14 Rekomendasi Film Pendek Terbaik dari Dalam dan Luar Negeri

Sebelum teknologi berkembang pesat seperti sekarang ini film-film yang beredar di pasaran merupakan film-film pendek. Film pendek terbaik menyajikan sebuah kisah dengan durasi sangat singkat.

Durasi waktu film pendek berbeda-beda namun rata-rata memiliki durasi <60 menit tiap filmnya.

Sebenarnya tak ada standarisasi tertentu tentang waktu film pendek. Dalam ajang penghargaan durasi waktu untuk kategori film pendek berbeda-beda.

Film pendek merupakan bentuk film yang simpel namun kompleks. Film pendek dibuat bukan karena minimnya anggaran atau sebagai bahan uji coba.

Kebanyakan film pendek yang dibuat memiliki karakteristik masing-masing yang membuatnya berbeda dari film berdurasi panjang.

Kebanyakan film pendek justru lebih ekspresif atau dengan kata lain pesannya mudah tersampaikan kepada penikmat film.


Rekomendasi Film Pendek Terbaik


Salah satu alasan orang-orang menyukai film pendek adalah pesan yang mendalam yang tersirat dalam film tersebut.

Berikut beberapa film pendek terbaik yang telah kami rangkum dan bisa anda jadikan sebagai referensi.

1. The Silent Child

Film yang dibintangi oleh Rachel Shenton dan Maisie Sly ini menceritakan tentang seorang anak tuna rungu (tuli) bernama Libby.

Bocah 4 tahun itu merupakan anak bungsu dari sebuah keluarga kelas menengah yang semuanya bisa mendengar.

Libby akan mulai bersekolah namun orangtuanya yang skeptis tidak mau ambil pusing soal Libby.

Mereka menugaskan seorang pekerja sosial untuk mengurus Libby.

Selama ini Libby hidup dalam keheningan hingga ia bertemu dengan Joanne, seorang pekerja sosial yang mengajarkannya bahasa isyarat untuk berkomunikasi.

Rachel Shenton sebagai pemeran Joanne tidak hanya berakting dalam film ini, ia juga menulis naskah untuk “The Silent Child” yang disutradarai oleh Chris Overton.

2. Sing

Film pendek Sing memiliki judul asli “Mindenki” memenangkan kategori film pendek terbaik di Academy Award 2017.

“Sing” disutradarai oleh Kristof Deak dan dibintangi oleh Zsofia Szamosi, Dorka Hais, serta Dorka Gasparfalvi. Film ini merupakan drama masa kecil tentang anak perempuan di paduan suara.

Film ini mengambil latar belakang Budapest, Hungaria. Terinspirasi dari kisah nyata tentang pemenang paduan suara dan seorang gadis yang mengungkap kenyataan pahit dibalik ketenaran mereka.

Karakter utama dalam film ini adalah Zsofi, seorang gadis muda yang kesulitan saat pertama kali masuk di sekolah barunya.

Ia sangat suka bernyanyi dan memutuskan untuk masuk ke dalam grup paduan suara.

Penanggung jawab paduan suara di sekolah Zsofi sangatlah kejam. Zsofi bersama Lisa akhirnya melakukan investigasi untuk mengungkapkan sifat aslinya.

3. Stutterer

Film yang tayang pada tahun 2015 ini bercerita tentang seorang laki-laki bernama Greenwood yang bekerja sebagai tipografer.

Sebagai seorang tipografer yang bekerja di rumah ia merasa kesepian, tapi ia mempunyai hubungan asmara yang dirajut lewat cara online.

Merasa terisolasi karena tak pernah bersosialisasi dengan dunia luar pada akhirnya dia memberanikan diri untuk bertemu dengan kekasih onlinenya.

Ia ingin mengungkapkan kebenaran tentang dirinya sendiri.

“Stutterer” merupakan film karya Benjamin Cleary yang pertama kali memenangkan Oscar untuk kategori Film Pendek Live Action Terbaik di tahun 2016.

4. The Phone Call

Saking bagusnya, “The Phone Call” memenangkan Academy Award ke-87 untuk kategori Best Short Film Live Action di tahun 2015 meskipun sudah tayang dari tahun 2014.

Film ini menceritakan tentang Heather, seorang wanita pemalu yang bekerja sebagai relawan di pusat panggilan bantuan (operator telepon).

Suatu hari ia menerima panggilan telepon dari seorang pria misterius bernama Stan. Pria tersebut menelpon sambil menangis tanpa mau memberitahukan masalah yang dihadapinya.

Informasi yang bisa dikumpulkan Heather dari telepon Stan hanyalah bahwa pria tersebut merasa sedih dan menyesal atas peristiwa dua tahun lalu yang membuatnya depresi.

Ia selama ini meminum obat anti depresi dan kini hanya ingin mengakhiri hidupnya dengan seseorang di sampingnya yang memegang tangannya.

Berbekal petunjuk dari pembicaraan mereka Heather ingin membantu Stan sebelum dia meninggal.

