Contoh Mantra, Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya [LENGKAP]

Pastinya Anda sudah sering mendengar istilah mantra kan? Mungkin di acara film horor atau buku-buku bacaan. Pernah mendengar contoh mantra tradisional dalam ritual adat istiadat di Indonesia?

Mendengar kata-kata mantra tentu mengingatkan kita kepada film favorit sepanjang masa Harry Potter. Film yang membangkitkan imajinasi generasi muda 90-an tentang sekolah sihir dengan berbagai mantranya.

Namun bukan mantra seperti itu yang akan kita bahas di rubrik kali ini. dalam dunia sasta mantra diartikan sebagai puisi lisan yang bersifat magis, dimana berkaitan dengan alam supranatural.

Anda mungkin hanya mengetahui kalau mantra itu adalah sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal yang mistis. Tidak salah memang, tapi tahukah Anda kalau mantra juga erat hubungannya dengan kesusastraan Indonesia?

Berikut akan dijelaskan secara lengkap tentang pengertian, ciri-ciri dan contoh dari mantra.


Pengertian Mantra


pengertian ciri jenis contoh mantra
kripalu.org

Sebagai bagian dari tradisi turun-temurun, mantra sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat modern. Bahkan bagi sebagian masyarakat keberadaan mantra kini dianggap sebagai suatu hal yang tabu.

Berdasarkan asal usulnya mantra terlahir sebagai perwujudan dari sebuah keyakinan atau kepercayaan. Biasanya sering dilafalkan oleh seorang pawang atau dukun.

Pembacaan mantra biasanya digunakan untuk keperluan upacara adat atau untuk menghilangkan dan menyembuhkan penyakit.

Dimana kala itu masyarakat meyakini membaca mantra sebagai wujud dari sebuah usaha dalam mencapai keselamatan dan kesuksesan.

Mantra berasal dari bahasa Sansekerta yakni “mantra” atau “manir” yang merujuk pada kata-kata yang berada di dalam kitab Veda, yaitu kitab suci umat Hindu.

Dalam masyarakat Melayu, mantra biasa dikenal sebagai serapah, jampi atau seru.

Mantra merupakan kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib.

Mantra juga termasuk dalam puisi lama/tua, yang pada masyarakat Melayu bukan dianggap sebagai sebuah karya sastra, melainkan lebih berhubungan dengan adat istiadat dan kepercayaan.

Mantra biasanya digunakan atau diucapkan pada waktu dan tempat tertentu yang memiliki tujuan untuk menimbulkan suatu kemampuan tertentu bagi orang yang menggunakan atau mengucapkan mantra tersebut.

Mantra umumnya didalami dan dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang.

Salah satu hal yang menyebabkan mantra masuk dalam kesusastraan lisan Indonesia adalah karena bahasa mantra berirama dan sangat indah.

Mantra ini bisa berupa suatu pujian-pujian yang cara penyampaiannya adalah dengan menggunakan kalimat yang halus.

Mantra itu ada banyak sekali jenisnya, dan setiap mantra tersebut mempunyai khasiat dan kegunaan masing-masing.

Contohnya seperti mantra untuk mengusir setan atau hantu, mantra untuk mengobati orang yang sedang sakit, mantra agar panen melimpah dan mantra-mantra yang lain.

Pengertian Mantra Menurut Ahli

Istilah mantra berasal dari bahasa Sansekerta dari kata ‘man’ artinya pikiran dan ‘tra’ yang artinya pembebasan. Secara etimologi mantra diartikan sebagai media penyampaian formula-formula mental ke dalam pikiran.

Menurut Budya Pradipta istilah mantra berasal dari kata ‘man/manas’ dan ‘tra/tri’ yang artinya berpikir atau melindungi atau melindungi pikiran dari gangguan jahat.

Dari penjelasan di atas mantra tidak selalu didefinisikan tentang hal yang bersifat negatif atau pun hal-hal yang berkaitan dengan ilmu hitam.

T. Plattes menjelaskan bahwa istilah mantra berasal dari kata ‘manir’ yang merujuk pada ucapan-ucapan kudus dalam kitab suci Veda. Sesuatu yang mengandung unsur magis dan jampi serapah. Di kalangan masyarakat Hindu mantra merupakan amalan yang melingkupi seluruh hidup masyarakat Hindu untuk tujuan kebaikan.

Hasan dalam Saprianto (2011:7) berpendapat, mantra merupakan salah satu sastra lama yang menjadi bagian dari puisi namun tak tentu jumlah barisnya. Mantra digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari ritual penyembuhan penyakit, menaklukan binatang buas, hingga membuat seseorang sakit.

Dalam kesusastraan lama pun mantra adalah kata-kata yang mengandung hikmah atau kekuatan gaib. Mengandung kekuatan batin dengan suasana mistis dalam hubungannya dengan sikap religius manusia.

Namun dalam perkembangannya penggunaan mantra di tengah-tengah masyarakat mulai menyimpang. Karena sifatnya yang sakral mantra kini mulai dicampurkan dengan unsur-unsur ilmu hitam untuk tujuan keburukan.

