Fase Metamorfosis Ayam, Cara Berkembang Biak dan Jenisnya

Metamorfosis Ayam – Ayam merupakan hewan yang memiliki nama latin Gallus domesticus termasuk ke dalam jenis unggas yang biasa menjadi hewan ternak atau dipelihara oleh manusia.

Metamorfosis ayam tergolong ke dalam metamorfosis tidak sempurna. Ayam sangat bermanfaat bagi manusia dari segi ekonomi sebagai hewan ternak.

Hewan yang sering dilombakan karena suara kukuruknya atau kekhasannya suara yang dihasilkan serta hewan yang sering disalahgunakan oleh manusia untuk adu ayam jago atau judi yang secara agama tidak diperbolehkan.

Kotoran ayam dapat menjadi pupuk, dan daging bagian tubuh serta telurnya yang menjadi makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia.

Makanan yang dihasilkan dari hewan ini bermacam-macam mulai dari ayam goreng, sup ayam, sate ayam, bakso ayam, hingga cekernya pun menjadi makanan favorit manusia.

Daging dan telur ayam mempunyai kandungan protein yang baik bagi tubuh manusia.

Spesies ayam sangat banyak mulai dari ayam peliharaan, ayam jawa, ayam bekisar, ayam hutan dan lain sebagainya.

Negara kita Indonesia memiliki ayam khas yang menjadi mascot yakni ayam cemani. Ayam cemani dalam bahasa sansekerta memiliki arti hitam legam.

Keunikan ayam ini dibandingkan ayam lain adalah semua bagian tubuhnya baik mata, daging, tulang, kakinya bahkan jeroannya memiliki warna hitam.

Ayam ini sudah lama berada di Indonesia, bahkan sudah terkenal di kerajaan Majapahit sekitar kurang lebih abad 15 Masehi.

Merupakan jenis ayam hasil persilangan dari ayam pendahulunya yang konon memili bentuk paruh putih dan dagingnya yang memiliki kasian pada masa tersebut.

Ayam cemani menyadarkan kita bahwa semua makluk hidup mengalami metamorfosis atau reproduksi untuk mempertahan keberadaanya.

Secara umum ayam juga mengalami reproduksi atau melakukan metamorfosis untuk mempertahankan eksistensi diri di dunia ini.

Sering kita debatkan atau menjadi pertanyaan yang lahir ayam atau telur dulu. Mari kita bahas disini bagaimana ayam melakukan daur hidupnya.


Daur Hidup Ayam


Ayam tergolong dalam kelompok unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Telur inilah yang menjadi awal kehidupan ayam.

Telur yang telah dierami oleh induknya akan menetas dan menghasilkan anak ayam yang akan hidup bebas di alam bebas.

Proses penetasan ayam secara umum memerlukan waktu kurang lebih sekitar 21 hari untuk dierami.

Penetasan ayam dapat dilakukan dengan dua cara yakni alami dengan cara dierami dan cara buatan menggunakan suatu alat khusus.

Telur

√ Fase Metamorfosis Ayam, Cara Berkembang Biak dan Jenisnya
pixabay.com

Merupakan tahap pertama di mana telur ayam ini adalah wadah organic yang di dalamnya terdapat pembuahan hasil perkawinan dan reproduksi ayam jantan dan betina.

Hasil pembuahan di dalam telur ini akan terus berkembang sampai dapat bertahan hidup baru selanjutnya menetas ketika sudah waktunya.

Pada tahap ini, telur juga akan melalui proses pengeraman, di mana pengerammannya berlangsung selama kurang lebih 21 hari.

Jika secara alami, pengeraman dilakukan langsung oleh betina/induknya, sedangkan jika dengan campur tangan manusia, maka digunakan cara inkubator.

Anak Ayam

√ Fase Metamorfosis Ayam, Cara Berkembang Biak dan Jenisnya
pixabay.com

Setelah melalui tahap telur dan menetas, anak ayam membutuhkan tempat yang memiliki suhu yang tetap dan juga kehangatannya terjaga.

Jika dengan bantuan manusia, sekarang tidaklah sulit menemukan penghangat buatan yang digunakan untuk memberikan suhu yang pas untuk anak ayam.

Ketika setidaknya sudah berusia 3 hari, maka perkembangan anak ayam barulah mulai terlihat, di mana anak ayam menunjukkkan ciri fisikk yang lebih jelas, baik perubahan sayap atau jenis kelaminnya.

Jika anak ayam berjenis kelamin jantan, biasanya akan mengalami fase perkembangan bulu yang bisa dikatakan lebih lambat jika dibaindingkan dengan betina.

Ayam jantan dengan usia 3 – 5 hari juga umumnya akan menunjukan bulu yang terlihat mirip seperti jarum kasar di tubuhnya dan bagian ujung bulu sayapnya terlihat lebih menguncup.

