10 Jenis Burung Ciblek Perenjak Jawa yang Ada Di Indonesia

Jenis burung ciblek atau perenjak Jawa berupakan jenis burung kicauan. Meski disebut perenjak Jawa, tetapi penyebarannya tidak hanya meliputi pulau Jawa saja, melainkan pulau Sumatera dan Bali juga.

Ciblek merupakan jenis burung pemakan serangga. Burung yang berasal dari suku cisticolidae ini dalam bahasa inggris dikenal dengan nama winged prinia, sebab memempunyai corak dua garis putih di setiap sayapnya.

Banyak ditemukan di daerah Asia dan Afrika yang beriklim tropis hingga subtropis. Mereka banyak mendiami daerah rerumputan yang lebat dimana mereka tidak mudah terlihat.

Perenjak atau ciblek memiliki sayap yang pendek, tapi ekor mereka cukup panjang. Tubuhnya juga tergolong berukuran kecil dan ramping dengan panjang mencapai 13 cm.

Untuk mengetahui mana perenjak betina mana yang jantan ada hal-hal yang bisa kalian amati. Jika paruh bawah berwarna putih pucat berarti burung itu betina.

Ciblek betina juga mempunyai kuku jari kaki yang lebih bersih. Pada pejantan muda paruhnya akan berwarna putih dengan ujung yang hitam.

Jika paruh hitam menyeluruh berarti burung tersebut sudah dewasa. Selain itu kuku jari kaki pejantan lebih kusam dari milik betinanya.

Pada umumnya perenjak Jawa membangun sarang di semak-semak atau rerumputan dengan ketinggian sekitar 1,5 di atas tanah.


Jenis Burung Ciblek


Burung ciblek banyak diminati sebagai binatang peliharaan dan dikomersilkan setelah tahun 90. Sebelumnya burung ini tidak memiliki nilai ekonomi.

Jenis pengicau yang mempunyai nama ilmiah prinia familiaris horsfield ini berbunyi cuwit, cuwit, ciblek, ciblek…

Suaranya cukup unik bukan, karenanya tak ada salahnya kalau teman-teman memilih ciblek sebagai burung peliharaan.

Dan berikut ini kami informasikan beberapa macam jenis burung ciblek yang ada di dunia, sebagai bahan pertimbangan ketika memilih peliharaan perenjak Jawa.

1. Jenis Burung Ciblek Gunung

10 Jenis Burung Ciblek Perenjak Jawa yang Ada Di Indonesia
infobudidaya.com

Jenis ini banyak ditemukan di daerah Cina, India, Indonesia, Laos, Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Mereka memiliki kemiripan dengan ciblek leher hitam.

Bulu mereka didominasi warna coklat dengan belang-belang dibagian kepala. Tubuh mereka lebih besar dengan ekor yang lebih panjang dari prejak lainnya.

2. Jenis Burung Ciblek Keabuan

Si abu-abu yang satu ini memiliki warna ekor yang unik. Ekor mereka panjang dengan graduasi warna krem dan hitam. Burung pengicau yang satu ini berukuran 13 -14 cm dengan sayap yang pendek dan membulat.

Terdapat warna abu-abu dibagian atas kepala mereka dengan bagian bawah tubuh mereka yang berbeda warna.

Ekor panjang mereka digunakan untuk mengambil ancang-ancang saaat akan terbang. Sedangkan kaki mereka yang kuat digunakan untuk melompat saat berada di tanah atau pohon.

Spesies ini banyak ditemukan di daerah India, Bangladesh, Bhutan, Sri Lanka, dan Myanmar. Habitat mereka dialam liar biasanya ada pada padang rumput, hutan terbuka, perkebunan, bahkan perkotaan.

3. Perenjak Sawah

infobudidaya.com

Di Indonesia dikenal sebagai perenjak jawa. Jenis yang satu ini relatif mudah ditemui baik di alam liar maupun yang sudah diperjual belikan. Salah satu ciri dari perenjak sawah adalah corak bulu mereka yang mirip dnegan burung gereja.

Mudah sekali ditemukan di area persawahan terutama di pedesaan. Populasi mereka di alam liar cukup banyak. Bahkan harga yang diperjual belikan juga relatif murah.

4. Perenjak Putih

Burung ini memiliki ciri utama, yaitu warna bulu mereka yang didominasi warna putih sesuai namanya. Termasuk jenis yang paling banyak ditemui di Indonesia.

Terdapat warna yang lebih gelap pada bagian atas kepala, sayap, dan ekornya. Warna putihnya terlihat pada paruh mereka juga tubuh bagian bawah.

Kaki mereka berwarna terang, apalagi betina yang memiliki kaki berwarna pink atau kemerahan. Mereka suka mendiami area persawahan, kebun, hingga rawa-rawa.

