14 Film yang Dilarang Tayang di Indonesia Karena Dipenuhi Isu Sensitif

Kali ini kita akan membahas film yang dilarang tayang di Indonesia baik itu film luar maupun dalam negeri.

Seperti yang kita ketahui kalau Indonesia memiliki lembaga khusus untuk memfilter konten film yang akan dikonsumsi penonton Indonesia.

Lembaga sensor film bertugas untuk memfilter konten yang ada pada film yang akan ditayangkan di Indonesia begitu juga dengan poster serta agenda promo yang lainnya sehingga layak untuk penikmat film di tanah air.

Lembaga yang bertanggung jawab kepada Presiden ini berada di bawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kalian pasti akan melihat nama lembaga ini pada layar bioskop sebelum film dimulai. Semua film yang tayang di bioskop sudah melewati proses penyensoran oleh lembaga sensor.

Semua film yang tayang di bioskop biasanya akan mendapat tanda lulus sensor. Biasanya pada layar bioskop selalu ditampilkan sebelum film mulai.

Film-film tersebut selain mendapat tanda lulus sensor juga akan digolongkan sesuai dengan kategori usia. Ada yang anak-anak, remaja, butuh dampingan orang tua, atau dewasa.


Film yang Dilarang Tayang di Indonesia


Film yang tidak lulus sensor dari Lembaga Sensor Film Indonesia sudah pasti tidak akan tayang di bioskop tanah air. Berikut ini beberapa film yang dilarang tayang di Indonesia.

1. Something in the Way (2013)

Ada yang ngefans dengan aktor Reza Rahadian? “Something in the Way” merupakan salah satu film yang dibintangi oleh aktor tampan Reza Rahadian.

Mungkin kalian asing dengan film Reza yang satu ini karena memang tidak tayang di bioskop tanah air.

Film ini tidak mendapat ijin tayang di Indonesia karena ditakutkan film ini akan memicu kontroversi akibat adegan yang kelewat sensual.

Meskipun begitu film ini berhasil ditayangkan dan diapresiasi pada Festival Film Berlin.

Film ini bercerita tentang seorang supir taksi bernama Ahmad (Reza Rahadian) yang jatuh cinta pada seorang pelacur bernama Kinar alias Santi (Ratu Felisha).

Di film ini bahkan terdapat adegan Reza tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.

2. Lady Terminator (1989)

“Lady Terminator” merupakan salah satu film Indonesia yang tidak dirilis di Indonesia.

Meskipun begitu film ini dirilis dan ditayangkan di berbagai negara, seperti USA, Jepang, Jerman, Irlandia, Republik Ceko, Finlandia dan beberapa negara lainnya.

Selain dibintangi oleh aktor dan aktris kawakan tanah air film ini juga dibintangi oleh Barbara Constable.

Film ini dirilis menggunakan bahasa Inggris. “Lady Terminator” mengisahkan tentang pembalasan Nyi Roro Kidul lewat tubuh seorang Mahasiswi asing bernama Tania.

Film ini dilarang tayang karena banyak adegan seksual serta kekerasan. Jika melihat potongan-potongan film yang ada di dunia maya, film ini pasti mengingatkan kita akan film-film mendiang Suzana.

3. The Act of Killing / Jagal (2012)

Film “Jagal” merupakan sebuah film Indonesia yang disutradarai oleh Joshua Oppenheimer yang berkebangsaan Amerika.

Film dokumenter ini menyoroti pembunuhan kelompok anti-PKI yang terjadi di tahun 1965 sampai tahun 1966.

“The Act of Kiling / Jagal” berhasil masuk nominasi pada ajang Academy Awards (Oscar) di tahun 2014 untuk kategori film dokumenter terbaik.

Hal-hal yang berbau kekejaman PKI memang dilarang tayang di Indonesia termasuk salah satunya film ini.

Meskipun begitu film ini sudah banyak ditonton secara tertutup. Bahkan lewat situs resminya kita bisa mendownload film “Jagal” lho.

4. Look of Silence/ Senyap (2015)

“Senyap” merupakan sekuel atau lanjutan dari film “Jagal” yang rilis di tahun 2012.

Meskipun perilisan antara film pertamanya terdapat rentang waktu 3 tahun nyatanya syuting untuk sebagian dari film ini dilakukan bersamaan dengan sekuel pertamanya.

Film ini juga dilarang tayang di Indonesia karena konten yang sama dengan film terdahulunya.

Film garapan sutradara Joshua Oppenheimer lagi-lagi masuk dalam nominasi Oscar untuk kategori Dokumenter Terbaik di tahun 2016.