5. Helium

“Helium” menceritakan tentang kisah seorang anak laki-laki bernama Alfred yang tak punya harapan hidup (akan meninggal).

Ia dirawat di rumah sakit karena sekarat. Ia selalu murung, hari-harinya di rumah sakit hanya dihabiskan dengan menggambar atau bermain airship kepunyaannya.

Sampai suatu hari seorang petugas kebersihan yang eksentrik bernama Enzo menceritakan tentang “Helium”.

Enzo bercerita bahwa “Helium” merupakan sebuah dunia fantasi yang penuh dengan keajaiban dimana orang yang bisa kesana hanyalah orang yang butuh ‘tidur nyenyak’.

Dari cerita bohong tersebut Alfred mendapatkan kembali kebahagiaan dan sukacita dalam hidupnya.

6. Curfew

Film bergenre drama ini merupakan sebuah film yang menceritakan tentang seorang laki-laki yang merusak dirinya sendiri karena merasa telah mencapai titik terendah dalam hidupnya, pria tersebut bernama Richie.

Suatu saat ia mendapatkan sebuah telepon dari saudara perempuan yang sudah lama tidak ditemuinya.

Maggie saudara perempuan Richie terpaksa meminta tolong kepadanya untuk menjaga anak perempuannya yang masih kecil, yaitu Sophia.

Sophia tinggal sementara dengan Richie dan itu membuat hubungan antara dua kakak beradik Richie dan Maggie kembali membaik sedikit demi sedikit.

Film ini ditulis sekaligus disutradarai sendiri oleh Shawn Christensen pemeran Richie.

7. The Shore

The Shore merupakan film pendek bergenre drama komedi besutan sutradara Terry George.

Kisah Joe (Ciaran Hinds) dan Paddy (Conleth Hill) yang persahabatan masa kecilnya dihancurkan oleh masalah di Irlandia Utara.

Dua puluh lima tahun kemudian mereka akhirnya bersatu kembali.

Film berdurasi 29 menit ini berhasil menyabet piala Oscar untuk kategori Best Short Film Live Action pada tahun 2012.

8. God Of Love

“God Of Love” merupakan film pendek hitam-putih yang rilis di tahun 2010.

Bergenre komedi fantasi film ini menceritakan tentang Ray, seorang penyanyi cafe yang jago bermain lempar panah. Ia mencintai temannya Kelly, namun yang dicintai Kelly bukanlah Ray melainkan Fozzie.

Suatu hari Ray mendapatkan jawaban atas doanya, yaitu berupa kotak yang berisi 300 panah cinta. Cara kerja dari panah tersebut hanya perlu dilemparkan kepada orang yang disukai lalu ia akan membalas cintamu.

Ray mencoba kebenaran dari panah cinta tersebut ia memanah hampir semua wanita yang ditemuinya.

Penulis naskah serta sutradara dari film ini adalah Luke Matheny, pemeran Ray dalam God Of Love.

9. The New Tenants

Film garapan sutradara Joachim Back ini merupakan film bergenre kriminal drama komedi.

Film ini tidak banyak mengambil gerakan dan lebih menyoroti percakapan antara dua pria. Filmnya bercerita tentang seorang tetangga yang ingin tahu.

Ia merupakan pengedar narkoba dan seorang suami yang mudah sekali mengacungkan senjata serta balas dendam. Ia menyambut kedatangan tetangga yang baru saja pindah, yaitu Peter dan Zelko.

Menurut mereka hari bertemunya dengan Jan merupakan hari pindahan terburuk. Namun apartemen baru mereka mengungkapkan segalanya.

10. Toyland

Sebuah film dokumenter yang akan membawa penonton ke dalam dunia industri mainan.

Dimana keberuntungan dan kesenangan di dalamnya hanya untuk orang-orang yang tahu cara masuk ke dalam pikiran anak-anak.

“Toyland” menghadirkan kisah orang-orang di balik permainan-permainan terbesar dalam sejarah dan pasang surutnya usaha mereka.

Film yang sangat bagus untuk ditonton apalagi untuk pengusaha mainan yang baru merintis usaha mereka.

11. The Mozart of Pickpockets

Film yang memiliki judul asli “Le Mozart des Pickpockets” ini mengambil latar belakang tempat kota Paris, Perancis.

Filmnya tentang para pencopet Spanyol di Kota Paris. Richard dan Philippe merupakan bagian dari kelompok pencuri di Paris.

Mereka bekerjasama dengan cara menyamar sebagai polisi dan melindungi para pencopet yang beraksi. Saat penyamaran mereka terbongkar Richard dan Philippe berhasil menghindar.

Richard menemukan seorang anak imigran gelap yang bisu dan tuli yang akhirnya membantu mereka untuk mencopet dengan cara yang baru.


Rekomendasi Film Pendek Indonesia


Tak hanya industri perfilman barat yang memiliki deretan film pendek terbaik. Anak bangsa kita juga mahir dalam berkaya, bahkan tak sedikit yang memenangkan penghargaan di festival film internasional.