Mereka suka sekali memakan serangga kecil. Suara mereka jernih sehingga cocok dijadikan masteran. Saat berkicau beberapa spesies ini akan mengangkat ekornya.

Itu sebagai tanda kalau mereka tangguh dan memiliki mental kuat. Mata mereka bulat dengan warna yang sedikit kemerahan.

5. Burung Ciblek Kebun

10 Jenis Burung Ciblek Perenjak Jawa yang Ada Di Indonesia
infobudidaya.com

Ciri khas dari ciblek yang mempunyai jiwa petarung ini adalah suaranya yang keras dan ngebren. Sangat cocok dijadikan sebagai burung masteran untuk burung lain. Perawatannya terbilang mudah dan kepribadiannya jinak.

Nah itulah 5 macam jenis burung ciblek atau prenjak yang dapat dipelihara. Mereka bisa dijadikan burung rumahan, burung kontes, atau sebagai burung masteran.

6. Jenis Burung Ciblek Rawa

Mempunyai nama ilmiah prinia flaviventris. Mereka adalah jenis burung yang gemar bertengger pada batang yang tinngi.

Ciblek rawa mempunyai postur tubuh yang kecil yakni sekitar 13 cm, dengan ekor yang panjang. Warna bulu di bagian tubuh atas didominasi oleh warna hijau zaitun.

Bagian dadanya berwarna putih, dengan kepala warna abu-abu, alis-mata agak putih samar, perut kuning yang khas, dan dipercantik lagi dengan lingkar mata dan kaki yang berwarna jingga.

Perpaduan warna yang komplit ini dapat memanjakan mata yang memandang, ditambah lagi dengan nyanyiannya yang enak didengar.

7. Ciblek Cokelat/ Prenjak Tebu

Selanjutnya jenis ciblek yang juga mudah ditemukan dan cukup populer ini juga dikenal dengan sebutan ciblek sawah dada kuning, perenjak tebu, atau ciblek coklat.

Seperti penamaannya, mereka memang mempunyai warna bulu yang didominasi oleh warna cokelat, terutama di bagian tubuh atas. Sedang di bagian bawahnya dipenuhi dengan warna kuning-tua, dan dadanya berwarna keabu-abuan.

Berbeda dengan ciblek rawa, ukuran tubuh ciblek ini lebih panjang beberapa centimeter yakni sekitar 15 cm, dengan ekor yang juga panjang.

Secara keseluruhan mereka mirip dengan perenjak sawah karenanya tak heran kalau banyak kicau mania yang sering terkecoh.

8. Ciblek Semi

10 Jenis Burung Ciblek Perenjak Jawa yang Ada Di Indonesia
infobudidaya.com

Dinamakan ciblek semi karena warna bulu jenis ini seperti perpaduan antara ciblek kuning dan ciblek Kristal.
Oleh karena itu beberapa orang menganggap ciblek semi adalah hasil kawin silang kedua burung tersebut sehingga dapat menghasilkan warna baru tetapi masih memiliki unsur warna keduanya.

Pada umumnya mereka tinggal di kawasan yang bercuaca sedang dan di pepohonan yang rindang. Kicauannya menghasilkan suara yang keras dan tebal.

Mereka juga mempunyai mental bertempur yang cukup agresif loh meski tidak seagresif ciblek kuning.

9. Prerenjak Pari Merah

Sebenarnya setiap daerah memiliki sbeutan yang berbeda-beda untuk menamakan jenis burung yang satu ini.
Tetapi yang paling populer adalah perenjak pari merah, cici padi merah, branjangan pari atau golden-headed cisticola.

Penyebarannya meliputi beberapa daerah di Indonesia yaitu Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan juga Nusa Tenggara.

Ciri yang mencolok dari ciblek ini adalah warna alis mata, sisi leher, dan tengkuk berwarna kuning-tua.
Sedang tubuh bagian bawahnya berwarna kuning. Coklat tua dan kuning tua menghiasi bagian ekornya, dan tenggorokannya agak keputih-putihan.

10. Ciblek Alang-Alang

infobudidaya.com

Sebenarnya jenis ciblek alang-alang merupakan subspecies dari jenis cibkek sawah, karena mereka juga banyak ditemukan hidup di daerah persawahan, juga di padang rumput atau ilalang.

Karenanya untuk teman-teman yang tinggal di dataran rendah dan dataran tinggi tak ada salahnya untuk meemelihara ciblek ini karena mereka bisa diperoleh dengan mudah, bahkan gratis.

Suaranya pun tak kalah gacor loh, jika sang pemilik melatihnya dengan telaten, dan rutin secara terus menerus.

Leave a Comment