10 Jenis Tanaman Toga Beserta Manfaatnya Untuk Kesehatan

Seperti biasa, pada tulisan kali ini saya akan mengulas tentang jenis tanaman toga dan khasiatnya.

Sebagaimana kita tahu bahwasanya Indonesia adalah negara maritim sub-tropis yang menyimpan berbagai tumbuhan cantik di setiap daerahnya.

40.000 spesies tanaman yang ada di dunia, kurang lebihnya ada 30.000 jenis tanaman yang ada di Indonesia.

Sementara itu, terdapat 940 jenis lainnya yang mana dapat digunakan sebagai obat tradisional atau alternatif untuk mengobati berbagai penyakit.

Salah satu tanaman ciri khas negara Indonesia ialah rempah-rempah. Ya, tanaman yang sempat ingin dikuasai penjajah tersebut sejak dulu memang berfungsi sebagai obat.

Baik itu obat penyakit dalam maupun luar.

Riset dari pakar penelitian menyatakan bahwasanya obat tradisional yang diracik dari tanaman obat justru lebih gampang dicerna oleh tubuh.

Sehingga tidak menimbulkan efek samping apapun yang berakibat fatal.

Sayangnya, dewasa ini penggunaan tanaman obat sebagai media penyembuh semakin berkurang.

Kebanyakan dari mereka lebih memprioritaskan untuk menggunakan obat modern, yang mana itu menyimpan kandungan zat kimia.

Jika kita kaji kembali, sebenarnya meminum obat modern tersebut malah akan menyebabkan berbagai penyakit lain. Oleh karena itu, selagi obat-obatan alternatif ini masih ada.

Yuk mari kita lestarikan tanaman obat tersebut dengan sebaik mungkin.


Jenis Tanaman Toga


Apa itu tanaman toga? Tanaman toga adalah tanaman obat keluarga. Semua tanaman yang bisa dijadikan obat tradisional termasuk dalam anggota tanaman toga.

Kesadaran masyarakat akan khasiat tanaman obat untuk kesehatan tubuh membuat banyak kalangan menanam toga di pekarangan rumah. Menanam toga akan mempermudah mereka untuk mengobati secara tradisional keluarga yang sakit sewaktu-waktu.

Secara umum, bercocok tanam tanaman obat cukup mudah. Pasalnya, tanaman obat kebanyakan tidak membutuhkan perlakuan atau perawatan yang rumit. Pelu digaris bawahi, menanam toga harus bebas dari bahan kimia, baik itu pupuk maupun pestisida.

Berhubung yang ditanam adalah tanaman obat, dikhawatirkan bahan kimia justru akan menimbulkan dampak negatif bagi tubuh kita. Bukannya sehat yang kita dapat justru penyakit baru dari menelan bahan kimia yang terdapat pada toga.

Oleh karena itu, tanaman obat haruslah dibudidayakan secara alami atau organik. Lagipula tanaman obat umumnya relatif aman dari gangguan hama dan penyakit. Bahkan perkebunan tanaman obat berskala komersial pun kebanyakan menerapkan sistem tanam organik.

Bercocok Tanam Toga

Menanam tanaman obat keluarga tak melulu di atas lahan. Kita bisa juga menggunakan pot sebagai wadah untuk menanam toga. Bagi kaum urban yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak memiliki pekarangan dengan tanah bisa mencoba cara ini.

Siapkan saja pot sederhana bisa juga memakai barang-barang bekas yang ada, seperti kaleng cat atau susu. Isi wadah tanam yang dimiliki dengan media tanam berupa campuran tanah subur, pasir, dan pupuk kandang. Setelah itu masukkan bibit.

Jaga tanaman dari kekeringan dengan penyiraman setidaknya dua kali sehari di saat musim kemarau. Jangan biarkan tumbuhan liar menganggu tanaman toga dan segera lakukan penyiangan.

Obat tradisional tentunya tidak menimbulkan efek samping tertentu bagi kesehatan.

Oleh karenanya menghiasi pekarangan rumahmu dengan berbagai jenis tanaman toga tentu menjadi pilihan yang tepat.

Selain berguna sebagai obat, tanaman toga juga dapat dikonsumsi sebagai hidangan sayur atau lalapan.

