5 Jenis Sawo | Dari yang Keberadaanya Melimpah Hingga yang Langka

Sawo merupakan buah yang kerap diidentikkan dengan warna kulit kebanyakan orang Indonesia. Di Indonesia sudah berapa jenis sawo yang pernah kamu jumpai?

Kita sering kali menyebut warna kulit kita dengan warna sawo matang. Warna sawo matang sebenarnya adalah warna kecoklatan yang hanya dimiliki oleh salah satu jenis sawo.

Yup betul, sawo manila merupakan sawo yang paling sering kita konsumsi. Memang keberadaannya melimpah dan mudah dibudidayakan serta rasanya pun nikmat di lidah.

Namun tahukah kamu ternyata ada juga sawo yang berwarna kuning, hitam, kehijauan hingga ungu lho. Kira-kira sawo apakah itu, yuk simak ulasan berikut.


Macam-Macam Jenis Sawo


Semua jenis sawo memiliki rasa yang manis, tekstur mereka pun hampir sama satu sama lain. Tak hanya itu sawo mengandung banyak khasiat, diantaranya mengatasi masalah pencernaan.

Selain itu juga dipercaya mencegah anemia karena kandungan zat besi, menjaga kesehatan kulit karena antioksidan di dalamnya, menjaga ginjal, nyeri otot, sariawan, dan masih banyak lainnya.

Buah sawo memang mengandung banyak kandungan, seperti vitamin C, vitamin A, kalsium, fosfor, zat besi, dan antioksidan.

Selama ini mungkin kita hanya akrab dengan sawo manila yang warnanya kerap disamakan dengan warna kulit orang Asia Tenggara. Berikut ini beberapa jenis sawo yang mungkin sering ataupun jarang kamu jumpai.

1. Sawo Manila

jenis sawo
etsy.com

Buah sawo yang satu ini adalah sawo yang paling umum kita temui atau konsumsi. Manilkara zapota adalah nama ilmiahnya. Di Malaysia buah ini lebih dikenal dengan nama ciku.

Pohonnya rindang dan cukup besar dengan ketinggian yang bisa mencapai 30 hingga 40 meter. Batangnya memiliki kandungan getah kental berwarna putih.

Bahkan tak hanya pada pohonnya buahnya pun mengandung getah meskipun sudah matang.

Getah pada buahnya memang tidak begitu terasa bila kita memakannya secara langsung, tapi akan terasa bila kita membuat jus lalu dimasukkan ke dalam plastik.

Daging buahnya bertekstur lembut dan berpasir berwarna coklat dengan biji berwarna hitam. Sawo manila (Manilkara zapota) termasuk dalam keluarga Sapotacea dari genus Manilkara.

Buah ini sangat populer di Asia Tenggara terutama di Indonesia. Kamu pasti sering menjumpai sawo ini dijual di pinggir jalan dengan harga yang sangat terjangkau.

Saking melimpahnya Asa Tenggara disebut-disebut sebagai produsen utama buah yang dalam bahasa India disebut chikoo atau sapota ini.

Sawo manila dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi sekalipun, mulai dari ketinggian 300 mdpl – 2500 mdpl. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan maupun tiupan angin keras.

Cocok ditanam sebagai tanaman pekarangan atau sebagai tanaman peneduh. Selama ditanam di atas tanah lempung berpasir yang subur dengan air yang baik, maka pohon sawo manila pasti tumbuh.

Buah ini juga dapat kamu nikmati sepanjang tahun dan pada bulan tertentu terdapat satu atau dua musim puncak. Artinya pohon sawo manila akan memproduksi buah lebih banyak dari biasanya.

Nikmat dikonsumsi secara langsung atau juga diolah lebih lanjut sebagai campuran es krim, dijadikan selai, maupun berbagai produk lainnya.

2. Sawo Mentega

daleysfruit.com.au

Alkesah, kanistel, sawo ubi, atau sawo belanda adalah nama lain dari jenis sawo ini. Jangan sampai keliru sawo belanda dengan terong belanda karena mereka sangat berbeda satu sama lain.

Terong belanda bukan dari keluarga Sapotacea. Meskipun disebut sawo Belanda nyatanya buah ini berasal dari Amerika bagian tengah dan Meksiko selatan.

Itulah mengapa nama latinnya Pouteria campechiana karena berasal dari Campeche, Meksiko. Bentuk dari buahnya menggelendong, oval telur, hingga bulat dengan ujung memoncong.

Kulitnya tipis, tapi kaku dan bila sudah matang berwarna kuning mentega begitu pula daging buahnya. Bijinya berwarna coklat besar. Masih keluarga Sapotaceae, tapi dari genus pouteria.

Kini sawo mentega banyak dibudidayakan di berbagai negara diantaranya Panama, Nikaragua, Kuba, hingga Filipina. Sawo mentega dari perkebunan Filipina dipercaya dunia menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.

