11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya

Penyakit ikan gupi – Ikan guppy atau gupi merupakan jenis ikan kecil yang penuh warna dan terlihat cantik serta tidak sedikit juga yang menjadikannya sebagai ikan hias.

Ikan ini bisa dijadikan sebagai alternatif ikan cupang jika ingin memiliki ikan hias kecil dengan jumlah banyak dalam satu akuarium.

Jika banyak ikan cupang ditaruh di dalam satu akuarium, umumnya ikan akan saling menyerang satu sama lain.

Namun jika kamu ingin dalam akuarium terdapat banyak ikan cantik berwarna-warni, maka ikan gupi bisa menjadi pilihan.

Sama seperti ikan hias lainnya, ikan gupi pun juga memiliki kemungkinkan terserang penyakit. Namun tidak perlu khawatir karena umumnya dapat disembuhkan.


Penyakit Ikan Gupi


Dibalik kecantikannya yang penuh warna, sebagai ikan hias ikan gupi juga tak luput terserang penyakit. Berikut merupakan daftar penyakit ikan gupi dan cara menyembuhkannya:

1. Penyakit Ikan Gupi White Spot (Bintik Putih)

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
catatandokterikan.com

Bintik putih dapat dikatakan sebagai masalah yang paling umum dihadapi jika memelihara ikan air tawar, termasuk ikan gupi. Penyakit ini juga mudah yaitu dengan munculnya bintik putih pada tubuh ikan.

Ikan yang terkena penyakit ini akan menjadi tidak tenang karena gatal dan menggosok tubuhnya dengan berenang ke sana ke sini.

Cara mengatasi penyakit bintik putih adalah dengan memisahkan ikan yang tejangkit lalu berika obat anti jamur, misalnya methilybe.

2. Penyakit Ikan Gupi Jamur Mulut

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
tokopedia.com

Ikan gupi yang terkena penyakit jamur mulut umumnya ditandai denga memutihnya bagian mulut ikan. Warna putih tersebut sebenarnya adalah jamur yang tumbuh dan bisa memberikan rasa sakit pada ikan.

Cara menyembuhkan ikan gupi yang terkena jamur mulut adalah dengan memberikan aureomycin 25 mg/1 galon air, lalu tambahkan 2 tetes metopen dan 1 tetes obat merah.

3. Penyakit Ikan Gupi Dropsy

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
isw.co.id

Dropsy pada ikan gupi merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang hati atau ginjal. Ikan gupi yang terkena penyakit ini perutnya akan terisi dengan cairan yang tidak bisa dikeluarkan.

Sebenarnya ikan gupi yang terinfeksi dropsy tidak dapat diobati karena infeksi bakterinya mengakibatkan kerusakan organ dalam tubuh.

Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan memastikan air selalu dalam kualitas baik dan pakan yang diberikan berkualitas.

4. Penyakit Ikan Gupi Kembung

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
jualguppy.com

Perut yang membesar pada ikan gupi tidak hanya diakibatkan karena penyakit dropsy, bisa juga terkena penyakit kembung. Gejala yang bisa dilihat adalah ikan gupi akan kesulitan berenang di dalam akuarium.

Cara mengatasinya adalah dengan memisahkan ikan gupi yang yang kembung di wadah berbeda dan berikan 2 sdt garam ikan/1 liter air. Biarkan ikan berenang dalam air larutan selama 4-5 jam.

Jika sudah pindahkan pada wadah dengan air yang tingginya tiga kali lipat dari ukuran ikan gupi. Jika sudah terlihat sehat, kembalikan ikan di akuarium.

5. Kutu Ikan

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
jualguppy.com

Ikan gupi yang terkena penyakit kutu ikan akan terlihat kurang selera makan karena terinfeksi virus yang berasal dari parasite copepoda.

Untuk mengobatinya gunakan 4 tetes kalium permanganate pada 4 liter air di dalam akuarium, dan lakukan selama seminggu sekali.

Selain mengobati, pencegahan juga bisa dilakukan dengan rutin mengganti air akuarium sedikitnya 2 minggu sekali.

6. Bengkak

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
sukaikan.com

Bengkak pada ikan kembung merupakan penyakit dengan gejala yang serupa seperti penyakit kembung, yaitu adanya pembengkakan pada bagian perut ikan.

Namu penyakit bengkak ini dikarenakan usus ikan gupi yang terganggu dan terlihat bengkak. Sedangkan untuk cara mengatasinya pun serupa dengan penyakit kembung.

7. Tuberkulosis

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
budidayaikanhiasguppy.blogspot.com

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh baktery mycobacterium piscium. Faktor lainnya adalah karena kualitas pakan yang diberikan buruk.

Ikan gupi yang terkena penyakit ini akan Nampak lebih kurus jika dibandingkan ukuran normalnya.

