Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Seloka dengan Penjelasan Lengkap

Apa Anda tahu apa itu seloka? Jika belum tahu, maka dalam artikel ini akan dijelaskan dengan lengkap mengenai pengertian seloka, ciri-ciri, jenis seloka dan beberapa contohnya.

Setelah memahami pengertian, ciri, jenis, dan contoh talibun, kali ini kita masuk ke dalam salah satu karya sastra klasik lainnya yaitu ‘seloka’.

Sama halnya dengan karmina, seloka merupakan salah satu jenis dari golongan puisi lama.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Ambary dalam Karmuddin (2010: 16) yaitu puisi lama terbagi menjadi beberapa jenis yaitu mantra, bidal, pantun, karmina, talibun, seloka, syair, dan gurindam.

Indonesia adalah negara yang terbentuk dari keberagaman suku dan budaya dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman ini pulalah yang menjadikan Indonesia kaya akan bentuk sastra, baik itu sastra tulis maupun sastra lisan.

Bahkan sastra lisan menjadi salah satu identitas pengenal masyarakat di suatu daerah. Menjadi media mengekspresikan hasil pemikiran dalam menggambarkan nilai-nilai budaya yang dimilikinya.

Hanry Levin dalam Suniman (2009: 18) menambahkan bahwa karya sastra adalah cara masyarakat mewujudkan aspirasinya.

Nah, kali ini kita akan fokus membahas salah satu karya sastra lama yang tergolong ke dalam bentuk puisi yaitu, seloka.


Memahami Pengertian Seloka


lektur.id

Seloka adalah salah satu jenis puisi Melayu klasik yang di dalamnya berisikan tentang perumpamaan ataupun pepatah yang mengandung sindiran, ejekan dan juga senda gurauan.

Seloka merupakan kata yang berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “cloaka”. Sedangkan dalam bahasa Melayu seloka disebut “seloroh”.

Secara struktur seloka diartikan sebagai susunan ungkapan-ungkapan yang sejajar. Kebanyakan dipetik dari suatu cerita yang benar-benar telah dikenali masyarakat Melayu.

Diartikan sebagai sebuah bentuk puisi Hindu yang terdapat dalam kitab-kitab kesusastraan Indian seperti Ramayana dan Mahabarata (Ambary dalam Karmuddin, 2010: 20).

Seloka ini umumnya ditulis dalam empat baris atau larik dengan memakai bentuk syair atau pantun. Namun terkadang seloka ini ditulis lebih dari empat baris.

Pengertian Seloka Menurut Ahli

Sebenarnya ada beberapa pengertian dari seloka yang disampaikan oleh beberapa ahli, antara lain:

B. Simorangkir menjelaskan bahwa seloka merupakan peribahasa atau pepatah yang di dalamnya diberi sampiran.

Hooykaas menjelaskan bahwa Seloka adalah pantun yang di dalamnya mengandung ibarat atau kisahan dan berisi nasihat-nasihat.

Amir Hamzah menjelaskan bahwa seloka adalah sebuah pantun yang antara sampiran dan isi terdapat hubungan yang mengandung arti.

Madong Lubis dan Sabarudin Ahmad menjelaskan secara singkat pengertian seloka, yaitu sebuah bentuk pantun rantai atau pantun berkait.

Sutan Moh. Zain mendefinisikan seloka pada zaman baru. Sebuah pantun yang terdiri atas 2 baris, 4 baris, 6 baris atau lebih. Setiap kalimat pada seloka memiliki arti dan memiliki hubungan yang logis seperti syair.

Di dalam sastra Melayu, seloka termasuk dalam puisi bebas. Dalam seloka terkadang rima bisa muncul tetapi di beberapa seloka tanpa menggunakan rima.

Secara karakter seloka hampir mirip dengan pantun pada umumnya, namun karakter seloka lebih melekat dan kental akan nuansa Melayu klasik.

Seloka ini berisi tentang cerita yang dikenal dalam masyarakat Melayu, contohnya seperti Pak Kaduk, Lebai Malang dan lain sebagainya.

Masyarakat Indonesia sering menyebut seloka sebagai pantun berkait. Yaitu pantun yang tak hanya memiliki satu bait, melainkan terdiri dari jalinan beberapa bait.