Dalam penerapannya kemanjuran sebuah mantra sangat bergantung pada pelafalan dan yang melafalkannya. Mengucapkan sebuah mantra juga harus dibarengi oleh kekuatan dari yang melafalkannya.

Adapun beberapa fungsi mantra diantaranya sebagai berikut:

Sebagai alat pengobatan penyakit

Fungsi pertama ini erat kaitannya dengan pengobatan non-medis (tradisional) yang hingga kini masih kental di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Pengobatan tradisional berbasis pada kearifan lokal kebudayaan di masyarakat. Biasanya orang yang mengobati disebut sebagai dukun, yang memiliki kekuatan supranatural dan tenaga gaib.

Sebagai sarana untuk berdoa

Jika tidak dikaitkan dengan ilmu hitam, maka mantra merupakan media untuk bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Segala permohonan yang dipanjatkan kepada Sang Khalik disebut adalah bagian dari pelafalan mantra. Mulai dari permohonan keselamatan dunia akhirat, kesehatan, hingga permohonan kelancaran rezeki.

Sebagai sarana mendatangkan kejelekan dan kebaikan

Berdasarkan fungsi ini maka mantra terbagi ke dalam dua jenis mantra putih (white magic) dan mantra hitam (black magic).

Hal ini didasarkan kepada tujuan mantra tersebut digunakan, apakah untuk kebaikan atau keburukan.

Mantra yang digunakan untuk kejelekan identik dengan santet-menyantet. Dimana seseorang sengaja mendatangi dukun dengan niat jahat untuk mencelakakan seseorang yang dibencinya.

Namun perlu diingat, segala niat jahat yang kita tujukan kepada orang lain suatu saat akan kembali kepada diri kita sendiri.

Oleh karena itu teruslah menjadi orang baik meski kebaikanmu tak berbalas. Karena sejatinya kebaikan yang kamu lakukan akan kembali kepada dirimu sendiri.


Ciri-ciri Mantra


pinterest.com
  • Mantra terdiri atas beberapa rangkaian kata yang memiliki irama
  • Isi dari mantra berhubungan dengan kekuatan gaib
  • Berbentuk puisi yang isi dan konsepnya menggambarkan kepercayaan suatu masyarakat pada saat itu
  • Mantra dibuat dan diamalkan untuk tujuan tertentu
  • Mantra didapat dari cara gaib, seperti keturunan atau mimpi. Atau bisa dijuga diwarisi dari perguruan yang diikuti
  • Mantra mengandung rayuan dan perintah
  • Mantra memakai kesatuan pengucapan
  • Mantra adalah sesuatu yang utuh dan tidak bisa dipahami melalui setiap bagiannya
  • Di dalam sebuah mantra terdapat kecenderungan esoteric atau khusus pada setiap kata-katanya
  • Mantra mementingkan keindahan permainan bunyi

Jenis-jenis Mantra


pengertian ciri jenis contoh mantra
republika.co.id

Seperti yang sudah sedikit disebutkan diatas tadi bahwa mantra memiliki banyak sekali jenis sesuai dengan kegunaannya.

Berikut penjelasan lengkap dari jenis dan contoh dari mantra.

Mantra Kedigdayaan

Mantra kedigdayaan adalah jenis mantra yang dipakai jika sedang berhadapan dengan musuh, sehingga yang membaca mantra ini tidak dapat dikalahkan.

Mantra Pagar Diri

Mantra pagar diri adalah jenis mantra yang digunakan sebagai perisai diri supaya orang tidak dapat membinasakan dirinya atau orang-orang tidak akan berkehendak untuk mengalahkan dirinya.

Mantra Pakasih

Mantra pakasih adalah jenis mantra cinta kasih. Mantra ini biasanya digunakan untuk memikat seseorang agar jatuh hati kepada yang membaca mantra tersebut.

Mantra Pengobatan

Mantra pengobatan adalah jenis mantra yang biasa digunakan untuk mengobati suatu penyakit.

Mantra Tundik

Mantra tundik adalah jenis mantra yang biasanya dilepas melalui kekuatan jarak jauh, tujuannya adalah orang yang dimaksud supaya jatuh kedalam pengaruh si pembaca mantra.


Contoh Mantra


cnnindonesia.com

1. Mantra untuk mengobati orang dari pengaruh makhluk halus

Sihir lontar pinang lontar
terletak diujung bumi
Setan buta jembalang buta
aku sapa tidak berbunyi

2. Mantra berburu rusa

Sirih lontar pinang lontar
terletak diujung muara
Hantu buta jembalang buta
aku angkat jembalang rusa

3. Mantra pengobat sakit perut

Gelang-gelang si gali-gali
malukut kepala padi
Air susu keruh asalmu jadi
aku sapa tidak berbunyi

4. Mantra agar anjing tidak menggonggong

Pulanglah engkau ke rimba sekampung
Pulanglah engkau pada rimba yang besar
Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu

5. Mantra orang menyadap nira (bahan untuk gula aren/gula jawa)

Assalamu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu


Demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian mantra, ciri-ciri mantra, jenis-jenis mantra dan contoh dari mantra. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Baca Juga: Contoh Talibun

Leave a Comment