14 Rekomendasi Film Beladiri Terbaik dari Dalam dan Luar Negeri

Saat mendengar tentang tema film beladiri terbaik, pikiran kamu pasti langsung teringat pada tiga nama berikut Jackie Chan, Bruce Lee, dan Stephen Chow.

Ketiga artis legendaris tersebut tidak hanya berakting ketika bermain film, tetapi memang ahli dalam hal beladiri. Berbagai film beladiri terbaik yang melegenda dari ketiga masterpiece tersebut akan selalu ada dalam ingatan kita.

Jika kalian disuruh memilih siapa yang paling favorit diantara ketiganya, tentu merupakan pilihan yang sulit bukan?Pasalnya setiap master ini punya jurus andalan dan masa kejayaannya masing-masing.

Bahkan Stephen Chow telah memproduksi dan membintangi filmnya sendiri yang tentunya masuk dalam jajaran film beladiri terbaik sepanjang masa.


Deretan Film Beladiri Terbaik


Berikut rahasiabelajar.com rangkum 14 film beladiri terbaik dari ketiga masterpiece legendaris dunia tersebut.

1. The Karate Kid (2011)

Film ini merupakan salah satu film beladiri terbaik Jackie Chan. Di film ini ia beradu akting dengan anak aktor kenamaan Hollywood Will Smith, yakni Jaden Smith.

Ia membawa pulang penghargaan sebagai Favorite Butt Kicker pada ajang Kids’ Choice Awards tahun 2011 serta menjadi salah satu nominasi untuk kategori Best On-Screen Team bersama Jaden Smith pada People’s Choice Awards di tahun yang sama.

2. Shaolin Soccer (2001)

Shaolin Soccer merupakan salah satu film Stephen Chow yang tersukses.

Film yang disutradarai oleh dirinya sendiri ini juga menggaet artis cantik Vicky Zu untuk berperan sebagai kiper dalam tim sepak bola Shaolin.

Film ini mendapat banyak penghargaan.

Penghargaan yang berhasil dibawa pulang, diantaranya film berbahasa asing terbaik di Blue Ribbon Awards tahun 2003, Best Picture dan sutradara terbaik dalam Golden Bauhinia Awards tahun 2002, film terbaik pada Hong Kong Film Critics Society Awards tahun 2002, serta sederet penghargaan lain.

3. Enter the Dragon (1973)

Pada film yang disutradarai oleh Robert Clouse ini Bruce Lee berperan sebagai Lee, seorang seniman beladiri yang menyamar menjadi seorang petarung untuk memata-matai dalang kejahatan.

Cerita Enter the Dragon berpusat pada tiga karakter utama, yakni Lee, Roper, dan William. Lee direkrut oleh sebuah agensi beladiri untuk menyelidiki sebuah turnamen beladiri yang diselenggarakan oleh Han.

Mereka curiga Han melakukan perdagangan Opium tersembunyi. Roper dan William merupakan kawan lama Lee saat di militer.

Keduanya masuk ke turnamen dengan alasan yang berbeda. Turnamen mematikan tersebut diselenggarakan di sebuah pulau dan Lee mendapat tugas untuk mengeluarkan dua orang lainnya hidup-hidup.

4. Who Am I? (1998)

Film ini bercerita tentang seorang agen rahasia yang hilang ingatan akibat kecelakaan helikopter. Dia dikejar oleh sejumlah agen rahasia lain, tapi ia tidak tahu masalahnya.

Memenangkan penghargaan Best Action Choreography serta masuk nominasi untuk kategori Best Actor di ajang Hong Kong Film Awards tahun 1999.

5. Kung Fu Hustle (2004)

Film ini menceritakan tentang seorang preman gadungan di Tiongkok pada tahun 40-an yang bercita-cita menjadi bagian dari kelompok Preman Kapak.

Sebagai ujian masuk ia ditugaskan untuk menundukkan sebuah komplek rusun. Namun penduduk dari komplek tersebut ternyata hebat dalam hal Kung Fu.

6. The Big Boss (1973)

Di film bergenre aksi, kriminal, drama, serta thriller ini Bruce Lee berperan sebagai Cheng Chao dalam versi Cina atau sebagai Chen Zhen dalam versi US nya.

Film ini menceritakan tentang seorang pemuda yang memperjuangkan kampanye anti kekerasan dalam bekerja bersama sepupunya di pabrik es tempat mereka bekerja.

Sampai suatu saat sepupunya mulai menghilang secara misterius dari tempat mereka bekerja.

