Cara Budidaya Buah Stroberi (Mudah dan Sukses)

Cara Budidaya Buah Stroberi – Untuk membudidayakan buah stroberi, biasanya para pekebun buah stroberi melaukanya dengan berbagai cara.

Namun, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk membudidayakan buah stroberi dengan cara biji.

Buah stroberi merupakan salah satu buah yang digemari masyarakat karena mengandung banyak manfaat. Bukan hanya enak dikonsumsi secara langsung, tetapi produk olahan stroberi juga banyak diminati oleh masyarakat.

Tanaman stroberi pertama kali ditemukan di Pengunungan Chili, Amerika Latin. Strawberry merupakan tanaman buah yang bernilai ekonomi tinggi. Rasanya asam, manis, sekaligus menyegarkan sehingga disukai banyak orang.

Spesies stroberi (Fragaria chiloensis L) kini telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Negara-negara penghasil stoberi terbaik di dunia, diantaranya ada Amerika Serikat, Polandia, Italia, Jepang, dan Meksiko.

Keberhasilan industri stroberi di negara-negara tersebut disebabkan oleh dukungan dari pemuliaan yang dilakukan sehingga diperoleh kultivar-kultivar baru.

Kultivar baru yang unggul, sistem penanaman, dan teknik budidaya yang tepat menjadikan negara-negara tersebut sebagai penghasil stroberi terbaik dan terbesar di dunia.

Di Indonesia sendiri, perkembangan budidaya strawberry mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Meskipun belum optinal, tapi sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Para petani di Indonesia kebanyakan masih menggunakan pola tanam yang sifatnya konvensional. Kelemahan atas pengelolaan lahan yang tidak terpadu menjadikan tanaman stroberi rentan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, juga dapat mengurangi produktivitas.

Petani stroberi di Indonesia juga kebanyakan masih menggunakan bibit lokat yang diperbanyak sendiri dengan stolon. Sementara petani di negara-negara lain mendatangkan bibit dari Amerika Serikat dan New Zealand agar menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.

Itulah mengapa buah stoberi yang kita temui di pasaran berbeda dengan buah stoberi yang kita lihat di acara televisi luar negeri. Strawberry mereka terlihat lebih besar dan segar, selain itu rasanya pun lebih manis.


Budidaya Buah Stroberi


Cara Budidaya Buah Stroberi (Mudah dan Sukses)
kabartani.com

Berikut tahap budidayanya:

1. Siapkan Benih Budidaya Stroberi

Untuk membudidayakan stroberi menggunakan biji, maka pertama-tama kamu harus membeli benih stroberinya terlebih dahulu.

Benih bisa didapatkan di toko-toko penyedia bibit tanaman. Setelah kamu mendapatkannya, rendam benih selama 15 menit kemudian angin-anginkan agar kering.

2. Semai Benih Stroberi

Benih yang telang kering kemudian disemai di tempat penyemaian yang sudah dikasih media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kompos halus yang steril. Dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Selanjutnya benih kita semai secara merata di kotak bibit persemaian yang telah kita siapkan kemudian tutup dengan tanah tipis. Setelah itu, tutup permukaannya dengan menggunakan plastic atau kaca bening dan simpan pada temperatur 18-20 °C.

3. Benih Disiram Setiap hari

Setelah itu, benih disiram setiap harinya. Bibit bisa dipindahkan ke bedengan sapih jika telah tumbuh daun sebanyak 2 helai.

4. Bibit ditanam di bedengan sapih

Bibit ditanam di bedengan sapih dengan jarak antar bibit, yaitu 2-3 cm. media tanam bedeng sapih sama dengan media yang digunakan pada persemaian.

Bedengan diberi atap plastic bening. Selama didalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

5. Mengolah Media Tanam

Setelah pembibitan dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengolah media tanam. Untuk media tanam, kamu bisa menggunakan kebun tanpa plastic mulsa.

Untuk kebun yang tidak menggunakan mulsa, maka kedalam lahan harus sekitar 30-40 cm dan diangin-anginkan selama 15-30 hari.

Setelah itu, buah bedengan berukuran 80×100 cm dan tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 40×60 cm. sedangkan untuk guludan tanahnya memiliki lebar 40 x 60 cm dan tinggi 30 x 40 cm dengan jarak antar guludan 40 x 60 cm.

6. Menanam Stroberi

Jika guludan selesai dibuat, beri pupuk 20-30 ton/ha secara merata dan biarkan selama 15 hari. Jika sudah, stroberi sudah bisa ditanam.

Ketika akan ditanam, keluarkan bibit dari polybag beserta media tanamnya. Setelah ditanam, padatkan tanah sekitarnya dan beri pupuk basah dan siram tanah sekitar pangkal batang hingga lembab.

7. Panen dan Pascapanen Budidaya Stroberi

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memanen buah stroberi. Mulai dari masa berbuah tanaman strawberry, ciri buah siap panen, cara memanen, hingga pascapanen.

Saat akan memanen strawberi perhatikanlah tanaman mulai dari masa berbuahnya. Bunga bakal buah yang muncul sebelum tanaman berumur dua bulan harus dibuang karena akan menghabiskan cadangan makanan mereka.

Jika tanaman yang berumur kurang dari dua bulan dibiarkan berbuah nantinya buah akan lemah terhadap kondisi lingkungan serta hama dan penyakit. Sementara yang berumur dua bulan keatas harus dibiarkan berbunga hingga berbuah.

Pemanenan buah strawberry dapat dilakukan ketika buah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1) Saat dipegang strawberry terasa kenyal.

2) Warnanya sudah merah sempurna atau boleh juga yang kuning kemerahan atau merah kekuningan.

3) Sudah berumur dua minggu dari proses pembungaan atau sepuluh hari setelah awal pembentukan buah.

Lama waktu pematangan buah berbeda-beda tergantung pada kultivar dan kondisi cuaca di tempat budidaya. Di musim panas stoberi akan lebih cepat matang dibandingkan musim pengahujan.

Waktu yang baik untuk memanen buah stoberi adalah sebelum pukul 07.00 pagi. Hal itu dikarenakan agar buah tidak terpengaruh udara panas. Suhu udara yang panas bisa merangsang metabolisme buah menjadi lebih cepat sehingga mengurangi waktu simpan buah.

Pemanenan dilakukan dengan cara menggunting bagian tangkai buah yang paling besar. Biasanya buah yang paling besar terdapat pada tangkai utama. Semakin sedikit benturan antar buah akan semakin baik. Benturan pada buah dapat berakibat lecet, memar, hingga rusaknya buah.

Pemetikan buah, penilaian, dan pengemasan harus dilakukan secara berurutan dan sekaligus. Untuk buah yang busuk meski sedikit harus langsung dibuang agar tidak menulari buah yang lainnya. Stoberi sangatlah rentan terhadap hama dan penyakit.

Penanganan pascapanen haruslah sangat berhati-hati. Perhatikan tahap-tahap pengumpulan, penyortiran, serta pengemasan dan pengemasan agar buah tetap awet. Setelah dipetik atau dipanen stoberi tidak boleh asal ditaruh karena akan menyebabkan memar atau lecet.

Leave a Comment