Berikut rekomendasi film pendek terbaik dari dalam negeri sendiri:

1. Tilik

Belakangan film pendek sedang naik daun. Selain karena ceritanya yang bagus, film pendek dinikmati oleh mereka yang butuh hiburan ringan dalam durasi yang singkat.

Tilik adalah film pendek yang sedang viral berkat karakter Bu Tedjo. Film yang mengangkat latar tradisi Yogyakarta ini melahirkan demam Bu Tedjo di berbagai aplikasi media sosial.

Sampai-sampai demam Bu Tedjo membanjiri iklan-iklan di TV hingga mewarnai sticker di ruang percakapan seperti Whatsapp, Line, dan aplikasi pesan singkat lainnya.

Dalam bahasa Jawa tilik berarti merupakan tradisi untuk menengok orang yang sakit.

Dalam film ini Bu Tedjo dan sekelompok ibu-ibu desa lainnya melakukan perjalanan dari desa mereka ke rumah sakit di kota untuk menjenguk Bu Lurah yang sedang dirawat.

Cerita terfokus pada bahan obrolan Ibu-Ibu tersebut selama dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dian adalah gadis di desa mereka yang kerap tertimpa kabar miring.

Kembang desa ini kerap kali membuat ibu-ibu desa resah karena menjadi gadis idaman banyak pria. Status Dian yang masih lajang menambah bumbu dalam cerita.

Topik yang diangkat dalam film ini adalah mengenai penyebaran hoax yang marak terjadi di lingkungan kita.

Diwarnai ghibahan ala ibu-ibu desa, karakter Bu Tedjo, Yu Ning, dan ibu-ibu lainnya membuat tokoh bernama Dian seolah-olah adalah wanita yang tidak benar.

Beberapa kabar miring tentang Dian menjadi topik yang diperbincangkan selama perjalanan naik truk dalam rangka menjenguk Bu Lurah di rumah sakit kota.

Bagi orang Jawa menyaksikan film ini seolah-olah melihat kenyataan yang ada sehari-hari. Sebuah cerita singkat namun sarat akan makna sosial, film ini sudah ditonton 24 juta kali sejak 4 bulan ditayangkan di Youtube.

Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY, film pendek Tilik berhasil meraih tiga penghargaan. Salah satunya di Official Selection World Cinema Amsterdam 2018.

2. Mars (Jangan Pipis Sembarangan)

Film pendek ini bergenre komedi tentang petualangan seorang bocah berusia 12 tahun ke Planet Mars.

Bersama teman-teman sekolahnya Ipul pergi study tour ke Planet Mars menggunakan bus Interplanetary Planet in Galaxy (IPIG).

Karena sering baung air kecil Ipul dibekali pispot oleh Ibunya. Siapa yang tahu jika terjadi sesuatu apabila Ipul nanti pipis sembarangan di Planet Mars.

Seolah kekhawatiran Ibunya menjadi kenyataan, sesampainya di Mars Ipul kebelet pipis dan dia lupa menggunakan pispot.

Saking kebeletnya, Ipul pipis di sembarang tempat. Akibatnya ia diculik oleh alien karena tidak mematuhi aturan.

Lalu apa yang terjadi pada Ipul selanjutnya?

3. Asa

Film pendek terbaik berikut ini cukup mengundang sesak di dada. Bercerita tentang remaja SMA bernama Asa yang menjadi korban laki-laki tak bertanggung jawab.

Melalui Facebook Asa berkenalan dengan seorang laki-laki, ia pun jatuh cinta dan mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih.

Pada suatu hari Asa mengetahui dirinya hamil, namun sang pacar meninggalkannya begitu saja.

Dalam kebingungan, Asa mendengar kabar tak sedap jika pacarnya tersebut ternyata adalah pria beristri dan memiliki anak.

Puncak dari cerita ini yaitu saat laki-laki tersebut mengunggah video persetubuhannya dengan Asa di Facebook.

Seolah jatuh kemudian tertimpa tangga, hidup Asa hancur berantakan. Ia dikeluarkan daru sekolah serta mendapat cibiran dari banyak orang.

Film ini mencoba menceritakan sebuah perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan akibat kekhilafan dalam hidup.

Bagi perempuan di luar sana, kalian harus pintar menjaga diri. Jangan mudah terayu bujukan laki-laki yang tak jelas asal dan usulnya.

Semoga kisah Asa bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bagi mereka yang tak memahaminya maka jangan menjadi hakim dan merasa menjadi orang paling benar.


Beberapa film di atas menunjukkan bahwa waktu yang singkat tak menyulitkan creator untuk menyampaikan isi atau pesan yang ada dalam film mereka.

Film pendek apa saja nih yang sudah anda tonton? Apa beberapa film di atas merupakan salah satu film favorit anda?

Baca Juga: Film Motivasi Terbaik

Leave a Comment