Cerita film ini bermula dari Cheng yang merupakan laki-laki yang datang dari kota bersama dengan sepupunya untuk bekerja di pabrik es.

Sebelum berangkat ia berjanji pada keluarganya kalau ia tidak akan terlibat dalam perkelahian apapun. Sebuah kalung batu giok yang melingkar di lehernya menjadi pengingatnya saat ia mulai tersulut emosi.

Di desa ia tinggal dengan keluarga jauhnya yang juga sebagian bekerja di pabrik es.

Suatu saat keluarganya mulai menghilang satu persatu setelah bertemu dengan pihak manajemen pabrik es tempat Chen bekerja.

Misteri tentang menghilangnya anggota keluarga Cheng membuatnya merasa tertekan dan memaksanya untuk melanggar sumpahnya sendiri.

Ia akhirnya berhadapan dengan otak dibalik kejahatan ini, yakni Big Boss.

7. Shanghai Noon (2000)

Film yang bercerita tentang Chon Wang seorang pria China yang melakukan perjalanan ke Wild West untuk menyelamatkan Puteri yang diculik.

Ia bekerjasama dengan perampok kereta Roy O’Bannon mengatasi pengkhianat Cina dan bosnya yang korup.

Berkat film ini Jackie Chan masuk nominasi untuk kategori Favorite Action Team pada Blockbuster Entertaiments Awards di tahun 2001.

8. Hail the Judge (1994)

Film yang memiliki judul asli Gau Ban Ji Ma Goon Ji Baak Min Bau Ching Tin ini disutradarai oleh Jin Wong.

Film ini bercerita tentang Pao Lung Sing (Stephen Chow) yang merupakan anak dari hakim terkenal, yakni Pao Ching Tien.

Pao Lung Sing merupakan hakim tingkat terendah yang korup (tingkat 9).

Ia bekerja keras untuk memenangkan seorang wanita bernama Chi Siu Lin yang dituduh membunuh suaminya. Akibatnya Pao Lung Sing terpaksa melarikan diri lewat serangkaian cara yang konyol.

Ia menjadi hakim tingkat pertama dan menegakkan keadilan dengan menghukum pihak yang bersalah.

9. The Chinese Connection (1972)

Berperan sebagai Chen Zhen di film tahun 1972 ini membuat nama Bruce Lee sebagai aktor laga semakin melejit.
Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang mencari tahu perihal kematian guru beladirinya.

Ceritanya bermula ketika Chen kembali ke Shanghai untuk menikahi tunangannya. Saat kembali ia menemukan bahwa guru beladirinya di perguruan Hou Yuanjia telah meninggal.

Selama upacara kematian tiba-tiba anggota dari dojo Jepang muncul dan menghina perguruan mereka sebagai Cina cemen. Penghinaan terus berlanjut meskipun begitu Chen terus melawan.

Hingga pada akhirnya ia menemukan kebenaran bahwa gurunya diracun oleh master dojo Jepang dan ia memulai misi balas dendamnya.

10. Crime Story (1993)

Berperan sebagai Inspektur Edie Chan di film ini Jackie Chan menjadi seorang agen khusus yang ditugaskan untuk melindungi seorang pebisnis kaya.

Ketika pebisnis tersebut diculik ia bekerjasama dengan detektif berpengalaman untuk memecahkan kasus yang sulit ini.

Jackie memenangkan Best Actor pada tahun 1993 dalam ajang Golden Horse Film Festival.

11. Royal Tramp (1992)

Film ini merupakan salah satu film Stephen Chow yang sukses mencuri hati penggemarnya. Terbukti dari dibuatnya sekuel film ini, yaitu Royal Tramp II di tahun yang sama.

Film ini menceritakan tentang Wei Siu Bo seorang germo yang mendapat tugas untuk memimpin orang-orang di Surga dan Bumi serta kelompok revolusioner setelah menyelamatkan Chan.

Wei Siu Bo gagal pada tugas pertamanya yang membuat ia dijadikan pelayan bagi pangeran. Dimana sang pangeran merupakan orang yang paling ingin ditumbangkan oleh semuanya.

Banyak adegan laga serta komedi yang mengocok perut dalam film ini.


Film Beladiri Terbaik Indonesia


Tak kalah dari ketiga pemain laga asal negeri seberang di atas, Indonesia juga punya nih aktor laga yang kini sudah mulai merangkak ke Hollywood.

Yup, betul siapa lagi kalau bukan Iko Uwais dan Joe Taslim.

Kedua nama ini bahkan sudah terkenal di dunia internasional sebagai aktor yang memperkenalkan ilmu beladiri Indonesia ke mata dunia.

