jenis domba

7 Jenis Domba Di Dunia dan Cara Beternak Domba

Jenis Domba – Domba merupakan sub family caprinae dari keluarga bovidae nama lain dari domba adalah ovis. Domba pada umumnya dipelihara untuk diambil dagingnya, bulunya, maupun susunya. Mereka hidup berkelompok untuk menghindari predator mereka.

Dalam sebuah kelompok domba biasanya terdiri dari domba jantan, domba betina, dan anak domba. Usia seekor domba dapat diperkirakan melalui jumlah gigi seri (gigi depan) permanen. Domba hanya memiliki gigi depan dibagian rahang bawah mulutnya.


Jenis Domba


Seekor domba betina bisa beranak sekitar satu bahkan lebih dalam setiap tahunnya. Setiap betina mengenali anak mereka lewat bau dan suara yang mereka buat. Setidaknya ada 6 jenis spesies domba yang tersebar di dunia.

Baik itu domba domestik maupun domba yang hidup di alam liar (secara fisik menyerupai kambing). Berikut ini informasi mengenai keenam jenis domba tersebut:

1. Argali

diana-hunting.com

Argali merupakan jenis domba liar gunung yang banyak hidup di aderah dataran tinggi, seperti Himalaya, Tibet, dan Altay. Argali hampir mirip dengan domba tanduk besar dari kawasan Amerika.

Tinggi argali mencapai 85 hingga 135 cm dengan panjang sekitar 136 sampai 200 cm untuk yang jantan. Betinanya biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil terutama berat badannya. Berat betina mencapai 43,2 hingga 100 kg.

Pejantan memiliki berat hingga dua kali lipatnya. Mereka memiliki ekor yang pendek bahkan termasuk yang terpendek didalam keluarga kambing dan domba. Panjang ekor mereka hanya sekitar 10 – 17 cm saja.

2. Domba Domestik

youtube.com

Jenis domba domestik kebanyakan dipelihara sebagai binatang ternak. Nama lain dari domba domestik adalah Ovis aries. Domba ini merupakan spesies domba terbanyak di dunia. Nenek moyang mereka merupakan spesies mouflon dari Eropa dan Asia.

Mereka di ternak untuk diambil bulunya sebagai bahan baku wool. Dagingnya juga banyak diminati terutama daging anak domba dan domba remaja. Susu domba juga banyak diminati karena dipercaya penuh nutrisi melebihi susu sapi. Friesian, sarda, lacaune, chios, cuajada, awwassi, assaf, zwartbles dan domba Inggris merupakan domba penghasil susu terbaik.

3. Muoflon

elelur.com

Spesies mouflon memiliki warna bulu kemerahan hingga coklat tua. Bulu mereka tidak terlalu lebat seperti domba domestik. Pejantan yang dewasa memiliki tanduk di kepalanya begitu pula dengan sebagian domba betinanya.

Tidak semua betina memiliki tanduk, adapula betina dewasa yang tidak bertanduk. Tanduk domba pejantang bisa memiliki panjang hingga lebih dari 85 cm. berat mouflon jantan sekitar 50 kg dan betinanya sekitar 35 kg.

4. Urial

flickr.com

Sering disebut juga dengan nama arkas atau shapo. Domba ini hidup di alam liar dengan bulu berwarna coklat kemerahan. Bulunya yang panjang melindungi mereka dari cuaca dingin saat musim salju.

Mereka tersebar di daerah Asia tengah, seperti tumur laut Iran, barat Kazakhstan, hingga Pakistan. Tanduk urial memiliki panjang hingga 100 cm pada pejantan dewasa.

5. Jenis Domba Tanduk Besar

jenis domba
image source: liputan6.com

Spesies domba yang satu ini merupakan domba asli dari Amerika bagian utara. Dinamakan begitu karena tanduk mereka yang besar dan panjang. Sepasang tanduknya bisa memiliki berat diatas 14 kg dan tubuh mereka sekitar 140 kg.

6. Jenis Domba Tanduk Tipis

jenis domba
image source: alamtani.com

Sama seperti kebanyakan domba liar domba tanduk tipis juga memiliki penampakan seperti halnya kambing, tapi sebenarnya mereka adalah jenis domba. Domba ini hidup di daerah subartik.

7. Jenis Domba Salju

jenis domba
image source: wallhaven.co

Domba salju dikenal juga dengan sebutan domba siberian karena sebarannya di daerah pegunungan timur laut Siberia.

Mengenal Domba

Siapa sih yang tidak tahu hewan lucu yang satu ini, meskipun mereka bau dan takut air nyatanya domba sering menjadi inspirasi karakter animasi. Memang tampilan domba cukup menggemaskan apalagi domba penghasil wol yang memiliki bulu tebal.