Berikut daftar jenis tanaman toga yang dapat sekaligus kamu konsumsi sebagai sayur maupun lalapan:

1. Brokoli, Jenis Tanaman Toga

Nah favorit banyak umat nih brokoli. Siapa sangka jika sayur hijau nan lezat ini tergolong ke dalam salah satu jenis tanaman toga.

Brokoli kaya akan kandungan vitamin C, kalsium, serta merupakan pengganti serat alami di dalam tubuh.

Berbagai kandungan gizi yang terdapat di brokoli sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh terutama dalam meningkatkan kinerja otak.

2. Seledri, Jenis Tanaman Toga

Sering digunakan sebagai penyedap masakan seperti sayur sop maupun bakso.

Seledri juga dapat dijadikan sebagai obat alami karena vitamin A, vitamin C, vitamin B, mineral, kalium dan juga zat besi di dalamnya.

Seledri dipercaya berkhasiat untuk mencegah darah tinggi, mencegah penyakit kanker, serta dapat dijadikan sebagai obat penenang syaraf jika sering dikonsumsi.

3. Daun Pepaya

Daun papaya sering dijadikan sebagai ‘urap’ atau dicampur dengan jenis sayur lainnya untuk ditumis.

Rasa pahit dari daun percaya diyakini dapat menyembuhkan penyakit asam urat dan berbagai penyakit lainnya.

4. Belimbing Wuluh

jenis tanaman toga
image source: greeners.cco

Sepintas, kita mengira bahwa belimbing wuluh hanya dapat digunakan untuk sayur bagi para ibu dalam memasak. Hmm, sepertinya pendapat tersebut akan terpatahkan ketika membaca tulisan ini.

Ya, belimbing wuluh memang berbeda dari beberapa belimbing pada umumnya.

Selain dapat menyembuhkan beragam penyakit, belimbing wuluh juga berperan dalam meningkatkan kecantikan wanita.

Belimbing wuluh dapat mengobati beberapa penyakit manusia dari mulai yang paling ringan sampai berat.

Contoh beberapa penyakit ringan itu diantaranya adalah sariawan, jerawat, panu, batuk, sakit gigi serta mencairkan dahak agar nafas kembali lega.

Sementara penyakit berat tersebut adalah diabetes dan hipertensi.

Insya Allah beberapa penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan menggunakan belimbing wuluh ini, asalkan rutin dalam penggunaan.

5. Bayam Duri

image source: tokopedia.com

Berbeda dengan bayam pada umumnya, jenis tanaman toga yang satu ini dipenuhi oleh duri di seluruh batangnya, karena itu disebut sebagai bayam duri.

Tapi jangan khawatir, bayam duri ini tetap bisa dijadikan sayur kok.

Manfaat bayam duri diantaranya melancarkan ASI bagi ibu menyusui, mengobati penyakit bisul dan kutil, serta dapat berfungsi sebagai penawar racun bila tergigit ular berbisa.

6. Daun Salam

Sama seperti seledri daun salam juga digunakan sebagai penyedap masakan bekuah.

Di bidang pengobatan daun salam bermanfaat untuk mengobagai diabetes tipe II apabila rajin mengkonsumsinya secara terus menerus.

7. Kangkung, Jenis Tanaman Toga

Tiap orang pasti mengenal kangkung. Memang sayuran yang satu ini harganya sangat murah karena bisa didapat di beragam tempat mana pun.

Selain itu, kangkung juga kaya khasiat dan manfaat baik bagi kesehatan tubuh manusia.

Sayuran kangkung mengandung vitamin C yang diyakini dapat mengantisipasi atau mencegah gusi berdarah dan sariawan.

Apabila kamu tengah mengalami sakit gigi, tidak ada salahnya jika mencoba untuk mengunyah daun kangkung selang beberapa waktu.

Tidak hanya vitamin C, kangkung juga kaya berbagai kandungan zat-zat penting seperti vitamin B kompleks, vitamin A, fosfor serta zat besi yang lain.

Sangat disarankan sekali bagi para ibu hamil, karena kangkung kaya akan omega 3 yang dapat menjaga kualitas otak janin saat berada di dalam kandungan.

