Tips Mudah dan Sukses Budidaya Kencur (Lengkap)

Tips Mudah Budidaya Kencur – Kencur bisa dibudidayakan di dataran rendah dan datarang tinggi dengan ketinggin 100 hingga 500 m dpl.

Media tanamnya adalah tanah lempung berpasir yang subur dan gembur dengan jenis tanah mediterian coklat tua dan grumosol.


Tips Budidaya Kencur


√ Tips Mudah dan Sukses Budidaya Kencur (Lengkap)
taldebrooklyn.com

Berikut beberapa tips dalam budidaya kencur.

Ditanam Di Tempat yang terbuka

Kencur harus ditanam di tempat yang terbuka seperti tegalan yang agak miring dengan drainase yang baik agar tidak busuk. Sebab, kencur adalah tanamn yang peka terhadapt penyakit busuk.

Namun, kencur juga menyukai huna dengan kisaran 1000 hingga 3500 mm/tahun. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari yang cukup pada awal pertumbuhannya.

Diperbanyak dengan Rimpangnya

Biasanya, kencur diperbanyak dengan rimpangnya. Sebaiknya rimpang diambil dari tanaman kencur yang sehati dengan usia panen 8 hingga 12 bulan.

Ciri-ciri bibit rimpang yang baik adalah yang warnanya mengkilap kecoklatan, tidak lecet, dagingnya alot, tidak berjamur dan tidak memiliki gejala-gejala busuk.

Budidaya Kencur

Bibit rimpang yang sudah dipilih ditempakan selama 2 minggu sampai bibit bertunas di tempat yang lembab dan teduh.

Lalu, rimpang dipotong-potong dengan ukuran 3 cm, berat sekitar 8-15 gram dan tunas sekitar 2 hingga 3 mata. Pilih rimpang yang baru mulai tumbuh tunas untuk ditanam, karena akan memberikan hasil panen yang maksimal.

Dalam lahan 1 ha dibutuhkan bibit sebanyak 1-2 ton tergantung jarak tanam. Untuk menghindari serangan cendawan, sebelum bibit ditanam terlebih dahulu direndam dalam larutan Forest, kemudian ditiriskan dan disemprot fungisida seperti Dithane, Dimazeb, Ridomil, atau Manzate, dan bakterisida seperti Agrimycin atau Agrept.

Tanah untuk media tanam harus diolah ketika awal musim hujan dengan cara dicangkul atau dibajak dengna kedalaman sekitar 25 hingga 30 cm. setelah itu, tanah digemburkan dengan garpu dan dibersihkan dari rumput.

Selanjutnya dibuat bedengan selebar 1-1,5 m dan tinggi 15-20 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm. Di antara bedengan itu kemudian dibuat parit sedalam 30 cm untuk menjaga drainase tetap baik.

Beri pupuk kandang atau kompos matang menurut arah baris tanaman sekitar 1-2 minggu sebelum tanam dengan dosis 15 ton/ha.

Rimpang ditanam di musin hujan dengan tunas menghadap ke atas pada kedalaman sekitar 7,5 cm dan jarak tanam 20 cm x 20 cm.

Setelah tumbuh sempurna, beri urea dengan dosis 150 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCI 100 kg/ha, dan pada umur 2-3 bulan diberi pupuk tambahan berupa urea 150 kg/ha. Jika sudah berusia 1-2 bulan, lakukan penyiangan dan semprot fungisida seminggu sekali.

Seputar Kencur

Penamaan kencur di berbagai daerah berbeda-beda, di daerah Sunda kencur diseut dengan cikur. Di Aceh disebut dengan Ceuko, di Karo disebut kaciwer, di Bali disebut Cekuh, di Sumba disebut cekir, dan masih banyak lagi sebutan daerah lainnya.

Nama ilmiahnya adalah Kaempferia galanga dan termasuk golongan rempah-rempah. Tampilan rimpangnya berwarna cokelat, bulat, dan ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan jenis rimpang lainnya.