Saat berkerumun di padang rumput mereka terlihat seperti gerombolan kapas atau awan berjalan. Warna bulu mereka yang putih tentu sangat kontras dengan padang rumput yang hijau.

Dibalik wujudnya yang lucu domba menyimpan berbagai manfaat bagi manusia. Mulai dari dagingnya, bulunya, kulitnya, bahkan hingga kotorannya. Tak heran bila banyak orang yang membudidayakan hewan berkaki empat yang satu ini.

Beternak Domba

Ternak domba menjadi komponen penting dalam usaha tani rakyat dan memiliki peranan strategis bagi kehidupan petani di pedesaan Indonesia.

Sebelum memulai usaha ternak kita harus tahu terlebih dahulu mengenai potensi dan prospek ternak domba untuk dijadikan komoditas unggulan usaha ternak.

Secara umum sistem usaha peternakan domba di Indonesia masih bersifat usaha sambilan dari sistem usaha tani tanaman pangan. Berbeda dengan negara-negara barat yang memang beternak domba secara masif selayaknya beternak sapi.

Kebanyakan peternak domba di Indonesia hanya beternak domba untuk dijual kembali atau dijual dagingnya. Selain itu pemasaran produksi ternak domba juga belum berdasarkan terget penjualan.

Umumnya peternak tidak mematok target dan menjual sesuai kebutuhan atau saat ada permintaan saja.

Apalagi dari potensi populasi ternak domba di Indonesia, hampir seluruhnya berupa peternakan rakyat. Sistem peternakan rakyat ditandai dengan biaya produksi yang relatif rendah, kurang berorientasi ekonomi, serta bentuk usahanya bersifat usaha pembibitan dan pembesaran.

Sistem usaha seperti itu tentu belum memperhitungkan semua faktor input produksi, seperti tenaga kerja, pakan, dan sewa lahan untuk bangunan kandang. Pada sistem ini usaha peternakan domba tidak dapat memberikan jaminan kontinuitas penawaran daging.

Kendala-kendala tersebut merupakan sebuah tantangan usaha yang bisa diatasi sehingga ternak domba menjadi usaha yang menguntungkan. Mengatasi tantangan-tantangan diatas tentu tidaklah mudah, tapi tentu bisa dilakukan.

Peternak harus memanfaatkan potensi ternak domba secara optimal untuk menjadikannya komoditas unggulan. Apalagi ternak domba memiliki potensi yang istimewa yang jarang dimiliki jenis ternak lain.

Sifat beranak kembar dan sistem reproduksi domba merupakan kelebihan yang dimiliki domba sebagai hewan ternak. Potensi tersebut harus dimanfaatkan dan dimanfaatkan dalam usaha pengembangan peternakan secara komersial.

Tipe Domba Ternak Di Indonesia

Domba-domba yang ada di Indonesia merupakan jenis domba yang relatif subur (prollifik) dan beradaptasi dengan baik dengan iklim dan pemeliharaan di negara kita. Pada dasarnya dikenal dua tipe domba yang sering diternakkan di Indonesia.

Pertama ada Domba Ekor Tipis (DET). Faktanya mereka merupakan domba asli Indonesia yang hampir 50% populasi jenis ini berada di daerah Jawa Barat. Secara fisik bentuk domba ekor tipis hampir mirip dengan domba Garut hanya saja ukurannya lebih kecil.

Ciri-ciri dari domba ini adalah pertumbuhannya lambat, dagingnya sedikit, mudah beradaptasi. Betinanya tidak memiliki tanduk sementara pejantannya bertanduk tapi tidak melingkar.

Kedua ada Domba Ekor Gemuk (DEG). Mereka berasal dari Asia Tengah yang masuk ke Indonesia melalui pedagang Arab sekitar 1 sampai 2 abad yang lalu. Selain DEG dari Asia Tengah ada juga jenis DEG yang berasal dari Afrika selatan.

DEG dari Afrika Selatan dibawa masuk ke Indonesia oleh orang-orang Belanda. Ciri khas dari domba ini adalah ekor mereka yang besar, lebar, dan panjang. Saat mereka banyak makanan tidak hanya badannya yang bertambah besar, tapi juga ekor mereka.

Ekor mereka besar karena tersimpan lemak yang berfungsi sebagai makanan cadangan. Ini seperti halnya punuk pada unta. Jantan dan betina memiliki tanduk.

Nah, setelah membaca informasi mengenai beberapa jenis domba diatas kalian jadi lebih tahu soal domba kan. Pastinya tidak hanya domba domestik yang sering kalian jumpai dipeternakan atau kalian nikmati hasilnya.

Leave a Comment