10 Jenis Tanaman Hidroponik yang Mudah Ditanam

Jenis tanaman Hidroponik – Hidroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah melainkan menggunakan air sebagai media.

Dengan bantuan beberapa nutrisi, air yang digunakan sebagai media tanam memiliki fungsi yang sama dengan tanah. Tahukah kamu tentang berbagai jenis tanaman hidroponik?

Di Indonesia sendiri teknik hidroponik telah banyak digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran.

Selain karena cara tanamnya yang unik, teknik ini dapat diterapkan di berbagai tempat bahkan di dalam ruangan.

Namun tidak semua tanaman bisa dibudidayakan dengan teknik ini. Hanya beberapa tanaman dengan karakteristik tertentu saja yang bisa ditanam secara hidroponik


Jenis Tanaman Hidroponik


Secara umum jenis tanaman hidroponik terbagi menjadi jenis tanaman hias, sayur, dan buah.

Berikut ini merupakan beberapa contoh tanaman yang telah banyak dibudidayakan secara hidroponik:

1. Selada, Jenis Tanaman Hidroponik

Selada merupakan jenis tanaman hidroponik yang sudah populer di berbagai kalangan. Keberadaan selada dapat kamu jumpai baik di pasar tradisional hingga di swalayan-swalayan modern.

Permintaan pasar akan tanaman ini cukup tinggi, karena selada dapat dijadikan sebagai hidangan pelengkap salad atau di berbagai jenis hidangan sayur segar lainnya.

Di Sunda lembaran mungil berwarna hijau ini sering dijadikan sebagai lalap.

2. Strawberry

Buah mungil yang sejatinya tumbuh subur di lingkungan dataran tinggi ini kini juga bisa dibudidayakan di lingkungan pekarangan menggunakan teknik hidroponik.

Kabarnya strawberry yang ditanam dengan teknik hidroponik akan menghasilkan buah lebih banyak dibandingkan biasanya.

Strawberry lebih tumbuh optimal karena menyerap nutrisi lebih banyak dibandingkan jika ditanam di tanah.

3. Anggrek

Tak hanya sayur dan buah yang bisa ditanam dengan teknik hidroponik, beberapa jenis bunga juga bisa kamu budidayakan secara hidroponik salah satunya bunga anggrek.

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki banyak peminat.

Demi memenuhi permintaan pasar, para pembudidaya tanaman hias memilih hidroponik sebagai alternatif untuk budidaya anggrek.

Kamu juga bisa mencoba menanam anggrek sendiri di rumah menggunakan teknik ini, barangkali anggrek yang kamu tanam menghasilkan bunga yang lebih cantik dan menawan.

4. Suplir, Jenis Tanaman Hidroponik

Satu lagi jenis tanaman hias yang telah banyak dikembangkan menggunakan teknik hidroponik yaitu suplir. Suplir merupakan jenis tanaman yang tumbuh subur di lahan yang basah.

Sehingga jika kamu menanam tanaman ini, dipastikan volume air yang kamu gunakan cukup agar suplirmu tumbuh dengan baik.

5. Semangka

Nah, tumbuhan dengan ukuran buah yang besar ini ternyata juga bisa ditanam menggunakan media air loh.

Banyak dari petani semangka di Indonesia yang telah menggunakan teknik ini untuk budidaya.

Selain karena tidak membutuhkan lahan yang luas, semangka yang ditanam secara hidroponik ternyata menghasilkan buah yang lebih berkualitas jika dibandingkan dengan yang ditanam di media lainnya.

6. Kangkung

Tanaman yang sejatinya biasa tumbuh liar ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kangkung air dan kangkung darat. Nah, yang cocok ditanam secara hidroponik yaitu jenis kangkung air.

Habitat asli kangkung air biasanya di daerah rawa, dimana ketersediaan air sangat tinggi.

Jika kamu menanamnya secara hidroponik pastikan ketersediaan airnya mirip seperti kondisi di rawa-rawa ya.

7. Seledri, Jenis Tanaman Hidroponik

Seledri sering dijadikan sebagai pelengkap berbagai jenis masakan berkuah seperti sayur sop, sayur lodeh, soto, hingga bakso.

Kehadiran seledri di dalam masakan tersebut meskipun sedikit namun memberikan kelezatan tersendiri.

Selain itu nilai nilai ekonomisnya yang tinggi membuat seledri kini banyak dibudidayakan secara hidroponik.

Itulah 7 jenis tanaman hidroponik rekomendasi rahasiabelajar.com yang dapat kamu coba sendiri di rumah.

Mencoba membudidayakan tanaman hidroponik tentu tidak akan ada ruginya, karena memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan kita sehari-hari.

8. Pakcoy/ bok choy

Pok choy atau Brassia rapa merupakan kelompok chinesis dari suku sawi-sawian. Bok choy juga dikenal sebagai sawi sendok dan merupakan sayuran yang mudah diolah. Tak hanya mudah diolah, pokcoy juga mudah dibudidayakan.

Pokcoy mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Apabila ditanam pada daerah yang sejuk, mereka akan cepat berbunga. Biasa dipanen seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian akar.

Termasuk herba semusim yang mudah tumbuh. Perkecambahannya epigeal, sewaktu muda tumbuh lemah. Setelah daun ketiga tumbuh dan seterusnya akan membentuk setengah roset dengan batang yang cukup tebal.

Menjelang berbunga sifat rosetnya perlahan menghilang dan menampakkan batangnya. Bunganya kecil dan tersusun majemuk berkarang. Mahkotanya berwarna kuning dan berjumlah empat. Benangsarinya enam mengelilingi satu putik.