5. Pocong (2006)

Film karya sutradara Rudi Soedjarwo ini tidak mendapat ijin tayang dari lembaga sensor film dikarenakan menyuguhkan cerita horor sadis yang kemungkinan bisa ditiru pelaku kejahatan di luar sana.

Tidak hanya itu film “Pocong” juga dianggap membuka luka lama tentang kejadian pada tahun 1998, menyinggung Sara serta adegan pemerkosaan yang brutal.

6. Murudeka 17805 (2001)

Film drama perang yang diproduksi berkat kolaborasi Jepang dan Indonesia ini menjadi salah satu film yang dilarang tayang di tanah air.

Sesuai judulnya film ini bercerita tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia namun dari sudut pandang orang Jepang.

Ada beberapa adegan di dalam film ini yang melenceng dari sejarah aslinya.

Penjajahan Jepang yang kala itu sangatlah kejam justru tidak terlalu diperlihatkan. Jepang justru dibuat seolah-olah menolong Indonesia dari penjajahan Belanda dan sekutunya.

Bisa dibilang film ini akan menimbulkan kontroversi dan menyakiti hati para warga Indonesia bila tetap ditayangkan. Apalagi adegan seorang nenek tua yang bersujud di kaki panglima Jepang.

7. Fifty Shades of Grey (2015)

“Fifty Shades of Grey” merupakan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama.

Film dari negara Amerika ini dilarang tayang di Indonesia karena banyak adegan seksual yang kelewat vulgar untuk budaya timur.

Apalagi si tokoh pria digambarkan sebagai seorang masokis maniak yang dominan. Nggak kebayang kan gimana jadinya kalau adegan-adegan panas dalam film ini terpampang di layar bioskop.

Meskipun begitu film ini sukses meraup keuntungan hingga triliunan rupiah hingga dibuat triloginya.

8. Noah (2014)

Film yang juga ikut dibintangi oleh aktris Emma Watson ini menceritakan tentang perjalanan Nabi Nuh berdasarkan kitab taurat atau yang dalam bahasa Inggris disebut Genesis.

Berhubung Indonesia merupakan negara dengan keberagaman agama maka film ini dilarang tayang di tanah air.

Dikhawatirkan apabila tayang film ini akan memicu perdebatan antar agama yang nantinya bisa berujung pada perpecahan.

Karena terlalu banyak penggambaran karakter Noah yang menyimpang dari pemahaman umat Islam. Diantaranya sifat Noah yang temperamental serta ia memiliki konflik dengan orang yang telah membunuh ayahnya.

Selain itu adegan kapan yang ia tumpangi terjebak dalam batu raksasa menimbulkan kontroversi karena menyimpang dari sejarah.

Tak hanya menuai kecaman dari organisasi agama Islam, film ini juga mendapat kecaman dari organisasi keagamaan Kristen. Sehingga tidak memperoleh izin tayang di Indonesia.

9. True Lies (1994)

Dibintangi oleh bintang senior Arnold Schwarzenegger dan Jamie Lee nyatanya tak membuat film yang mengambil sebagian besar lokasi syuting di Miami ini dapat tayang di Indonesia.

“True Lies” tidak bisa tayang di Indonesia dikarenakan mengangkat cerita tentang seorang agen rahasia yang memerangi teroris.

Dimana teroris pada film ini digambarkan dengan seseorang berkebangsaan Arab. Takut akan menimbulkan Islamophobic di tanah air yang sebagian besar memeluk agama Islam.

Film ini pun tak mendapat ijin untuk tayang di Indonesia.

10. Irreversible (2002)

“Irreversible” merupakan sebuah film Perancis yang disutradarai oleh Gaspar Noe. Film ini berisi kejadian yang dialami oleh Alex (Monica Belluci) di suatu malam yang membuatnya trauma.

Film ini dilarang tayang di Indonesia karena ada adegan pemerkosaan yang brutal terhadap seorang perempuan pada film ini. Apalagi adegan tersebut memakan waktu hingga 9 menit.

Tidak hanya pemerkosaan film ini juga terdapat adegan kekerasan yang mengganggu sehingga beberapa negara termasuk Indonesia dan Selandia Baru melarang tayang film ini.

11. Schindler’s List (1993)

Mengangkat cerita tentang pembantaian umat Yahudi yang dilakukan oleh kelompok Nazi pada era perang dunia kedua menjadikan “Schindler’s List” masuk ke dalam daftar film yang dilarang tayang di tanah air.

Seperti yang kita ketahui kalau Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Sehingga film-film yang mengangkat tema sara seperti ini dikhawatirkan akan memicu perpecahan.

Apalagi saat ini Israel sebagai negara mayoritas Yahudi sedang menjajah Palestina yang mayoritas beragama Islam.