Jika masa kehamilan telah usai, mengkonsumsi kangkung juga akan berdampak baik bagi kelancaran ASI.

Oh iya, ada yang bilang kalau makan kangkung bisa bikin mata kita berat alias ngantuk.

Nah, usut punya usut ternyata kandungan zat besi pada kangkung inilah yang menyebabkan kita gampang tidur.

So, jika kamu sedang mengalami insomnia sangat direkomendasikan untuk makan sayuran kangkung tersebut.

8. Kumis Kucing

jenis tanaman toga
image source: tokopedia.com

Daun tanaman kumis kucing dapat dijadikan sebagai obat penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan sebagai bahan dasar obat peluruh penyakit batu ginjal.

Di beberapa daerah ada yang menggunakan daun kumis kucing sebagai menu lalapan.

9. Daun Kelor

image source: artikel.rumah123.com

Di daerah Indonesia bagian timur daun kelor sering dimasak dalam bentuk sayur bening. Tak diragukan lagi khasiat utama dari daun kelor yaitu untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui.

Selain itu daun kelor juga dapat digunakan sebagai obat penurun panas dan demam, atau untuk menjaga daya tahan dan metabolisme tubuh.

10. Daun Saga Rambat

jenis tanaman toga
image source: m.merdeka.com

Sebagian orang menyebut tanaman ini dengan tumbuhan paku atau saga.

Tanaman yang dulunya dianggap sebagai gulma ini sering dijadikan sebagai bahan campuran untuk membuat gulai.

Daun saga berkhasiat untuk mengobati sariawan dan batuk.

Bagaimana, sudah pernahkah mencoba menu masakan dari kesepuluh sayur di atas? Kalau belum, coba sekali-kali minta Ibu kamu untuk memasakkannya di rumah.

Jika sekiranya terasa enak, jangan lupa untuk mulai mencoba menanamnya di pekarangan rumah kamu ya.

Merawat Tanaman Toga

Di awal masa pertumbuhan, siram tanaman obat setiap hari. Lakukan juga penyiangan untuk membuang tanaman liar yang ikut tumbuh di dalam pot. Tangkap hama yang menyerang tanaman bila ada. Buang bagian tanaman yang terkena hama atau penyakit.

Pemupukan bagi tanaman obat keluarga juga sangatlah penting. Gunakan pupuk kandang atau pupuk kompos untuk memupuk toga yang ditanam.

Pupuk kandang adalah sumber nutrisi bagi tumbuhan, seperti nitrogen, fosfor, serta kalium. Nitrogen pada pupuk kandang merupakan salah satu unsur hara yang utama bagi tumbuhan.

Selain itu, pupuk kandang juga mengandung asam-asam humat, fulvat, dan hormon tumbuh.
Untuk memaksimalkan penggunaan pupuk kandang harus dilakukan pengomposan. Tujuannya agar menjadi kompos pupuk kandang dengan rasio C/N yang sesuai.

Pemberian pupuk kandang sebaiknya juga memperhatikan bagian tanaman yang akan dipanen. Contohnya, toga yang akan dipanen bagian daunnya sebaiknya menggunakan pupuk kandang ayam karena mengandung nitrogen tinggi yang penting bagi pertumbuhan daun.

Sementara jika yang dipanen adalah bagian buahnya, maka lebih baik menggunakan pupuk kandang kambing. Tujuan menggunakan pupuk kandang kambing karena mengandung kalium tinggi sehingga pertumbuhan buahnya optimal.

Perlakuan pengomposan pupuk kandang berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman obat kelurga. Hal itu menjadikan perubahan pada pupuk dari tidak tersedia menjadi mudah tersedia. Baik pupuk kandang maupun kompos diberikan saat penanaman.

Perlakuan saat panen dan pasca panen juga perlu diperhatikan. Meski terbilang sederhana, pembuatan ramuan herbal juga tidak bisa sembarangan. Berhubung yang dipanen adalah tanaman obat, tentu harus kita pilih yang paling baik.

Jangan gunakan bahan tanaman yang kotor, busuk, terjangkit penyakit tumbuhan, maupun bekas gigitan hama. Bahan baku herbal yang baik dan segar adalah modal utama untuk membuat ramuan herbal.

Leave a Comment