Buahnya menyerupai polong, tetapi memiliki daun buah yang disebut siliqua. Bok choy enak dimakan mentah, dibuat asinan, atau dimasak dengan menu lainnya.

9. Sawi Hijau

Sawi hijau merupakan salah satu sayuran yang cukup populer di Indonesia. Nama lainnya adalah caisin atau caisim. Biasa digunakan untuk campuran berbagai makanan, seperti mie, bakso, hingga bahan capcay.

Tumbuhan sawi masih satu kerabat dengan kubis, brokoli, serta lobak atau rades. Mereka semua termasuk dalam famili cruciferae (brassicaceae). Tak heran jika sifat morfollogisnya sama terutama pada sistem perakaran, struktur batang, bunga, buah (polong), maupun bijinya.

Sawi mudah tumbuh di daerah tropis meskipun mereka sebenarnya berasal dari daerah subtropis. Terna berukuraan sedang dengan daun yang menyambung pada batang pendek sehingga membentuk roset.

Tangkai daunnya panjang cenderung silindris meskipun pada bagian atas cekung ke dalam. Helai daunnya lebar dengan warna hijau cerah. Ketika akan masuk tahap reproduksi, batangnya akan tumbuh memanjang dan daunnya semakin ke atas akan semakin mengecil.

Bunganya lengkap tersusun majemuk pada tandan. Kelopan dan mahkotanya terdiri dari empaat helai yang warnanya biasanya kuning cerah. Buahnya memanjang dan ketika matang akan berbentuk mirip kacang polong.

10. Bayam, Jenis Tanaman Hidroponik

Bayam dikenal dengan nama latin Amaranthus sp dan merupakan salah satu tanaman sayuran yang dapat dibudidayakan di dataraan rendah maupun tinggi. Bagian bayam yang dikonsumsi adalah daunnya.

Sistem perakaran semua tanaman bayam berupa akar tunggang dan serabut pada bagian atas. Akar tanaman bayam dapat menembus ke dalam tanah hingga 20 – 40 cm bahkan lebih tergantung media tanamnya.

Bayam memiliki batang tegak dan cukup tebal serta mengandung banyak air. Memiliki daun tunggal dan secara umum warnanya hijau. Ada juga bayam yang memiliki baatang dan daun yang berwarna merah, tergantung pada jenisnya.

Bentuk daunnya bulat memanjang atau oval dengan panjang sekitar 1,5 cm hingga 6 cm dan lebar daunnya sekitar 0,5 – 9 cm. bunga bayam berkelamin tunggal dengan warna hijau.

Mahkotanya terdiri dari daun bunga berjumlah 4 – 5 buah dengan 1 – 5 benang sari dan bakal buah sebanyak 2 – 3 buah. Ukuran dari bungan bayam termasuk kecil, yakni sekitar 1,5 – 2,5 mm saja.

Biasanya proses penyerbukan bungan dilakukan dengan bantuan hewan maupun angin. Adapun biji bayam berukuran sangat kecil dan halus. Warna bijinya hitam mengkilat dengan ukuran 0,8 – 1 mm saja.

Berbeda dnegan varietas bayam hijau, bayam merah tidak terlalu populer. Sebagian orang bahkan tidak terbiasa mengkonsumsinya, tapi anak-anak mungkin akan suka dengan warnanya.

Sama seperti bayam hijau, bayam merah juga banyak mengandung air. Tak hanya itu mereka juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.


Cara dan Hasil Berkebun Hidroponik Menggunakan Sistem Wick


Sekarang ini,banyak hobi baru untuk lebih mencintai alam dan lingkungan sekitar. Seperti hiking, tracking dan juga berkebun.

Yap! Yang akan penulis rangkum disini adalah berkebun dengan cara Hidroponik, dengan cara ini tak banyak ruang atau halaman yang terpakai sehingga bisa dilakukan di halaman yang sempit sekalipun.

Dengan bahan bahan yang cukup mudah didapat dan tak usah repot repot menyiram tanaman setiap harinya, berkebun secara hidroponik bisa dibilang susah susah gampang.

Giat dan coba terus menerus akan menghasilkan pengalaman yang cukup serta hasil yang maksimal,tentu akan menjadi kesenangan tersendiri bagi kamu.

Dengan berkebun secara hidroponik menggunakan sistem wick, kamu bisa menanam banyak tanaman seperti cabai, sayur bayam, kangkung dan masih banyak yang lainnya.

Bahan bahan berkebun secara hidroponik untuk pemula atau bisa dibilang sederhana yaitu :

1. Botol bekas minuman mineral 1,5 – 2 liter
2. Solder sebagai pelubang
3. Gunting sebagai pemotong
4. Media tanama seperti sekam bakar, cocopeat
5. Nutrisi hidroponik / pupuk hidroponik biasanya pakai Nutrisi Hidroponik AB Mix
6. Kain flanel
7. Bibit tanaman


Hidroponik Menggunakan Sistem Wick


Untuk itu penulis telah merangkum cara lebih yang lebih jelasnya dijelaskan pada gambar dibawah ini, yaitu bercocok tanam hidroponik dengan sistem wick:

Dibawah adalah hasil tanaman hidroponik dengan sistem wick, mudah bukan??

selain mudah, kamu juga dapat mecintai lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas untuk digunakan sebagai alat membuat tanaman hidroponik.

image source:: pertanianku.com
image source: bp.blogspot.com
source image: ytimg.com
source image: agromedia.net
image source: tokopedia.net
source image: kampoengilmu.com
image: kebunpedia.com
source image: bp.blogspot.com
source image: bp.blogspot.com

Video Tutorial Menanam hidroponik dengan Sistem Wick


Semoga Bermanfaat.

Leave a Comment