Dikisahkan seorang pengusaha bernama Oskar Schindler membuka lapangan pekerjaan bagi para Yahudi yang kala itu menjadi incaran NAZI.

Schindler melakukan hal tersebut semata-mata ingin melindungi para Yahudi dengan cara mengangkat mereka menjadi karyawan perusahaan.

Bahkan ia berusaha menyuap para petinggi agar semua karyawan Yahudi yang bekerja di perusahaannya dilindungi.

Selain karena mengangkat isu agama, film ini dilarang tayang di Indonesia karena menggambarkan kekejaman NAZI pada kaum Yahudi yang terlalu brutal.

12. Evil Dead (2013)

Film horor ini sebenarnya diangkat dari tema yang sederhana, yaitu tentang sebuah buku misterius yang menyebabkan kematian orang yang membukanya.

Namun film remake dari The Evil Dead (1981) ini dilarang tayang di Indonesia lantaran dipenuhi adegan sadis berdarah-darah.

Cerita tentang sekeloopok anak muda yang pergi berlibur ke tempat terpencil. Ternyata kabin tua yang mereka kunjungi merupakan tempat bekas ritual pemanggilan arwah.

Niat bertamasya menjadi pengalaman yang menyeramkan saat mereka menemukan sebuah buku misterius.

Film garapan Fede Alvarez ini tidak hanya dilarang tayang di Indonesia namun juga di beberapa negara lainnya seperti Jerman, Finlandia, Islandia, dan Irlandia.

Meskipun bercerita tentang layaknya film horor biasa namun adegan teror, darah, dan kekerasan yang brutal membuat film ini kehilangan hak tayangnya.

13. Teeth (2007)

Film komedi horo ini mengangkat isu vulgar yang berasal dari kisah mitos di berbagai belahan dunia tentang vagina bergigi.

Menceritakan tentang seorang gadis remaja bernama Dawn (Jess Weixler) yang memelihara keperawanannya hingga menikah nanti.

Dawn bergabung dengan komunitas remaja anti-seks, dimana komunitas ini berkomitmen untuk tidak akan melakukan hubungan badan sebelum terikat hubungan yang sah.

Kendati mendapat cibiran dari lingkungannya, Dawn tetap berpegang teguh pada pendiriannya.

Hingga ia bertemu dengan Tobey (Hale Appleman) teman satu komunitas dengannya. Singkat cerita Dawn dan Tobey saling jatuh cinta.

Tobey pada akhirnya tidak bisa menahan hasratnya kepada Dawn dan memaksa gadis ini untuk berhubungan badan.

Dawn berusaha melawan namun Tobey terus melakukan aksinya. Hingga Tobey mendapati kenyataan bahwa mitos vagina bergigi ternyata benar adanya.

Ceritanya yang cukup vulgar dibarengi dengan adegan yang sadis membuat film ini dilarang tarayang di beberapa negara, salah satunya di Indonesia.

14. Padmavati (2018)

Film Bollywood yang dibintangi oleh Deepika Padukone, Sahid Kapoor, dan Ranveer Singh ini memperoleh kecaman dari berbagai pihak, khususnya dari kalangan umat muslim dan Hindu di India.

Lantas film garapan sutradara Sanjay Leela Bhansali ini dianggap memberikan gambaran sejarah yang berbeda kepada masyarakat

Sedangkan dari umat musim sendiri tidak menerima dengan penggambaran karakter Sultan Allaudin Khilji yang dianggap menyimpang.

Kisah tentang kecantikan ratu paling cantik pada masanya bernama Rani Padmini atau lebih dikenal sebagai Padmavati.

Ia dipersunting oleh Ratan Singh dari Kerajaan Mewar hingga ia diperkenalkan ke seluruh istana sebagai Ratu baru.

Akibat kecantikan Padmavati, Raghav Chetan, biksu kerajaan, melakukan pengkhianatan.

Ia memberi kabar kepada Sultan Alauddin Khilji penguasa Delhi kala itu tentang kecantikan Ratu Kerajaan Mewar.

Adu domba pun lancar dilakukan oleh Raghav Chetan. Ia berhasil menghasut Alauddin Khilji untuk menyempurnakan kekuasaannya dengan mempersunting Padmavati.

Penyerangan pun dilakukan hingga kisah dalam film ini berakhir tragis.


Itulah tadi beberapa film yang dilarang tayang di Indonesia sehubungan dengan banyaknya konten yang dilarang.

Kebanyakan dari film-film di atas dilarang tayang karena menyuguhkan adegan kekerasan yang sadis, adegan seksual yang berlebihan, serta hal-hal yang berkaitan dengan SARA.

Baca Juga: Film Thriller Terbaik

Leave a Comment