Sedangkan pada ayam betina, perkembangan bulu sayapnya akan terlihat serdikitmelebar dan terbuka.

Ayam Dewasa

√ Fase Metamorfosis Ayam, Cara Berkembang Biak dan Jenisnya
pixabay.com

Tahap terakhir adalah ayam dewasa, ketika sudah menjadi dewasa, bulu halus pada anak ayam sebelumnya sudah sepenuhnya berubah menjadi lebat dan kaku seperti indukannya.

Pada tahapan dewasa ini, terdapat perbedaaan yang sangat jelas antara jantan dan betina. Ayam dewasa jantan memiliki ukuran yang lebih besar, leher dan juga kaki yang lebih jenjang.

Bulu yang ada pada ekor dari ayam dewasa jantan juga lebih panjang jika dibandingkan dengan betina.

Sedangkan ayam betina tubuhnya akan terlihat cenderung lebih bulat dan bulu ekornya tidak sepanjang jantan.

Ayam dewasa yang sehat akan dapat terlihat dari bola mata yang bersih dan menjorok ke dalam, jari-jari kaki memanjang, kaki kering, dan bulu ditubuhnya terlihat mengkilap dan bercahaya.

Ketika sudah masuk tahap dewasa juga, ayam mulai memasuki masa kawin dan reproduksi di dalam hidupnya.

Biasanya ayam betina yang sudah siap untuk dibuahi dan sudah memiliki sel telur di dalam tubuhnya adalah ketika sudah berusia 7 – 8 bulan.

 


Metamorfosis Ayam


Fase Metamorfosis Ayam (Penjelasan Lengkap)
paktanidigital.com

Ayam tergolong hewan yang melakukan metamorfosis tidak sempurna dicirikan oleh anak ayam yang menetas telah mempunyai fungsi dan bentuk tubuk yang sesuai atau mirip dengan induknya.

Perubahan metamorfosis ayam hanya terjadi pada ukuran tubunya saja.

Dalam proses metamorfosis ayam berlangsung sedikit lama dari proses penetasan yang membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu untuk menetaskan telur yang telah dierami.

Anak ayam yang telah menetas memiliki bulu-bulu halus dan tubuh yang berukuran kecil atau versi kecil dari induknya saja.

Semakin lama, bulu-bulu tersebut berubah menjadi lebat seperti induknya dan berporos pada bagian tegah.

Setelah memasuki fase dewasa bulu-bulu halus tersebut berganti menjadi bulu dewasa yang memiliki tekstur yang kaku seperti induknya.

Anak ayam juga akan memiliki bentuk seperti betina atau seperti jantan.

Anak ayam yang telah memasuki fase dewasa akan berkembang biak dan menghasilkan telur. Siklus ini akan terus berlanjut sehingga akhir zaman.

Ayam biasanya dikatakan tidak mengalami metamorfosis seperti hewan lainnya seperti belalang, katak, dan lainnya.


Cara Ayam Berkembang Biak


√ Fase Metamorfosis Ayam, Cara Berkembang Biak dan Jenisnya
pixabay.com

Sudah dijelaskan sebelumnya kalau ayam berkembang biak dengan cara bertelur. Proses perkembangbiakannya sendiri antara ayam peternakan dan rumahan bisa berbeda.

Jika ayam yang dipelihara rumahan bisa berkembang biak dengan cara yang alami sebagaimana makhluk hidup semestinya.

Sedangkan ayam peternakan yang diternak secara massif dalam jumlah yang sangat banyak baik untuk bertelur atau dipotong kelak bisa dengan cara menyuntikkan hormon.

Meskipun begitu proses pertumbuhannya tetap sama mulai dari telur sampai dewasa, hanya perlakuannnya saja yang dibedakan.

Misalnya ayam ternak yang memang diternak dengan jumlah yang sangat banyak, asupan makanannya juga lebih diperhatikan karena dagingnya akan dijual kelak.

Selain itu juga karena agar bisa menghasilkan telur yang berkualitas dan layak untuk dikonsumsi jika ayam tersebut memang diternak untuk dipanen telurnya.


Macam-Macam Ayam


√ Fase Metamorfosis Ayam, Cara Berkembang Biak dan Jenisnya
pixabay.com

Ayam bisa diklasifikan menjadi berbagai macam tergantung dibedakannya berdasarkan apa, berikut merupakan bagaimana ayam dibedakan:

Berdasarkan Fungsi

Jika berdasarkan fungsi, ayam dibedakan menjadi broiler / ayam potong yang dimanfaatkan dagingnya, petelur, hias dan sabung (ayam aduan).

Berdasarkan Ras

Jika berdasarkan ras, di Indonesia sendiri terdapat beberapa rasa yam yang dikembangkan seperti:

  • Pelung (dari Priangan Kabupaten Cianjur)
  • Kedu/ Ayam Cemani (dari daerah Kedu)
  • Nunukan (dari Nunukan, Kalimantan Timur)

Leave a Comment