang tahun dapat mendukung kelangsungan hidup tanaman ini.

Curah hujan yang pas untuk membudidayakan sawi adalah 100 – 1500 mm per tahunnya. Daerah yang memiliki curah hujan demikian dapat ditemui di dataran tinggi dengan ketinggian 1000 – 1500 mdpl. Meski begitu sawi tidak bisa hidup ditempat yang tergenang air.

Sinar matahari juga sangat penting bagi kelangsungan hidup tanaman termasuk juga sawi putih. Mereka membutuhkan cahaya matahari antara 350Kkal/cm² – 400 Kal/cm².

Tanah

Sifat fisik tanah yang cocok untuk budidaya sawi putih adalah yang gembur dan mudah mengikat air. Jenis tanah yang cock dengan sifat fisik tersebut, diantaranya ada tanah regosol, andosol, dan latosol.

Sementara sifat kimia tanah yang cocok untuk pertumbuhan Chinese cabbage adalah yang memiliki pH antara 6 – 7. Untuk sifat biologis tanah yang baik adalah tanah yang mengandung banyak humus dan berbagai unsur hara.

Sedangkan untuk ketinggian tempat yang cocok bagi pertumbuhan sawi adalah dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 mdpl. Kodisi-kondisi tanah seperti itulah yang cocok bagi kelangsungan hidup sawi.

Leave a Comment