7 Jenis Tanaman Air Hias yang Cantik dan Indah Menawan

Tanaman air termasuk ke dalam golongan hidrofit, yang berarti jenis tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan berair.

Layaknya tanah, air menjadi media tumbuh untuk jenis tanaman ini.

Bagi sebagian orang tanaman air mungkin masih terdengar asing. Cukup sulit membayangkan bagaimana caranya sebuah tanaman bisa hidup tanpa menggunakan tanah.

Tanaman air memiliki kutikula yang tipis, struktur yang fleksibel atau kurang kaku, berakar ringan, stomata terbuka, dan bentuk daun yang datar.

Jika kamu pernah melihat bunga teratai, maka seperti itulah kira-kira gambaran jenis tanaman air.


Jenis Tanaman Air


Selain bunga teratai, berikut beberapa jenis tanaman air lainnya yang mungkin sudah pernah kamu temui sebelumnya tapi tidak paham dengan nama atau jenisnya.

For your information, tanaman-tanaman tersebut cocok untuk dijadikan tanaman hias loh!

1. Jenis Tanaman Air Lotus

jenis tanaman air
image source: floraqueen.com

Bunga yang memiliki nama latin Nelumbo nucefera ini berasala dari India, biasa digunakan untuk menghiasi kolam.

Di Jepang rimpang lotus digunakan sebagai bahan baku masakan, dan bijinya juga dapat dibuat menjadi makanan karena kaya akan tepung.

Nama lain dari tanaman ini adalah seroja. Seroja memiiliki daun yang dapat tumbuh ke atas dengan diameter mencapai 60 cm.

Sementara bunganya sendiri dapat tumbuh hingga berukuran 20 cm. Jika di rumahmu ada kolam kecil dan taman, tanaman ini cocok sebagai penghiasnya.

2. Tulip

Berbeda dengan tanaman sebelumnya, tulip dapat kamu tumbuhkan di dalam sebuah gelas atau pot kaca berisikan air.

Ketersediaan air yang cukup akan membuat tulip tumbuh dengan baik.

Tanaman cantik ini sangat menawan untuk menghiasi ruang tamu rumah kamu.

3. Riccia Fluitans

jenis tanaman air
image source: senzeal.com

Tanaman ini biasa digunakan untuk menghiasi akuarium. Jenis tanaman air yang biasa mengapung ini juga dapat tumbuh dengan subur dalam kondisi tenggalam loh.

Kamu tinggal mengikatnya pada batu atau kayu apung untuk membuatnya tenggelam dan merembet hijau membentuk landscape tertentu.

4. Jenis Tanaman Air Apu-Apu

jenis tanaman air
image source: tokopedia.com

Tanaman ini paling sering dijumpai mengapung di kolam-kolam, terkadang dapat tumbuh liar begitu saja.

Berbentuk unik, tanaman yang sekilas hampir mirip kelopak bunga mawar ini kini juga dijadikan sebagai penghias kolam taman perumahan.

5. Eceng Gondok

image source: tokopedia.com

Tentu semua orang tahu dengan jenis tanaman hias air yang satu ini. Eceng gondok cukup populer di Indonesia, karena memiliki tampilan bunga yang cantik dan menarik.

Eceng gondok berasal dari Brazil dan pertama kali didatangkan ke Indonesia oleh orang-orang Belanda. Tanaman ini sering disebut sebagai gulma air karena kemampuannya berkembang biak dengan cepat.

Selain sebagai tanaman hias, kini eceng gondok banyak dijadikan sebagai bahan baku membuat kerajinan oleh banyak pengrajin, misalnya tas.

Biasa tumbuh liar mengapung di kolam dan rawa-rawa, kamu juga dapat mencoba menanam eceng gondok sendiri di dalam vas berisi air.

6. Amaryllis

Si cantik yang biasa tumbuh di tanah ini, kini juga bisa kamu coba tanam di dalam sebuah vas dilengkapi penyangga dan berisi air.

Penyangga ini berfungsi untuk menjaga pertumbuhan amaryllis agar tetap pada posisi stabil.

7. Jenis Tanaman Air Teratai

Seperti yang disebutkan di atas, di Indonesia teratai menjadi jawara tanaman hias air untuk mempercantik kolam, baik itu kolam ikan maupun kolam hias di taman.

Bunga berwarna-warni yang dimiliki teratai sangatlah cantik dan menawan dilengkapi oleh bentuk daun yang mengembang di dalam permukaan air.

Untuk lebih lanjut membahas teratai, jenis dan beragam varietas lainnya dapat kamu jumpai di rubrik khusus lainnya.

Dari  ketujuh jenis tanaman air di atas, tanaman mana yang sudah kamu miliki?