Cara mengobati ikan gupi yang terkena penyakit ini adalah dengan menggunakan terramycin dengan takaran sesuai pada kemasan.

8. Velvet

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
thesprucepets.com

Velvet merupakan jenis penyakit yang bisa dikatakan mirip dengan bintik putih, yang membedakannya adalah jika ikan gupi terkena velvet, bagian tubuhnya yang sakit ditutupi bintik emas.

Penyakit ini termasuk mudah menular ke ikan lain yang ada di akuarium. Namun pada tahap awal ikan yang terkena velvet sulit dideteksi karena gejalanya belum terlalu terlihat.

Ikan gupi yang terkena velvet akan terlihat bintik-bintik berwarna emas di tubuhnya, pada tahap awal bintik ini berukuran sangat kecil.

Umumnya para pemiliki yang memelihara ikan baru menyadari gupi terkena velvet pada saat kulit mulai mengelupas dan terlihat berdarah.

Penanganan velvet sendiriakan lebih mudah disembuhkan jika diketahui sedini mungkin dengan menggunakan obat seperti seachem cupramin.

Untuk hasil yang optimal, matikan juga lampu yang ada di akuarium sampai ikan benar-benar sembuh dan ganti air 70 – 90 % jika ikan sudah tidak ada gejala velvet.

9. Sirip dan Ekor Busuk

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
gerava.com

Sirip dan ekor yang busuk merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau bisa juga jamur yang tumbuh di area sirip yang tergigit.

Jika sirip atau ekor pada gupi terlihat mulai membusuk, maka memiliki kemungkinan kalau itu disebabkan oleh jamur.

Sedangkan jika disebabkan oleh bakteri, sirip atau ekor menunjukkan tanda membusuk yang jelas tapi tidak ada kerusakan.

Sebelum melakukan penanganan atau pengobatan, penting untuk mengetahui penyebab pasti apakah itu karena infeksi bakteri atau jamur.

Jika dikarenakan infeksi bakteri, penanganannya bisa menggunakan obat antibiotik maracyn, maracyn 2, seachem paraguard, atau tetracycline.

Namun jika dikarenakan oleh jamur, pengobatannya bisa menggunakan obat anti jamur dan ikuti sesuai petunjuk.

Pastikan untuk memisahkan ikan yang sakit terlebih dahulu sebelum melakukan penanganan atau pengeobatan.

10. Protozoa

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
pixabay.com

Selain bakteri dan jamur, ikan gupi juga bisa disebabkan oleh parasit kecil protozoa. Penyakit yang berasal dari protozoa ini bisa membahayakan ikan lainnya.

Parasit kecil akan menempel pada bagian kulit gupi dan secara perlahan memasuki tubuh ikan melalui otot sampai ke aliran darah.

Umumnya penyakit yang disebabkan oleh parasit ini berkembang di akuarium yang tidak menggunakan heater dan memiliki kualitas air yang buruk.

Untuk penanganannya, ganti air di akuarium dengana ir yang lebih bersih, lalu pasang heater dan jaga agar suhu di dalam air tetap stabil.

Jika masih tahap awal bisa menggunakan malachite green atau formalin sesuai dosis yang diperlukan untuk menyembuhkannya.

Sedangkan pada tahap lanjut, bisa menggunakan obat yang mengandung tembaga seperti seachem cupramine. Setelah melakukan perawatan ganti air secara parsial 50 -70%.

Pencegahan bisa dilakukan dengan menggantni air parsial secara rutin dan teratr serta memasang heater untuk menjaga suhu air.

11. Bintik Darah merah

√ 11 Macam Penyakit Ikan Gupi dan Cara Mengatasinya
aquariumfishcity.com

Bintik darah merah di perut ikan gupi merupakan jenis penyakit yang disebabkan karena keracunan nitrit atau amonia. Bahkan amonia dengan jumlah paling kecil pun bisa mematikan bagi gupi.

Tidak hanya amonia yang mematikan, nitrit juga sangat beracun dan bisa mengakibatkan keracunan dan kerusakan serius pada tubuh ikan.

Umumnya terjadi di akuarium baru yang belum tersiklus. Biasanya diperlukan waktu sampai 6 minggu untuk akuarium tersiklus sepenuhnya.

Untuk pencegahannya biarkan akuarium tersiklus terlebih dahulu minimal 2 minggu atau lebih baik 6 minggu baru akuarium bisa digunakan.

Jika memasukkan ikan sebelum tersiklus, maka gunakan test kit untuk mengukur kadar nitrit, nitrat dan amonia (nitrit 0 ppm, nitrat 10-40 ppm dan amonia 0 ppm).

Ganti air secara teratur dan sesering mungkin, dan terus melakukan pengukuran parameter air. Untuk melihat level amonia, bisa dengan membeli dan menggunakan seachem amonia alert.

Leave a Comment