Empon-empon yang satu ini tergolong dalam suku temu-temuan atau Zingiberaceae. Minyak atsiri dan alkaloid yang terkandung di dalamnya dimanfaaatkan sebagai stimulan.

Tumbuhan kencur merupakan tanaman herbal tanpa batang yang tumbuh hingga setinggi 45 cm dari permukaan tanah. Daunnya tebal dan kesat dan biasanya tumbuh secara liar.

Saat ini kencur sudah banyak dibudidayakan karena manfaat atau khasiatnya. Di negara-negara tropis kencur dimanfaatkan untuk berbagai hal. Mulai dari bumbu masakan, obat herbal, hingga campuran kosmetik.

Penyebaran tanaman kencur berada di negara-negara tropis, seperti Indonesia, India, Bangladesh, Myanmar, Thailan, Kamboja, dan vietnam. Habitat aslinya di alam liar adalah di hutan terbbuka dan hutan bambu.

Dapat juga dibudidayakan di iklim tropis yang lembab dengan suhu paling rendah sekitar 18˚C dan ketinggian paling tinggi adalah 1000mdpl. Kencur lebih menyukai tanah yang subur dan lembab dan tempat yang teduh.

Tak heran jika habitat aslinya mereka sering di temukan di hutan-hutan. Tanah yang kaya akan humus dan berdrainase baik sangat cocok untuk membudidayakan kencur. Mereka diperbanyak dengan menanam benih dari pembagian rimpang.

Menanam Kencur Di Rumah

Meski aslinya kencur tumbuh liar di hutan, tapi mereka bisa dibudidayakan di dalam pot. Bila ingin menanam sendiri kencur di rumah, cukup beli kencur di pasar. Carilah kencur yang sudah tumbuh tunas baru.

Gunakan pot berdiameter 15 cm, ukuran tersebut cukup untuk satu rimpang kencur agar berkembang. Taruh ditempat semi terbuka dan tidak terlalu banyak angin.

Apabila ada tunas baru, rimpang bisa langsung di tanam. Hati-hati agar tidak menananmnya terlalu dalam karena bisa menghambat pertumbuhan tunas baru. Tempatkan pot di area terbuka tapi juga teduh, misalnya diteras rumah atau balkon.

Perlu diperhatikan jika tanaman kencur tidak tahan lebih dari satu hari jika tidak disiram. Jika tertolong kencur masih bisa tumbuh, tapi ada juga yang langssung mati karena tidak disiram.

Saat menanam mereka tanpa pot diluar ruangan, waspada terhadap hama siput atau keong. Keong-keong merupakan musuh alami kencur karena sangat suka memakan daun-daunnya. Bila diperlukan, taburkan pelet anti keong di sekitar tanaman kencur.

Keong atau siput biasanya beraksi dimalam hari. Untuk itu kalian bisa melakukan pencegahan di malam hari, seperti membawa kencur kedalam ruangan atau menabur pelet anti keong.

Untuk mendapatkan tanaman kencur yang subur, cukup beri mereka asupan nutrisi yang baik dan jaga kelembaban tanahnya. Caranya dengan memberi pupuk dan menyiramnya sehari dua kali pada pagi dan sore hari.

Tahapan menanam kencur sendiri di rumah adalah sebagai berikut:

1. Siapkan pot dengan diameter 15 cm untuk satu rimpang atau bisa juga ditanam langssung ddi tanah terbuka.

2. Siapkan bibit kencur yang sudah bertunas.

3. Buat lubang pada tanah dengan kedalaman sekitar 5 – 7 cm.

4. Masukkan bibit kencur yang telah disiapkan dengan bagian tunas menghadap ke atas.

5. Tutup lubang yang berisi rimpang kencur tadi.

6. Sirami tanah yang sudah berisi rimpang dengan air hingga lembab.

Itulah tips mudah untuk budidaya kencur sendiri di rumah. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Leave a Comment