Akuarium Tanaman Air

Banyak masyarakat yang gemar memelihara ikan hias di dalam akuarium karena dapat dinikmati setiap saat. Biasanya mereka akan menghiasi akuariumnya dengan beragam ikan dan juga tanaman air agar telihat cantik.

Kebanyakan orang akan lebih tertarik untuk memelihara ikan hias di dalam akuarium yang ada tanaman airnya. Saat ikan-ikan mereka bersembunyi dibalik tanaman-tanaman tersebut menjadi hal yang enak untuk dilihat.

Meski begitu, menata akuarium dengan tanaman air hias bukanlah perkara mudah karena perlu perlakuan khusus. Merancang dan merawat akuarium dengan tanaman memang lebih rumit.

Perlengkapan yang dibutuhkan juga lebih banyak dengan akuarium biasa yang hanya berisi ikan. Lantaran hal tersebut, biaya pembuatan dan perawatan aakuariun ddengan tanaman air asli terbilang mahal.

Walaupun tebilang mahal, peminat akuarium ddengan tanaman cukup banyak. Dalam merancang akuarium dengan tanaman air, langkah pertama yang harus dilakukan tentu adalah menentukan bentuk akuarium yang tepat dan sesuai dengan budget.

Model akuarium juga cukup beragam, mulai dari bentuk lodong. diorama, dan persegi. Akuarium berbentuk lodong atau bulat biasanya terbuat dari kaca. Model ini sangat cocok bagi pemula karena spacenya kecil dan mudah dipindah serta dibersihkan.

Kekurangan dari akuarium bulat adalah sulit untuk menata dekorasi didalamnya. Lantaran mulut akuarium yang sempit dan bagian dasar yang tidak rata. Pengisian air akuarium bulat tidak perlu sampai penuh agar aerasinya baik.

Kedua adalah model diorama, tipe ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dan perencanaan khusus karena dibuat dengan ditanam di dalam tembok. Selain itu ada hal lain yang juga perlu menjadi pertimbangan sebelum membuat akuarium diorama.

Letak akuarium, aerator, pembuangan air, posisi lampu, serta filter harus diperhitungkan dengan cermat. Sehingga model ini jarang dijumpai daripada model-model lainnya.

Model akuarium yang paling populer tentu saja bentuk persegi. Jenis ini mudah dibuat dan dimodifikasi. Penataan landscapenya juga lebih mudah.

Tanaman Air

Peran tanaman air dalam akuarium memang tidak sedikit. Mereka berfungsi untuk memperindah dekorasi akuarium selain itu juga untuk memberi kenyamanan pada ikan-ikan yang hidup didalamnya.

Tanpa tanaman, akuarium terlihat kososng dan tak menarik. Dengan adanya tanaman di dalam akuarium, ikan akan merasa berada di habitata aslinya.

Tak hanya itu, tanaman air juga bisa dijadikan patokan kualitas air. Jika air tak mendukung kehidupan tanaman, maka air tersebut juga tidak cocok bagi ikan di dalamnya.

Tumbuhan air terutama yang berdaun besar, cenderung menjadi penghalang bagi cahaya yang masuk. Sehingga dapat memperlambat pertumbuhan alga dan lumut. Jenis seperti ini juga dapat menjadi tempat berlindung ikan-ikan kecil dari ikan lain.

Ikan dan tumbuhan air saling bersimbiosis, dimana hasil buangan metabolisme ikan menjadi pupuk bagi tanaman. Hasilnya, akuarium akan terlihat bersih.

Meskipun tumbuhan mengeluarkan oksigen selama proses fotosintesis, tapi peran mereka lebih kepada menyerap dan menggunakan CO₂ terlarut.

Fotosintesis hanya terjadi bila tumbuhan memperoleh cahaya yang memadai. Itulah sebabnya lampu mutlak diperlukan untuk akuarium dalam ruangan.

Memelihara tumbuhan air di dalam akuarium bukanlah hal sulit. Mereka mendapat sumber nutrisi yang berasal dari aktivitas ikan (bakteri kotorannya). Namun, pemelihara juga bisa menambahkan pupuk yang berupa cairan maupun tablet.

Pasir dan Pupuk

Pasir yang digunakan sebagai media tanam hendaknya berukuran 2 – 3 mm agar oksigen dapat masuk. Jangan memakai pasir laut karena akan terlarut dalam air saat CO₂ digunakan.

Tumbuhan air pun tidak akan tumbuh dengan baik pada pasir laut. Untuk menguji larut tidaknya pasir bisa dilakukan tes dengan memasukkan HCl pekat. Apabila tidak berbuih, maka pasir tersebut dapat digunakan.

Pupuk yang digunakan berupa pupuk dasar dan yang terlarut dalam air. Tinggal cari saja pupuk khusus akuarium. Jenisnya berbeda dengan pupuk tanaman darat karena mereka mengandung N dan P dalam kadar rendah.

Leave a Comment