Seperti halnya sajak, seloka juga tergolong ke dalam jenis puisi bebas. Artinya kebanyakan seloka tidak menggunakan rima, namun bisa saja muncul tapi lebih sering tidak.


Fungsi Seloka


alligatorsky.net

Umumnya seloka bisa menggambarkan masyarakat yang melahirkannya, yaitu masyarakat yang sangat peduli dengan keharmonisan dan ketatasusilaan.

Dalam penggunaannya seloka juga digunakan secara meluas seperti peribahasa atau teromba.

Puisi seloka oleh orang Melayu digunakan untuk mengkritik semua kelakuan negatif anggota masyarakat tanpa harus menyinggung perasaan dari individu yang bersangkutan.

Selain itu, fungsi dari seloka adalah sebagai panduan atau pengajaran bagi anggota masyarakatnya.

Secara keseluruhan fungsi seloka sangat bergantung kepada jenis isinya. Bisa digunakan untuk menyindir, mengejek, memberi pengajaran, sebagai alat kawalan sosial, maupun sebagai alat protes sosial.


Ciri-ciri Seloka


kompasiana.com

Sebagai bagian dari salah satu jenis puisi lama ada baiknya kita mengetahui perbedaan puisi baru dan puisi lama.

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh suatu peraturan tertentu, sedangkan puisi baru adalah puisi yang lebih bebas walaupun masih mengandung peraturan tertentu.

Untuk merumuskan seloka berikut rumus mutlak yang sudah digunakan sejak lama, yaitu baris 2 dan 4 bait pertama dipakai menjadi baris 1 dan 3 bait ke-2. Lalu baris 2 dan 4 kedua dipakai menjadi baris 1 dan 3 bait ke-3.

  • Dalam setiap bait terdiri atas 2 baris yang panjang
  • Dalam setiap baris terdiri dari 18 suku kata (yaitu 2×9 suku kata)
  • Ada hubungan antara isi bait yang satu dengan isi bait berikutnya
  • Seloka tidak terikat dengan persajakan
  • Isi seloka berupa petuah atau nasihat
  • Pada baris kedua dalam bait terdahulu menjadi baris pertama pada bait berikutnya dan baris keempat dalam
  • Bait terdahulu menjadi baris ketiga dalam bait berikutnya
  • Jikapun bersajak, biasanya berjenis sepasang misalnya berirama aa, bb, cc, dd (untuk seloka yang jumlah barisnya lebih dari 2) atau ab-ab

Ciri-ciri di atas tidaklah bersifat mutlak dan meski kebanyakan mengikuti pola tersebut di atas. Anda dapat menulis seloka dengan memvariasikan letak larik dari seloka tersebut.

Jenis-jenis Seloka

1. Seloka gurau senda
2. Seloka khayal
3. Seloka menempelak
4. Seloka mengejek
5. Seloka nasihat
6. Seloka pengajaran
7. Seloka sindiran


Contoh Seloka


pengertian ciri jenis seloka
didikpos.com

#Contoh 1

Jalan-jalan kekota bertemu umi pipik
Naik motor milik si Dahlan
Jadilah pengendara yang baik
Agar selamat sampai tujuan

Naik motor milik si Dahlan
Pergi ke pasar membeli nanas
Agar selamat sampai tujuan
Selalu taatilah lalu lintas

Pergi ke pasar membeli nanas
Saat dijalan ketemu trantib
Selalu taatilah lalu lintas
Supaya jadi pengendara yang tertib

#Contoh 2

Merah-merah buah rambutan
Rambutan matang di keranjang
Setitik cinta aku layangkan
Berbunga-bunga untukmu sayang

Rambutan matang di keranjang
Warnanya merah layaknya bata
Berbunga-bunga untukmu sayang
Tersenyum manis kuterima cinta


Dengan memahami pengertian, ciri, jenis, dan contoh seloka setidaknya kita berupaya melestarikan budaya dan kekayaan bangsa.

Jangan sampai warisan budaya sastra ini baru kita akui setelah direbut oleh negara asing. Untuk itu wajib rasanya mendalami wawasan nusantara sejak dini agar jati diri generasi penerus bangsa tidak menghilang begitu saja.

Demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian seloka, ciri-ciri seloka, jenis seloka dan contoh seloka. Semoga bermanfaat buat Anda.

Leave a Comment