Pohon sawo ini dapat tumbuh hingga kisaran ketinggian 20-30 meter. Daun-daun berbentuk bular telur telur berkumpul di ujung ranting dan memanjang menyerupai sudip.

Batang kayu pohon alkesah berwarna coklat keabuan hingga kemerah-merahan dengan tekstur kuat serta keras. Getah dari sawo manila banyak dimanfaatkan sebagai bahan permen karet di Amerika Tengah.

Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung setelah masak seperti buah segar lainnya. Ada juga yang mencampurnya dengan garam, lada, sari jeruk, atau mayones. Dapat pula diolah lebih lanjut menjadi campuran es krim.

3. Sawo Kecik

jenis sawo
samudrabibit.com

Seperti namanya sawo kecik memiliki ukuran yang paling kecil diantara jenis sawo lainnya. Orang-orang sering menyebutnya sawo Jawa.

Pohonnya memiliki ukuran sedang dengan tinggi yang bisa mencapai 25 meter dan diameter batang 100 cm.

Bentuk buahnya bulat telur kecil dengan rasa sepet-sepet manis. Kulitnya berwarna merah hingga keunguan dan mengkilap, termasuk kedalam genus Manilkara.

Kini tanaman sawo bersejarah ini sudah mulai langka keberadaannya. Di Yogyakarta dahulunya dijadikan tanaman penanda bahwa orang yang menanam pohon sawo ini merupakan seorang abdi dalem.

Sama seperti kedua sawo sebelumnya pohon sawo kecik juga sering dijadikan sebagai tanaman pekarangan dan pohon peneduh.

Dapat tumbuh subur di daerah pesisir pantai hingga dataran pada ketinggian 500 mdpl. Tanaman yang langka ini kayunya ternyata bisa dijadikan sebagai bahan bangunan hingga peralatan rumah tangga lho.

4. Sawo Duren

amazon.in

Nama ilmiahnya adalah Chrysophyllum cainito, mereka termasuk keluarga Sapotaceae dari genus Chrysophyllum. Dikenal juga sebagai sawo apel, sawo hejo, sawo kadun, atau kenitu.

Daunnya berwarna coklat keemasan dengan bentuk lonjong hingga bundar telur terbalik. Buahnya berbentuk bulat hingga oval dengan warna hijau kekuningan hingga ungu dan diameter 5-10 cm.

Daging buah memiliki warna putih atau ungu. Warna putih untuk yang berkulit hijau kekuningan dan ungu untuk yang berkulit ungu.

Kulitnya cukup tebal seperti kulit manggis, tapi bagian luarnya tidak keras seperti manggis. Mungkin mereka akan mengingatkan kita akan buah kecapi.

Saat dibelah buahnya beragregat membentuk bintang dengan biji tunggal per buah. Warna bijinya hitam seperti sawo sawi lainnya.

Pohon sawo duren dapat tumbuh tinggi hingga 30 meter sehingga cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh. Batang pohon berkayu dengan permukaan kasar berwarna coklat keabuan dan bergetah.

Tanaman sawo duren dapat memproduksi buah ketika sudah masuk usia 5-6 tahun. Jika musim kemarau tiba pohon ini akan berada pada puncak produksinya alias berbuah banyak.

Buah sawo duren nikmat dikonsumsi dalam keadaan segar dapat juga dijadikan campuran es buah, es krim, dan jenis olahan lainnya.

5. Sawo Hitam

jenis sawo
pinterest.com

Baca Juga : Jenis Bunga Sepatu

Nah seperti yang disebutkan di awal ternyata ada juga sawo yang daging buahnya berwarna hitam. Nama ilmiahnya adalah Diospyros nigra, jenis sawo yang cukup sulit ditemukan karena sangat langka.

Di Indonesia saja mungkin kamu belum pernah melihatnya sama sekali. Habitat buah tropis ini berasal dari Meksiko, Kolombia, dan Amerika Tengah.

Buahnya bundar seperti tomat dengan kulit buah berwarna hijau namun daging buah berwarna coklat kehitaman. Rasanya sangat manis konon katanya menyerupai pudding coklat.

Selain langka harga sawo ini juga terbilang mahal dimana satu butir dibandrol senilai Rp 150.000. Hal ini dikarenakan keunikan rasanya yang membuat banyak orang menggilai sawo tersebut.

Itulah beberapa sawo yang dapat kita temui di Indonesia dan di beberapa negara lainnya. Bila kalian mengalami masalah pencernaan buah ini merupakan obat alami yang paling tepat.

Rata-rata pada buah sawo terkandung banyak nutrisi mulai dari Vitamin A, Vitamin C, hingga kandungan serat.

Leave a Comment