Yuk simak beberapa film beladiri terbaik dari mereka!

1. Merantau (2009)

Dapat dikatakan Merantau menjadi film yang melejitkan nama Iko Uwais di dunia entertain. Sekaligus menjadi kerja sama pertama sutradara Gareth Evan bersama Iko yang berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Merantau diangkat dari isu sensitif di masyarakat Minang. Tradisi yang kebanyakan dilakukan oleh pemuda Minang meninggalkan kampung halamannya demi kehidupan yang lebih baik.

Karena menurut adat istiadat, kaum pria tidak menerima warisan harta pusako turun temurun dari keluarga layaknya kaum wanita.

Budaya Minang yang menganut asa matriarki ini membuat banyak pemudanya pergi merantau agar kembali membawa kesuksesan.

Perjalanan Yuda (Iko Uwais) meninggalkan kampung halamannya menuju Jakarta ternyata dihadang oleh banyak rintangan.

Alih-alih memperoleh kehidupan yang layak, Yuda justru dijebak dalam kasus human trafficking bersama pemuda-pemuda lainnya.

Agar bisa kabur dari penculikan tersebut, Yuda harus bertarung dengan para preman kawakan yang handal demi menyelamatkan korban lainnya.

2. The Raid (2011 dan 2012)

Seakan menjadi duo tak terpisahkan, Gareth Evan kecanduan membuat film bersama dengan Iko Uwais. Kali ini kedua combo ini berhasil mengantarkan dua series The Raid masuk ke bioskop internasional.

Dalam film ini Iko memerankan tokoh Rama, salah satu anggota kepolisian yang berjuang melawan para penjahat dan buronan.

Para penjahat ini bahkan tak segan-segan melakukan pembantaian anggota polisi. Terjebak di kandang macan, Rama harus bertarung dengan orang yang sudah lama ia kenal dan berkaitan dengan masa lalunya.

Tak hanya menyelamatkan teman-teman koleganya, Rama juga harus bertahan hidup karena keluarganya berada dalam ancaman dan bahaya.

Kedua serial The Rad ini dipenuhi dengan adegan pertarungan yang intense. Tak dapat dipungkiri lagi kemampuan beladiri Iko yang mumpuni mampu menjadikan The Raid sebagai salah satu film beladiri terbaik Indonesia.

3. The Night Comes for Us (2018)

Duet Iko Uwais dan Joe Taslim dalam film ini berhasil meningkatkan image film aksi Indonesia di mata dunia. Disutradarai oleh Timo Tjahjanto, film ini menyuguhkan aksi pertarungan yang menegangkan.

The Night Comes for Us secara resmi juga ditayangkan di Netflix lho sehingga disaksikan secara internasional.
Bercerita tentang tokoh Ito (Joe Taslim) mantan anggota mafia yang berhenti dari dunia gelapnya.

Karena tak tega membantai seorang anak, hati nurani Ito pun terpanggil untuk berhenti dari kejahatan yang ia geluti selama ini.

Demi menyelamatkan seorang gadis kecil, Ito mengkhianati anggota gengnya yang membuatnya menjadi buruan. Namun ia harus membayar konsekuensinya yakni bertarung melawan teman-teman lamanya untuk bertahan hidup.

Lawan terberat Ito tak lain dan tak bukan adalah sahabat lamanya Aryan (Iko Uwais), yang kini ditugaskan untuk menghabisi nyawanya.

Akankah hidup Ito berakhir di tangan kawan lamanya sendiri?


Itulah tiga film beladiri terbaik Indonesia di antara beberapa film aksi terbaik lainnya. Masih ada Headshot, Java heat, Killers, Merah Putih, Gundala, Night Bus, dan sederetan film beladiri terbaiklainnya.

Yang pasti jika berbicara tentang kemajuan film aksi Indonesia, kini patut diacungi seribu jempol. Karya anak negeri sudah bisa disandingkan dengan karya sutradara keren Hollywood sekalipun.

Bahkan nama Iko Uwais dan Joe Taslim beberapa kali digaet oleh sutradara luar karena memang kagum dengan aksi beladiri mereka yang memukau.

So, pilihan yang sulit bukan untuk memilih siapa yang terbaik diantara ketiganya. Daripada pusing memilih siapa yang paling kalian suka, apa salahnya menyukai ketiganya dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Xiexie!

Baca Juga : Film Barat Terbaru

Originally posted 2020-12-21 11:00:37.

Leave a Reply

Your email address will not be published.